Beranda Palembang Ultimatum Begal Digencarkan, Namun Warga Sumsel Masih Diliputi Rasa Cemas

Ultimatum Begal Digencarkan, Namun Warga Sumsel Masih Diliputi Rasa Cemas

56
0
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam memberantas aksi begal dan tindak kriminal jalanan di wilayah hukumnya. (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Polda Sumatera Selatan kembali menggencarkan langkah pemberantasan aksi begal dan kriminalitas jalanan yang belakangan dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Patroli diperkuat, respons cepat ditingkatkan, hingga ultimatum tegas terhadap pelaku kejahatan mulai digaungkan aparat kepolisian. Namun di tengah upaya tersebut, sejumlah warga mengaku rasa aman belum sepenuhnya kembali dirasakan, terutama pada malam hingga dini hari.

Lalu, apakah penguatan patroli benar-benar sudah efektif menekan aksi kriminal jalanan di Sumsel?

Fakta Utama

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam memberantas aksi begal dan tindak kriminal jalanan di wilayah hukumnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyatakan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek telah diperintahkan meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik yang dianggap rawan kriminalitas.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus menciptakan stabilitas daerah agar aktivitas ekonomi tetap berjalan kondusif.

“Tidak ada tempat bagi pelaku begal di wilayah Sumatera Selatan. Seluruh personel sudah kami instruksikan untuk bertindak tegas dan terukur apabila pelaku mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas,” tegas Sandi Nugroho.

Pernyataan Resmi

Selain patroli lapangan, Polda Sumsel juga mengoptimalkan layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam secara gratis.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan seluruh operator layanan dan personel patroli disiagakan penuh guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

Menurutnya, kecepatan kehadiran polisi di lokasi kejadian menjadi bagian penting dalam mencegah tindak kriminal berkembang lebih luas.

“Kami memastikan layanan Call Center 110 aktif selama 24 jam. Masyarakat dapat segera menghubungi layanan tersebut jika melihat ataupun mengalami tindak kriminal,” ujar Nandang.

Baca juga  Fakta di Lapangan: PS Palembang Bersinar, Tapi Regenerasi Sepak Bola Masih Dipertanyakan

Polda Sumsel juga menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung iklim investasi daerah.

Kontras Realita

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih adanya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kriminal jalanan, terutama di sejumlah ruas jalan minim penerangan dan kawasan yang sepi pada malam hari.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian warga mengaku masih membatasi aktivitas malam karena khawatir menjadi korban kejahatan jalanan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh pengendara yang setiap hari melintasi jalur rawan. Mereka menilai patroli memang mulai terlihat meningkat, tetapi belum sepenuhnya mampu menghilangkan rasa waswas.

“Kalau malam tetap hati-hati. Kadang masih takut lewat jalan sepi sendirian,” ujar seorang pengendara di kawasan Palembang yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Sejumlah warga juga mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme penggunaan layanan Call Center 110 saat kondisi darurat terjadi di lapangan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana sosialisasi layanan cepat tersebut benar-benar telah menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

Suara Lapangan

Seorang pedagang yang biasa pulang larut malam di kawasan pinggiran Palembang mengaku mulai melihat patroli polisi lebih sering dibanding sebelumnya.

Meski demikian, ia berharap pengawasan tidak hanya dilakukan pada jam tertentu saja.

“Kadang patroli ada, tapi setelah lewat suasana kembali sepi. Harapannya memang lebih rutin,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga datang dari pengemudi ojek online yang menyebut sejumlah titik gelap masih dianggap rawan, terutama menjelang dini hari.

Menurut mereka, keberadaan patroli mobile cukup membantu, tetapi keamanan dinilai belum merata di seluruh wilayah.

Penguatan patroli dan layanan cepat memang menjadi langkah penting dalam menekan kriminalitas jalanan.

Baca juga  Panen Raya OKI Tembus 100 Karung per Hektare, Desa Jadi Mulya Catat Lonjakan Produksi Signifikan

Namun pengawasan keamanan di wilayah perkotaan maupun jalur pinggiran membutuhkan konsistensi jangka panjang, bukan hanya operasi sesaat.

Selain faktor pengamanan, kondisi jalan minim lampu penerangan, kawasan sepi, hingga aktivitas ekonomi malam hari diduga turut memengaruhi tingginya potensi aksi kriminalitas jalanan.

Hingga kini, belum semua masyarakat merasa benar-benar aman saat beraktivitas pada malam hari.

Apakah penguatan patroli dan layanan respons cepat ini nantinya mampu menekan aksi begal secara signifikan, atau justru kekhawatiran warga akan terus berlanjut? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here