Beranda Ogan Komering Ilir Lapas Kayu Agung Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan, Jalin Kerja Sama Strategis...

Lapas Kayu Agung Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan, Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kemenag OKI dan Ponpes Bait Al-Qur’an

46
0
Kepala Lapas Kayu Agung menandatangani PKS bersama Kemenag OKI dan Ponpes Bait Al-Qur’an. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Upaya meningkatkan kualitas layanan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayu Agung. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kayu Agung dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) serta Pondok Pesantren Bait Al-Qur’an, Selasa (25/11).

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Misbahuddin, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan. Bagi jajaran pemasyarakatan, kerja sama ini dianggap sebagai momentum penting dalam membangun pembinaan keagamaan WBP yang lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.

Wawancara Eksklusif: Komitmen Lapas untuk Pembinaan Lebih Humanis

Dalam wawancara khusus bersama media cimutnews.co.id, Kepala Lapas Kelas IIB Kayu Agung menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sistem pembinaan di lingkungan Lapas.

“Pembinaan keagamaan adalah fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan setiap WBP memiliki kesempatan mendapatkan ilmu agama, bimbingan moral, dan pendampingan rohani yang berkelanjutan,” ujar Kalapas.

Ia menjelaskan bahwa Lapas Kayu Agung selama ini telah menjalankan sejumlah program pembinaan kepribadian. Namun dengan hadirnya tenaga pengajar dan pendamping dari Kemenag serta Ponpes Bait Al-Qur’an, program tersebut kini dapat berlangsung lebih intensif dan terarah.

“Kami ingin agar pembinaan ini tak hanya menyentuh aspek pengetahuan, tapi juga perilaku. Harapan kami, ketika mereka bebas nanti, mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berubah, lebih baik, dan siap berkontribusi positif,” tambahnya.

Program Pembinaan: Dari Tahsin hingga Kajian Rutin

Kerja sama ini mencakup berbagai bentuk pembinaan, antara lain:

  • Pendidikan Al-Qur’an (tahsin dan tahfiz bagi WBP yang berminat)
  • Pembinaan akhlak dan etika hidup
  • Kajian keagamaan rutin setiap pekan
  • Bimbingan rohani dan konsultasi spiritual oleh tenaga Kemenag
  • Program khusus Ramadhan dan momentum keagamaan lainnya
Baca juga  Aktif Bina Kampung ProKlim, Pemkab OKI Raih Penghargaan dari KLHK

Dengan sinergi tersebut, pihak Lapas berharap tercipta atmosfer pemasyarakatan yang lebih religius dan kondusif, di mana WBP dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih produktif dan penuh motivasi.

Dukungan Penuh Kemenag dan Ponpes Bait Al-Qur’an

Kemenag OKI melalui perwakilannya menegaskan kesiapan mendukung kerja sama ini secara serius. Menurut mereka, pembinaan keagamaan bukan hanya membantu WBP mengenal nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana penting dalam rehabilitasi mental dan moral.

“Kami siap memberikan tenaga pengajar, jadwal pembinaan, hingga pendampingan rutin. Ini bagian dari pengabdian kami untuk membantu mereka kembali ke jalan yang lebih baik,” ungkap perwakilan Kemenag OKI.

Hal serupa disampaikan Pondok Pesantren Bait Al-Qur’an yang merasa terhormat dapat terlibat dalam pembinaan WBP. Mereka menyebut bahwa dakwah dan pengajaran tidak hanya untuk masyarakat umum, namun juga sangat penting bagi mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.

Pembinaan Lebih Progresif dan Humanis

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari implementasi transformasi pemasyarakatan yang menekankan pendekatan progresif-humanis, di mana warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberikan ruang untuk memperbaiki diri.

Kalapas Kayu Agung menegaskan bahwa pembinaan keagamaan adalah salah satu pilar utama dalam upaya tersebut.

“Kami percaya bahwa perubahan perilaku berawal dari perubahan hati. Melalui pembinaan agama, kami ingin membantu WBP menemukan arah hidupnya kembali,” tegasnya dalam wawancara.

Dengan ditandatanganinya PKS ini, Lapas Kayu Agung semakin optimistis dapat memperkuat kualitas pelayanan pembinaan, mengurangi potensi pelanggaran dalam Lapas, serta mencetak WBP yang memiliki spiritualitas kuat dan karakter positif.

Langkah Lapas Kayu Agung Menuju Sistem Pemasyarakatan Modern

Selain fokus pembinaan agama, Lapas juga berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam pembinaan kemandirian, seperti pelatihan kerja, keterampilan, dan program pemberdayaan ekonomi.

Baca juga  Berobat Makin Mudah Melalui Program 1 Perawat 1 Desa

Kolaborasi dengan Kemenag dan Ponpes menjadi pelengkap yang memperkuat aspek moral-spiritual, sehingga pembinaan di Lapas bersifat holistik.

“Harapan kami, lingkungan Lapas dapat menjadi tempat pembinaan total, bukan hanya menjalani hukuman. Dengan program keagamaan yang intensif, suasana Lapas akan lebih religius, damai, dan kondusif,” tutup Kalapas. (Asep)