Beranda Palembang Terungkap: Warisan Besar Dimiliki, Tapi Apakah Sudah Benar-Benar Dirasakan Wisatawan?

Terungkap: Warisan Besar Dimiliki, Tapi Apakah Sudah Benar-Benar Dirasakan Wisatawan?

3
0
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, memaparkan strategi pengembangan sektor pariwisata Kota Palembang dalam Talk Show Live Studio TVRI Sumatera Selatan. (Foto:Poerba/Cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Palembang kembali menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Modalnya tidak sedikit, mulai dari jejak kejayaan Kerajaan Sriwijaya, peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam, hingga Sungai Musi yang selama berabad-abad menjadi denyut kehidupan masyarakat.

Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang masih relevan. Apakah kekayaan sejarah dan budaya itu sudah mampu diterjemahkan menjadi pengalaman wisata yang benar-benar dirasakan pengunjung?

Hal itu mengemuka saat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menjadi narasumber dalam Talk Show Live Studio bertajuk Menyongsong Indonesia Maju di Studio TVRI Sumatera Selatan, Kamis (18/6/2026).

Dalam pemaparannya, Isnaini menyebut Palembang memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni warisan sejarah yang panjang dan budaya yang masih hidup hingga kini.

“Kita memiliki sejarah dan budaya yang sangat beragam. Ini merupakan modal besar yang harus terus kita jaga dan kembangkan sebagai kekuatan pariwisata Kota Palembang,” ujarnya.

Selain sejarah, Sungai Musi dinilai tetap menjadi ikon utama yang melekat dengan identitas Kota Palembang. Sungai tersebut sejak dahulu menjadi pusat perdagangan, jalur transportasi, hingga ruang interaksi masyarakat yang melahirkan julukan “Venice of the East” atau Venesia dari Timur.

Pemerintah juga menilai kekuatan wisata Palembang tidak berhenti pada situs sejarah. Beragam kain tradisional, seni budaya, adat istiadat, hingga kuliner khas seperti pempek menjadi bagian penting yang memperkuat daya tarik kota bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk itu, pelestarian kawasan heritage disebut menjadi salah satu fokus utama pembangunan pariwisata agar identitas kota tidak hilang di tengah modernisasi.

Selain menjaga warisan budaya, Pemerintah Kota Palembang juga terus menghadirkan berbagai agenda publik seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus sarana promosi destinasi wisata.

Baca juga  Dinas Perdagangan Palembang Akan Gelar Bazar Digital Ramadhan di 22 Lokasi

Penataan sejumlah kawasan strategis seperti Benteng Kuto Besak (BKB), Kambang Iwak, hingga ruang publik lainnya juga terus dilakukan. Fasilitas pendukung seperti atraksi air mancur serta penataan kawasan wisata diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan.

“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga pengalaman yang dirasakan pengunjung. Karena itu, event, ruang publik, dan fasilitas pendukung harus terus kita tingkatkan agar wisatawan semakin nyaman dan tertarik datang ke Palembang,” kata Isnaini.

Di sisi lain, kondisi berbeda masih dirasakan sebagian masyarakat maupun pelaku usaha pariwisata.

Berdasarkan temuan di lapangan pada berbagai kawasan wisata Kota Palembang dalam beberapa kesempatan, aktivitas wisata memang meningkat ketika terdapat event besar atau akhir pekan. Namun, di luar momentum tersebut, sejumlah lokasi wisata masih mengalami fluktuasi jumlah pengunjung.

Sejumlah pelaku usaha kecil di kawasan wisata mengaku ramainya pengunjung belum berlangsung secara merata sepanjang tahun. Mereka berharap lebih banyak agenda wisata yang berkelanjutan sehingga dampak ekonomi tidak hanya terasa pada saat penyelenggaraan acara tertentu.

Sementara itu, sejumlah warga menilai akses menuju beberapa destinasi, penyediaan informasi wisata, hingga variasi atraksi masih dapat terus ditingkatkan agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di Kota Palembang.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai target peningkatan lama tinggal wisatawan maupun indikator keberhasilan dari berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Ekonomi Kreatif Jadi Harapan Baru

Pemerintah optimistis sektor ekonomi kreatif akan menjadi penopang utama pengembangan wisata.

Kuliner khas seperti pempek tetap menjadi magnet utama. Selain itu, kerajinan tangan, produk budaya lokal, hingga pelaku UMKM dinilai memiliki peluang besar meningkatkan nilai ekonomi apabila mampu terhubung dengan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Baca juga  Piala Soeratin U-13: PSS Palembang Hajar Persegrata 9-0, Sheva Cetak Lima Gol

Penguatan ekonomi kreatif dinilai bukan hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Palembang sebagai kota budaya yang memiliki karakter berbeda dibanding daerah lain.

Masih Ada Pekerjaan Rumah

Pengembangan pariwisata memang tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun penyelenggaraan event.

Keberhasilan sebuah destinasi juga ditentukan oleh kualitas pelayanan, kebersihan kawasan, kemudahan akses, keamanan, promosi digital, hingga pengalaman yang dibawa pulang wisatawan setelah berkunjung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah berbagai program yang kini dijalankan mampu menjadikan Palembang sebagai destinasi yang tidak hanya ramai dikunjungi saat ada acara besar, tetapi juga tetap hidup sepanjang tahun?

Hingga kini, upaya tersebut masih menjadi pekerjaan bersama. Seberapa besar kekayaan sejarah, budaya, Sungai Musi, dan ekonomi kreatif mampu dioptimalkan menjadi kekuatan wisata yang berkelanjutan, akan sangat bergantung pada konsistensi pembangunan serta kolaborasi seluruh pihak. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here