Beranda Banyuasin Terungkap, Program Air Bersih Digencarkan Tapi Belum Sepenuhnya Dirasakan

Terungkap, Program Air Bersih Digencarkan Tapi Belum Sepenuhnya Dirasakan

9
0
Rapat evaluasi kinerja PDAM Tirta Betuah bersama Pemkab Banyuasin di Rumah Dinas Sekda (Foto:Timred/CN)

BANYUASIN, cimutnews.co.id — Program peningkatan layanan air bersih kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Namun di lapangan, sebagian warga justru masih mempertanyakan dampaknya.
Lalu, sejauh mana perubahan itu benar-benar dirasakan?

Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama PDAM Tirta Betuah menggelar rapat evaluasi kinerja tahun 2025 dan menyusun rencana kerja 2026, Rabu (15/4/2026).

Rapat yang berlangsung di Rumah Dinas Sekretaris Daerah itu menyoroti peningkatan pelayanan air bersih sebagai prioritas utama.

Fokus utama evaluasi adalah efektivitas distribusi air serta respons terhadap keluhan masyarakat.

Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, menegaskan perlunya perubahan signifikan dalam pelayanan publik, terutama dalam menangani pengaduan warga.

Ia meminta PDAM Tirta Betuah menghadirkan layanan pengaduan terpadu berbasis digital yang aktif selama 24 jam.

“Harus ada pusat pengaduan online, baik lewat WhatsApp, Instagram, maupun platform lainnya. Yang penting masyarakat mendapat respons setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memperluas jangkauan layanan air bersih.

Bahkan, ditargetkan pembangunan infrastruktur dapat dimulai pada 2027 dan mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2028.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan klasik air bersih di sejumlah wilayah Banyuasin belum sepenuhnya teratasi.

Distribusi yang belum merata serta keluhan soal tekanan air yang rendah masih menjadi cerita yang berulang.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang mengaku belum mendapatkan akses stabil, terutama di wilayah pinggiran.

Hingga kini, belum semua masyarakat merasakan peningkatan layanan secara signifikan.

Sejumlah warga mengaku masih mengalami kendala dalam mendapatkan air bersih.

“Kadang air hidup, kadang tidak. Kalau pun mengalir, tekanannya kecil,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga  Latsar CPNS Banyuasin 2026 Ditekankan Bupati Askolani sebagai Pondasi Integritas ASN Masa Depan

Warga lain menyebut, respons terhadap pengaduan masih belum konsisten.

“Sudah pernah lapor, tapi belum ada kejelasan kapan diperbaiki,” ujarnya.

Kondisi ini diduga terjadi karena keterbatasan infrastruktur dan belum optimalnya sistem pelayanan berbasis digital.

Di sisi lain, rencana besar pembangunan jaringan air bersih baru masih berada pada tahap perencanaan jangka menengah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah percepatan yang dijanjikan mampu mengejar kebutuhan riil masyarakat yang sudah mendesak saat ini.

Pemerintah telah menegaskan komitmen untuk berbenah dan membuka ruang evaluasi.

Namun di tengah berbagai rencana tersebut, realita di lapangan masih menjadi catatan penting.

Hingga kini, kondisi layanan air bersih di Banyuasin masih menjadi perhatian.

Apakah perbaikan akan segera dirasakan masyarakat, atau justru kembali menjadi janji yang tertunda? (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here