Beranda Ogan Komering Ilir Generasi Muda OKI Bergerak: GG Beraksi Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah...

Generasi Muda OKI Bergerak: GG Beraksi Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah untuk Selamatkan Lingkungan

525
0
1. Para volunteer Green Generation OKI membersihkan area Taman Segitiga Emas Kayuagung dalam kegiatan GG Beraksi. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Semangat anak muda dalam menjaga lingkungan kembali terlihat di awal tahun. Green Generation Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar kegiatan GG Beraksi secara serentak bersama ratusan daerah lain di Indonesia. Untuk wilayah OKI, aksi ini dipusatkan di kawasan Taman Segitiga Emas Kayuagung, dan berada di bawah pembinaan langsung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Kamis (01/01/2026).

2. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik oleh relawan sebagai bagian edukasi lingkungan. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

CimutNews.co.id hadir langsung di lokasi kegiatan dan melakukan penelusuran mendalam, sekaligus mewawancarai sejumlah penggerak utama dalam aksi bersih lingkungan tersebut. Dari pantauan di lapangan, lebih dari 200 relawan dari berbagai komunitas dan latar belakang turut serta, membuat suasana pagi di Kayuagung terasa lebih hidup dan penuh energi positif.

Aksi Serentak yang Mengedukasi Generasi Muda

Dalam wawancara eksklusif bersama CimutNews.co.id, Deskia Rahma Eriani, Ketua Green Generation OKI (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Dalam wawancara eksklusif bersama CimutNews.co.id, Deskia Rahma Eriani, Ketua Green Generation OKI, menjelaskan bahwa kegiatan GG Beraksi bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa. Ada tujuan besar yang ingin dicapai, yakni membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

“Manfaat utama GG Beraksi adalah memberikan edukasi kepada masyarakat. Hari ini kami fokus melakukan aksi kebersihan di Taman Segitiga Emas, dibantu sekitar 200 volunteer yang mendaftar dari luar,” ujarnya.

Deskia menyebutkan bahwa salah satu kegiatan inti dalam aksi ini adalah pemilahan sampah organik dan anorganik. Langkah ini menjadi sangat penting untuk membantu petugas kebersihan dalam mengelola sampah dengan lebih efektif.

“Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pupuk, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang. Dengan pemilahan yang benar, pengelolaan sampah jadi lebih mudah dan lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa langkah kecil memilah sampah dari rumah bisa memberikan dampak besar terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Baca juga  Pemakaman Alex Noerdin di Palembang Dihadiri Ratusan Pelayat, Wali Kota Ratu Dewa Beri Penghormatan Terakhir

Ajakan untuk Warga OKI: Mulai dari Rumah Sendiri

Sementara itu, Muhammad Saleh Kurniawan, Wakil Ketua Green Generation OKI, juga memberikan pandangan yang sama. Kepada CimutNews.co.id, Saleh mengajak masyarakat OKI untuk mulai lebih peduli dan tidak abai terhadap sampah rumah tangga.

“Kami mengimbau masyarakat OKI untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan. Satu orang saja bisa menghasilkan sampah dalam jumlah besar, jadi penting untuk memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah,” katanya.

Menurutnya, tumpukan sampah yang mencapai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap hari bisa berkurang signifikan jika masyarakat melakukan pemilahan secara mandiri. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi beban kerja petugas kebersihan, tetapi juga berdampak positif terhadap kelestarian alam, manusia, dan hewan.

“Kita sebagai manusia pasti merasa tidak nyaman kalau melihat sampah berserakan di mana-mana. Lingkungan yang bersih itu membuat hidup lebih sehat dan nyaman,” ujarnya.

DLH OKI: Generasi Muda Harus Jadi Penggerak Utama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Muktaqid, ST juga memberikan tanggapan dalam wawancara eksklusif bersama CimutNews.co.id. Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran Green Generation OKI yang terus aktif mengajak generasi muda untuk peduli terhadap isu sampah dan pelestarian lingkungan. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Muktaqid, ST, juga memberikan tanggapan dalam wawancara eksklusif bersama CimutNews.co.id. Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran Green Generation OKI yang terus aktif mengajak generasi muda untuk peduli terhadap isu sampah dan pelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh Green Generation OKI, dan kebetulan tanggal satu Januari ini memang menjadi momentum gerakan bersih serentak se-Indonesia. Mudah-mudahan generasi muda semakin teredukasi, terutama dalam hal memilah sampah,” tuturnya.

Lebih jauh, Muktaqid mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten OKI berencana mengembangkan program Green Generation Junior. Jika selama ini anggota GG lebih banyak berasal dari tingkat SMA, maka ke depan program serupa akan menyasar kalangan pelajar SMP.

“Tujuannya agar kesadaran memilah sampah bisa terbentuk sejak dini. Kami berharap anak-anak ini menjadi influencer bagi keluarganya masing-masing,” tambahnya.

Baca juga  Bulan K3 Nasional 2026, Kadis Transnaker Ogan Ilir Dorong Penguatan Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Berkelanjutan

Menurut Muktaqid, edukasi lingkungan akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, ia berharap keluarga para anggota Green Generation menjadi contoh pertama dalam menerapkan kebiasaan pemilahan sampah rumah tangga.

“Jika keluarga mereka sudah terbiasa, barulah nanti masyarakat luas bisa ikut mencontoh. Minimal, sampah rumah tangga bisa dipilah dengan baik sebelum dibuang,” ujarnya.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Aksi GG Beraksi di Taman Segitiga Emas menjadi bukti konkret bahwa kepedulian anak muda terhadap lingkungan semakin tumbuh. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Aksi GG Beraksi di Taman Segitiga Emas menjadi bukti konkret bahwa kepedulian anak muda terhadap lingkungan semakin tumbuh. Mereka tidak hanya bergerak pada momen-momen tertentu, tetapi konsisten mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Dengan memulai langkah sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, masyarakat OKI diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang. (Asep)