
Palembang, cimutnews.co.id — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali memperlihatkan keseriusannya dalam memberantas kejahatan jalanan melalui pelaksanaan Operasi Sikat II Musi 2025. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min, dalam konferensi pers pada Senin (17/11/2025).
Menurutnya, operasi tersebut bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi merupakan upaya terukur untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.
“Operasi Sikat II Musi tidak hanya bertujuan menangkap para pelaku, tetapi juga memutus mata rantai jaringan dan membongkar kelompok kriminal yang meresahkan masyarakat,” tegas Kombes Pol Nandang.
Modus kejahatan makin beragam, Polri dituntut adaptif
Dalam penjelasannya, Kombes Pol Nandang menyebutkan bahwa pola kejahatan jalanan di Sumsel, khususnya pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), kini semakin berkembang. Para pelaku mulai mengadopsi cara-cara baru untuk mengelabui korban maupun aparat penegak hukum.
“Kejahatan hari ini sudah semakin kompleks. Modusnya tidak bisa diprediksi satu pola saja. Karena itu operasi harus disiapkan dengan strategi yang lebih adaptif dan terkoordinasi lintas satuan,” jelasnya.
Dengan kerja sama antarsatuan, baik di tingkat Polda maupun Polres jajaran, operasi mampu berlangsung lebih efektif. Pendekatan ini dinilai penting untuk mempercepat proses penindakan sekaligus pencegahan.
Tingkat respons kepolisian meningkat signifikan
Keberhasilan Operasi Sikat II Musi 2025 turut menjadi indikator bahwa Polda Sumsel berhasil meningkatkan kemampuan respons cepat terhadap laporan masyarakat. Hal ini terlihat dari waktu tindak lanjut yang semakin singkat serta meningkatnya jumlah kasus yang berhasil diungkap.
“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperbaiki respons cepat. Masyarakat yang melapor harus mendapatkan penanganan yang memadai, karena keamanan publik adalah prioritas,” terang Kombes Pol Nandang.
Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus memperkuat kualitas personel di lapangan melalui pembekalan, peningkatan kemampuan deteksi dini, serta koordinasi operasi terpadu.
Kiat cegah kejahatan: Peran masyarakat tak kalah penting
Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumsel juga menyerukan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kejahatan, menurut Nandang, tidak bisa hanya dilawan oleh aparat kepolisian. Kewaspadaan warga menjadi faktor penentu keberhasilan dalam upaya pencegahan.
“Partisipasi dan kewaspadaan warga sangat dibutuhkan dalam menanggulangi kejahatan yang dapat mengganggu kenyamanan publik,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila melihat aktivitas yang mencurigakan. Informasi dari warga dapat mempercepat penindakan dan membantu aparat mempersempit ruang gerak para pelaku.
Nandang juga mengingatkan agar warga lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga, memarkir kendaraan di tempat aman, serta tetap waspada ketika beraktivitas di ruang publik.
Operasi tahun depan dipastikan lebih intensif
Dengan melihat tren keberhasilan tahun ini, Polda Sumsel memastikan bahwa Operasi Sikat II Musi akan terus ditingkatkan pada periode berikutnya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memetakan pola kejahatan baru yang muncul setiap tahun.
“Kami akan terus meningkatkan intensitas Operasi Sikat II Musi pada tahun mendatang. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan untuk melihat pola kejahatan baru dan menentukan strategi yang lebih efektif,” lanjutnya.
Polda Sumsel berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus menguat. Kombes Pol Nandang memastikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik bagi seluruh warga Sumatera Selatan. (Poerba)

















