Beranda Pagar Alam 109 Mahasiswa UNILED Tuntaskan KKN 2026, Wali Kota Pagar Alam Dorong Kolaborasi...

109 Mahasiswa UNILED Tuntaskan KKN 2026, Wali Kota Pagar Alam Dorong Kolaborasi Kampus untuk Pembangunan dan Penyusunan Sejarah Besemah

14
0
Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah bersama Rektor Universitas Lembah Dempo melakukan pemukulan gong sebagai tanda penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kerja Praktik, dan Pengabdian Masyarakat UNILED Tahun 2026 di Graha Lembah Dempo, Selasa (14/7/2026). (Foto: Hafis/CimutNews).

PAGAR ALAM, CimutNews.co.id – Pemerintah Kota Pagar Alam memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi melalui penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kerja Praktik, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lembah Dempo (UNILED) Tahun 2026. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra pembangunan daerah berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Penutupan kegiatan yang berlangsung di Graha Lembah Dempo, Selasa (14/7/2026), ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah bersama Sekretaris Dinas Pendidikan, Rektor Universitas Lembah Dempo, jajaran pimpinan universitas, dosen, serta disaksikan ratusan mahasiswa peserta KKN.

Program tersebut menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung sejak Februari 2026 di sejumlah wilayah Kota Pagar Alam melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, edukasi, hingga pendampingan di tingkat kelurahan dan desa.

Perguruan Tinggi Jalankan Tri Dharma Melalui Pengabdian Masyarakat

Rektor Universitas Lembah Dempo, Dr. Elvera, menjelaskan sebanyak 109 mahasiswa diterjunkan dalam program KKN lokal sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan dan penelitian yang selama ini dijalankan sivitas akademika.

Selain KKN lokal di Kota Pagar Alam, Universitas Lembah Dempo juga mengembangkan jejaring akademik melalui KKN Nasional di Kota Palembang serta KKN Internasional bekerja sama dengan Multimedia University Malaysia. Program tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Langkah ini sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi yang mendorong kampus menjadi pusat inovasi sekaligus agen pembangunan di tengah masyarakat.

Wali Kota Dorong Mahasiswa Menjadi Agen Pembangunan Daerah

Baca juga  Kasus KDRT Maut di Pagaralam Picu Sorotan, Perlindungan Perempuan Dipertanyakan

Dalam sambutannya, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah mengajak mahasiswa untuk tidak melupakan sejarah sebagai fondasi membangun karakter bangsa.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah daerah akan memperkuat identitas generasi muda sekaligus menjadi modal dalam merancang pembangunan yang berakar pada nilai budaya lokal.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam menginisiasi kolaborasi bersama Universitas Lembah Dempo dalam penyusunan buku sejarah Kota Besemah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi referensi akademik sekaligus sumber literasi bagi masyarakat dan generasi muda.

Wali Kota juga berharap hubungan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tidak berhenti pada pelaksanaan KKN semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis melalui kajian ilmiah, penelitian terapan, inovasi kebijakan, hingga rekomendasi pembangunan daerah.

“Kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan Kota Pagar Alam,” ujarnya.

Sejalan dengan Kebijakan Nasional Penguatan Pendidikan Tinggi

Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi selaras dengan kebijakan nasional di sektor pendidikan tinggi yang mendorong kampus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Pemerintah melalui transformasi pendidikan tinggi menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah. Pendekatan tersebut juga mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), visi Indonesia Emas 2045, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi, kemitraan, dan pembangunan masyarakat yang inklusif.

Pelaksanaan KKN menjadi salah satu instrumen penting untuk menghubungkan hasil pembelajaran di kampus dengan kebutuhan riil masyarakat melalui pendekatan partisipatif.

Tren KKN Berkembang Menuju Pengabdian Berbasis Solusi

Dalam beberapa tahun terakhir, pelaksanaan KKN di berbagai perguruan tinggi mengalami perkembangan signifikan. Jika sebelumnya lebih berfokus pada kegiatan sosial, kini banyak kampus mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi, digitalisasi desa, edukasi kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, hingga mitigasi bencana.

Baca juga  Kapolda Sumsel Apresiasi Personel Berprestasi, Polres Pagaralam Didorong Terus Jaga Integritas dan Pelayanan Publik

Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga menghasilkan solusi berbasis data yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan.

Kehadiran program KKN nasional dan internasional yang dijalankan Universitas Lembah Dempo juga menunjukkan semakin luasnya ruang kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dengan institusi pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Daerah Menjadi Investasi Jangka Panjang

Sinergi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi memiliki nilai strategis karena mempertemukan kebutuhan pembangunan dengan kapasitas akademik. Melalui penelitian dan pengabdian masyarakat, kampus dapat menyediakan data, rekomendasi kebijakan, hingga inovasi yang membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara lebih terukur.

Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung menghadapi dinamika masyarakat sehingga kompetensi yang dibangun selama perkuliahan dapat diuji melalui praktik nyata. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Inisiatif penyusunan buku sejarah Kota Besemah juga memiliki makna lebih luas. Selain memperkuat identitas budaya lokal, dokumentasi sejarah yang disusun secara ilmiah berpotensi menjadi sumber pembelajaran, pengembangan pariwisata berbasis sejarah, hingga memperkaya literatur daerah yang selama ini masih terbatas.

Ke depan, keberhasilan kemitraan semacam ini akan sangat ditentukan oleh kesinambungan program. Tidak hanya berhenti pada kegiatan KKN tahunan, tetapi juga berlanjut dalam bentuk riset bersama, inkubasi inovasi, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis hasil kajian akademik. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here