Beranda Palembang PMI dan DLH Kota Palembang Jalin Kerja Sama Atasi Krisis Stok Darah

PMI dan DLH Kota Palembang Jalin Kerja Sama Atasi Krisis Stok Darah

41
0
PMI Palembang saat melakukan proses penyimpanan darah di Unit Donor Darah untuk memenuhi kebutuhan layanan medis. (Foto: Porba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Ketersediaan darah di Kota Palembang masih menjadi persoalan krusial yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Setiap bulan, kebutuhan darah di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan terus meningkat, sementara pasokan yang tersedia belum mampu mengimbangi tingginya permintaan.

Melihat kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk penguatan kegiatan donor darah. Penandatanganan MoU yang berlangsung Senin (22/12/2025) ini menjadi tonggak penting bagi upaya peningkatan jumlah stok darah secara terencana, rutin, dan berkelanjutan.

Kebutuhan 7.000 Kantong Per Bulan, PMI Baru Mampu Penuhi 5.000

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, S.Ag, menjelaskan bahwa kebutuhan darah di Kota Palembang mencapai angka yang sangat tinggi. Dalam satu bulan, setidaknya 7.000 kantong darah dibutuhkan untuk memenuhi berbagai keperluan medis. Namun, kemampuan PMI saat ini baru berada pada kisaran 5.000 kantong, sehingga terjadi defisit sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami. Kekurangan stok darah berpotensi menghambat pelayanan medis di rumah sakit, terutama bagi pasien gawat darurat, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit kronis,” ujar Dewi dalam sambutannya.

Keterbatasan tersebut bukan hanya berdampak pada pelayanan medis, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pasien yang membutuhkan transfusi mendesak. Oleh sebab itu, PMI terus memperkuat jaringan kerja sama dengan berbagai instansi, lembaga, komunitas, maupun organisasi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi donor darah.

MoU dengan DLH: Komitmen Kemanusiaan yang Berkelanjutan

Menurut Dewi, kolaborasi PMI dan DLH Kota Palembang merupakan langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan pasokan darah. Penandatanganan MoU ini bukan sekadar simbol kerja sama, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk menyelamatkan nyawa.

Baca juga  PJS Gelar Roadshow ke Daerah, DPP Target Daftar sebagai Konstituen Dewan Pers Juli 2026

“MoU ini adalah komitmen moral untuk menyelamatkan nyawa. Kami sangat mengapresiasi DLH Kota Palembang yang berinisiatif menjadikan donor darah sebagai agenda rutin,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, kegiatan donor darah akan dijadwalkan secara sistematis di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Targetnya bukan hanya memenuhi kebutuhan darah PMI, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya donor darah secara sukarela dan berkelanjutan. Aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai Pemkot Palembang diharapkan menjadi garda terdepan dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

Dewi turut menekankan bahwa setiap kantong darah sangat berharga. “Satu tetes darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi harapan hidup bagi pasien di berbagai rumah sakit di Palembang,” ujarnya.

DLH: Wujud Kepedulian terhadap Kemanusiaan

Kepala DLH Kota Palembang, Akhmad Mustain, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa DLH berkomitmen mendukung penuh kegiatan donor darah sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap masyarakat.

“Semoga kerja sama ini bisa membantu mengatasi kekurangan stok darah di Kota Palembang dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” kata Mustain.

DLH berharap kolaborasi ini bukan hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi kebiasaan positif di lingkungan pemerintah daerah. Ia menilai bahwa gerakan donor darah memiliki dampak sosial yang besar dan sangat erat kaitannya dengan semangat gotong royong.

Donor Darah sebagai Gerakan Bersama

Sinergi antara PMI dan DLH Kota Palembang ini diharapkan menjadi contoh praktik kolaboratif lintas sektor dalam menangani persoalan kemanusiaan. Dengan meningkatnya kebutuhan darah yang tak selalu dapat diprediksi, kerja sama antarlembaga menjadi sangat penting untuk memastikan stok tetap aman.

Kegiatan donor darah yang terencana dan berkelanjutan akan membantu mengurangi risiko defisit, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam aksi sosial yang menyelamatkan nyawa.

Baca juga  Putri Azizah Jadi Penyiar Tamu TVRI Sumsel, Tampil Percaya Diri dan Komunikatif di Peringatan HUT ke-52

Lebih dari sekadar agenda rutin, donor darah merupakan gerakan kemanusiaan yang dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan banyak orang. Dengan dukungan instansi pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat, krisis stok darah di Palembang diharapkan dapat teratasi secara bertahap. (Poerba)