Beranda OKU Timur Terungkap Setelah Kapolres Berganti, Tantangan Kamtibmas OKU Timur Belum Selesai

Terungkap Setelah Kapolres Berganti, Tantangan Kamtibmas OKU Timur Belum Selesai

4
0
Bupati OKU Timur Lanosin bersama jajaran Forkopimda dan pejabat Polres OKU Timur dalam acara kenal pamit pergantian Kapolres di Aula Satya Haprabu Mapolres OKU Timur. (Foto: Agus/cimutnews.co.id)

OKU TIMUR, cimutnews.co.id — Pergantian pucuk pimpinan di Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Timur resmi berlangsung. AKBP Adik Listiyono menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara dalam acara kenal pamit di Aula Satya Haprabu Mapolres OKU Timur, Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Serah terima itu bukan sekadar pergantian nama di kursi Kapolres. Di balik prosesi penyambutan dan pelepasan tersebut, ada ekspektasi besar agar keamanan, ketertiban, serta kualitas pelayanan kepolisian tetap berjalan bahkan meningkat.

Pertanyaannya, setelah kepemimpinan berganti, apa yang akan benar-benar berubah dan dirasakan masyarakat OKU Timur?

Pergantian Pimpinan di Tengah Ekspektasi Publik

Acara kenal pamit dihadiri Bupati OKU Timur Lanosin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polres, para Kapolsek hingga pengurus Bhayangkari Cabang OKU Timur.

Bupati Lanosin memberikan apresiasi kepada AKBP Adik Listiyono atas pengabdian dan sinergi selama menjalankan tugas di OKU Timur.

Ia juga menyambut kedatangan AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara melalui prosesi adat setempat.

Bagi pemerintah daerah, pergantian pimpinan kepolisian menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Lanosin menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab OKU Timur, Polri, TNI dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Pesan tersebut terlihat sederhana. Namun, dalam praktiknya, menjaga keamanan daerah tidak hanya bergantung pada patroli atau penindakan.

Kualitas pelayanan publik, kecepatan merespons laporan masyarakat, pencegahan gangguan keamanan dan kedekatan aparat dengan warga juga menjadi bagian penting dari kepercayaan publik.

Adik Listiyono Pamit, Kepemimpinan Berlanjut

Dalam pidato perpisahannya, AKBP Adik Listiyono menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada jajaran Polres OKU Timur dan masyarakat atas dukungan selama masa kepemimpinannya.

Baca juga  Kunjungan Petinggi TNI ke OKU Timur Perkuat Sinergi, Namun Tantangan Kolaborasi Masih Menjadi Sorotan

“Saya pamit dan memohon doa restu. Semoga di bawah kepemimpinan AKBP Dr. Lalu Hedwin, Polres OKU Timur semakin maju, profesional dan semakin dicintai masyarakat,” kata Adik.

Pernyataan tersebut sekaligus menandai berakhirnya satu periode kepemimpinan dan dimulainya fase baru di lingkungan Polres OKU Timur.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tantangan keamanan tidak ikut berganti ketika pejabat berganti.

Persoalan kamtibmas tetap berada di tengah masyarakat. Begitu pula kebutuhan warga terhadap pelayanan kepolisian yang cepat, terbuka dan profesional.

Kapolres Baru Bawa Komitmen Pelayanan

AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara menyatakan kesiapannya melanjutkan program strategis pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga meminta dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Saya mohon bimbingan, arahan, dan kerja sama dari seluruh elemen. Mari bersama-sama kita jaga situasi kamtibmas di OKU Timur agar tetap aman dan kondusif,” tutur Lalu Hedwin.

Komitmen tersebut menjadi penting karena ukuran keberhasilan seorang Kapolres pada akhirnya tidak hanya terlihat dari seremoni, penghargaan atau agenda kelembagaan.

Masyarakat akan melihatnya dari hal yang lebih dekat: bagaimana laporan ditangani, bagaimana persoalan keamanan dicegah, bagaimana aparat hadir ketika warga membutuhkan, serta sejauh mana pelayanan diberikan tanpa membedakan masyarakat.

Di Sisi Lain, Pekerjaan Rumah Masih Menunggu

Pergantian pimpinan biasanya membawa harapan baru. Tetapi pada saat yang sama, terdapat pekerjaan yang harus diteruskan dan dievaluasi.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan ketika masyarakat berhadapan langsung dengan persoalan keamanan dan pelayanan publik.

Data mengenai capaian keamanan selama periode kepemimpinan sebelumnya, termasuk tren gangguan kamtibmas, kecepatan penanganan laporan masyarakat, serta evaluasi pelayanan publik, belum disampaikan secara rinci dalam bahan acara kenal pamit tersebut.

Baca juga  Polsek Cempaka Salurkan Bantuan Sembako dari Kapolda Sumsel

Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: indikator apa yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan kepemimpinan baru?

Apakah cukup dengan situasi daerah yang relatif kondusif, atau diperlukan ukuran lain yang lebih dekat dengan pengalaman masyarakat?

Pertanyaan itu menjadi relevan karena keamanan bukan hanya persoalan angka kriminalitas. Rasa aman warga juga terbentuk dari kehadiran aparat, komunikasi yang terbuka dan kepastian bahwa setiap laporan mendapatkan perhatian.

Tantangan Kapolres Baru

AKBP Lalu Hedwin kini menghadapi fase awal kepemimpinan yang tidak ringan.

Ia harus menjaga capaian yang sudah berjalan sekaligus membaca persoalan baru yang berkembang di tengah masyarakat.

Kondisi sosial yang berubah, aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi hingga potensi gangguan keamanan menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan berbeda.

Karena itu, kesinambungan program menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Program yang sudah berjalan tidak selalu harus dihentikan hanya karena terjadi pergantian pimpinan.

Sebaliknya, program yang belum memberikan hasil maksimal perlu dievaluasi berdasarkan data dan kondisi masyarakat.

Berdasarkan informasi resmi dalam acara tersebut, Kapolres baru menyatakan akan melanjutkan program strategis kamtibmas dan meningkatkan pelayanan publik. Namun, belum ada penjelasan rinci mengenai program prioritas apa yang akan menjadi pembeda pada awal masa kepemimpinannya.

Di titik inilah publik akan menunggu.

Bukan Hanya Aman, tetapi Juga Merasa Dilayani

Keamanan yang ideal bukan hanya ketika tidak terjadi gangguan besar. Masyarakat juga membutuhkan rasa percaya bahwa aparat berada dekat dengan persoalan mereka.

Pelayanan yang cepat, komunikasi yang jelas dan tindakan yang profesional dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan tersebut.

Sejumlah harapan yang disampaikan dalam acara kenal pamit pada akhirnya akan diuji dalam pekerjaan sehari-hari.

Baca juga  Terungkap, Bakat Anak Bisa Tersembunyi di Balik Kebiasaan yang Sering Dianggap Merepotkan

Bukan di atas panggung seremonial, tetapi ketika warga datang membuat laporan, ketika persoalan muncul di lingkungan masyarakat, atau ketika aparat harus mengambil keputusan dalam situasi yang membutuhkan ketegasan sekaligus kehati-hatian.

Hingga kini, pergantian Kapolres OKU Timur baru memasuki tahap awal. Belum ada cukup waktu untuk menilai arah kepemimpinan baru secara menyeluruh.

Yang jelas, tongkat komando telah berpindah.

Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang menjabat, melainkan sejauh mana janji untuk menjaga kamtibmas dan meningkatkan pelayanan publik benar-benar diterjemahkan menjadi perubahan yang dirasakan masyarakat OKU Timur.

Apakah kepemimpinan baru akan mampu menjawab ekspektasi tersebut, atau masih ada pekerjaan rumah yang belum terjawab?

Waktu dan fakta di lapangan yang akan memberikan jawabannya. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here