
PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Pagar Alam mulai mematangkan persiapan menyambut kunjungan Ketua TP PKK Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Agustus 2026.
Rapat persiapan digelar di Ruang Rapat Griya Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, Gunung Gare, Jumat (21/8/2026). Rapat tersebut dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dahnial Nasution bersama Ketua TP PKK Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi.
Agenda kunjungan bukan sekadar seremoni. Sejumlah titik telah disiapkan, mulai dari penilaian 10 Program Pokok PKK hingga kunjungan ke sentra lahan bawang putih dan sektor kerajinan masyarakat.
Namun, di balik persiapan yang terus dikebut, terdapat satu hal yang menjadi perhatian: sejauh mana berbagai program tersebut mampu menunjukkan kondisi nyata pemberdayaan masyarakat di Pagar Alam?
Agenda Padat Selama Dua Hari
Berdasarkan agenda yang disampaikan dalam rapat, kunjungan Ketua TP PKK Sumsel akan mencakup beberapa lokasi.
Salah satunya adalah penilaian 10 Program Pokok PKK Kota Pagar Alam. Agenda ini menjadi bagian penting karena berkaitan dengan pelaksanaan program pemberdayaan keluarga di tingkat daerah.
Setelah itu, rombongan dijadwalkan mengunjungi sentra lahan bawang putih. Lokasi tersebut menjadi menarik karena sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang melekat dengan karakter wilayah Pagar Alam.
Agenda kemudian berlanjut ke Kantor Dekranasda Pagar Alam dan lokasi kerajinan tangan di Desa Muara Tenang.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa kunjungan tidak hanya menyentuh aspek kelembagaan PKK, tetapi juga membawa perhatian pada sektor pertanian, ekonomi kreatif dan kerajinan masyarakat.
Pemkot Minta OPD Tidak Bekerja Sendiri
Dalam rapat tersebut, Asisten I Dahnial Nasution meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat memperkuat koordinasi.
Setiap pihak diminta saling berkolaborasi dan bersinergi agar persiapan kunjungan dapat berjalan sesuai rencana.
Permintaan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dengan banyak titik kunjungan membutuhkan kerja lintas sektor. Bukan hanya soal kesiapan lokasi, tetapi juga bagaimana informasi, pelayanan, dokumentasi hingga substansi program dapat tersampaikan secara utuh.
Ketua TP PKK Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi juga menekankan pentingnya dukungan seluruh stakeholder.
Menurutnya, kegiatan tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kerja bersama dan dukungan pihak-pihak yang terlibat.
Namun Fakta di Lapangan Menjadi Penentu
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kunjungan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan acara.
Penilaian terhadap program pemberdayaan masyarakat pada akhirnya akan bersentuhan dengan kondisi yang benar-benar terjadi di tingkat keluarga dan lingkungan.
Begitu pula dengan sentra bawang putih dan lokasi kerajinan. Potensi daerah memang dapat menjadi bagian penting dalam agenda kunjungan, tetapi pertanyaan yang lebih jauh adalah bagaimana keberlanjutan usaha tersebut, manfaat ekonominya bagi masyarakat, serta tantangan yang masih dihadapi pelaku di lapangan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah seluruh potensi yang akan ditampilkan dalam kunjungan tersebut sudah berkembang secara optimal, atau masih terdapat pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut?
Bukan Sekadar Menampilkan Potensi
Kunjungan pejabat tingkat provinsi biasanya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan capaian sekaligus menyampaikan potensi wilayah.
Tetapi momentum semacam ini juga dapat menjadi ruang evaluasi.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan ketika program pemerintah harus diterjemahkan menjadi kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk sektor pertanian, misalnya, persoalan produksi, pemasaran, biaya usaha, akses teknologi hingga keberlanjutan menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan sebuah komoditas.
Sementara pada sektor kerajinan, keberadaan produk saja belum cukup. Daya saing, pemasaran, akses pasar dan kesinambungan produksi juga menjadi faktor penting.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai indikator apa saja yang akan menjadi fokus penilaian dalam setiap lokasi yang dikunjungi.
Pertanyaan yang Masih Terbuka
Persiapan kunjungan Ketua TP PKK Sumsel ke Pagar Alam memang terus dilakukan.
Koordinasi antar-OPD dan stakeholder menjadi kunci agar agenda 26–27 Agustus 2026 dapat berlangsung lancar.
Namun, di balik kesiapan teknis tersebut, publik tentu memiliki kepentingan yang lebih besar: melihat apakah program yang dipresentasikan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat.
Terungkapnya berbagai potensi Pagar Alam dalam kunjungan nanti diharapkan tidak berhenti pada tampilan sesaat.
Sebab, ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan hanya seberapa baik sebuah agenda disiapkan, tetapi seberapa jauh program tersebut mampu memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Hingga kini, pertanyaan itu masih terbuka. Akankah kunjungan tersebut hanya menjadi agenda penilaian dan seremonial, atau justru menjadi momentum untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat Pagar Alam secara nyata? (Hafis)

















