Beranda Palembang Sumsel Raih Capaian Tertinggi Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera, Gubernur Herman...

Sumsel Raih Capaian Tertinggi Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera, Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data

74
0
1. Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan arahan pada Rakorda Evaluasi Monev MBG Tahap II Tahun 2025. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali meraih prestasi membanggakan di penghujung tahun 2025. Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahap II yang digelar di Hotel Santika Premier Palembang, Senin (8/12/2025), Sumsel dinobatkan sebagai provinsi dengan capaian sasaran MBG terbesar di Pulau Sumatera.

Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, yang menegaskan bahwa implementasi Program MBG di Sumsel tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi daerah.

Program MBG Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Survei BPS menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG mendorong pertumbuhan signifikan di berbagai sektor. Industri makanan dan minuman tumbuh 9,6 persen, jasa angkutan naik 9,1 persen, perdagangan besar dan eceran meningkat 10,3 persen, sementara sektor penyediaan makanan dan minuman mencatat lonjakan tertinggi yaitu 12,6 persen.

UMKM lokal pun semakin terlibat dalam rantai pasok pangan, memberikan efek pengganda (multiplier effect) pada belanja pemerintah sekaligus meningkatkan konsumsi masyarakat. Dampaknya, ekonomi daerah mengalami penguatan yang terasa hingga tingkat kabupaten/kota.

Tidak hanya itu, indikator makro ekonomi Sumsel terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan III Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi menyentuh 5,2 persen, melampaui rata-rata nasional. Inflasi November 2025 juga terkendali di angka 2,91 persen, sementara tingkat pengangguran dan angka kemiskinan terus mengalami penurunan.

Dari target 808 SPPG, kini 500 SPPG sudah beroperasi dan melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat setiap hari. Ini capaian terbesar Program MBG di Sumatera, dan patut kita syukuri,” ujar Yulianto.

Gubernur Herman Deru: Kebijakan Harus Berpijak pada Data

Baca juga  Optik Sriwijaya, Toko Kacamata Legendaris yang Tetap Eksis di Tengah Gempuran Zaman

Dalam arahannya, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh eksekusi lapangan, tetapi juga oleh kualitas data yang menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Bangga dan bersyukur melihat hasil survei hari ini. Data ini membuktikan bahwa kerja kita tidak sia-sia. Inilah hasil ketika kebijakan dibuat berdasarkan indikator, bukan berdasarkan feeling,” tegas Gubernur.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi data di kalangan kepala daerah yang baru dilantik pada 20 Februari lalu. Menurutnya, masih terdapat pimpinan daerah yang salah menafsirkan indikator kemiskinan karena memakai perspektif lama yang tidak berbasis data.

Tanpa data, kita ibarat berjalan dalam gelap—melihat cahaya, tapi ternyata itu kunang-kunang, bukan lampu,” ujarnya mengingatkan.

Program yang Dulu Diremehkan Kini Terbukti Berdampak Besar

Gubernur Herman Deru juga mengulas sejumlah program lama yang dulu dianggap kecil namun kini menunjukkan dampak besar bagi masyarakat, salah satunya Program Sumsel Mandiri Pangan.

“Dulu program ini sempat ditertawakan. Tapi kalau dilakukan bersama, yang kecil akan menjadi besar. Tugas pemimpin itu memotivasi, mengajak, dan memberi resonansi,” jelasnya.

Upaya mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif terus dilakukan, sehingga Sumsel kini mampu mempertahankan predikat sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi nasional.

Pesan Khusus Untuk BPS dan Kepala Daerah

Gubernur kembali meminta BPS kabupaten/kota untuk aktif berkomunikasi dengan para bupati dan wali kota. Dengan demikian, kebijakan yang diambil di daerah benar-benar berbasis data terbaru.

Ia menyoroti adanya perbedaan kinerja antar daerah, mulai dari kabupaten yang berhasil menurunkan kemiskinan hingga yang masih mengalami anomali ekonomi—wilayah kaya dengan angka kemiskinan yang tetap tinggi.

Baca juga  BKKBN Sumsel Tertarik Kembangkan Aplikasi “Sicantik Keting Musi” sebagai Model Nasional Penanganan Stunting

“Tingkat literasi data kepala daerah sangat menentukan maju tidaknya pembangunan daerah tersebut,” tegasnya.

800 Lebih SPPG Ditargetkan Beroperasi Penuh

Gubernur menegaskan kembali bahwa dari target 808 Sentra Penyedia Pangan dan Gizi (SPPG), sebanyak 500 SPPG telah beroperasi hingga Desember 2025. Ia berharap target bisa dipercepat mengingat hasil survei menunjukkan manfaat langsung MBG bagi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal.

Provinsi mengawasi kabupaten/kota, kabupaten/kota mengawasi pelaksana di lapangan. Dengan kolaborasi berjenjang, target 808 SPPG insyaAllah bisa tuntas,” jelasnya.

Apresiasi BPS RI dan Penghargaan Nasional untuk Sumsel

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, memberikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel atas komitmen kuat dalam penyediaan data statistik berkualitas. Tahun 2025, Sumsel berhasil meraih tiga penghargaan nasional:

  • TPID Award 2025 – Provinsi Pengendali Inflasi Terbaik
  • TP2DD Award 2025
  • TKAD Award 2025

Deputi BPS juga menyoroti pembangunan New Palembang Port di Tanjung Barat yang diyakini akan memperkuat arus logistik dan meningkatkan investasi di Sumatera Selatan.

Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto karena pemenuhan gizi untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan hingga usia 15 tahun menjadi fondasi SDM Unggul Indonesia 2045.

Selain itu, Rakorda juga dirangkai dengan penyerahan Penghargaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik kepada 17 kabupaten/kota di Sumsel sebagai upaya memperkuat literasi statistik hingga level desa.

Rakorda dihadiri Gubernur Herman Deru, Deputi BPS RI, Kepala BPS Sumsel, jajaran BPS kabupaten/kota, para kepala daerah, serta pemangku kepentingan Program MBG. (Poerba)