Beranda Ogan Ilir Mayat Anak Laki-Laki Mengapung di Sungai Ogan: Warga Talang Balai Lama Gempar,...

Mayat Anak Laki-Laki Mengapung di Sungai Ogan: Warga Talang Balai Lama Gempar, Polisi Pastikan Identitas Korban

99
0
1. Warga dan pihak kepolisian saat mengevakuasi korban dari aliran Sungai Ogan. (Foto: Sandi/cimutnews.co.id)

Ogan Ilir, cimutnews.co.id — Suasana tenang di Desa Talang Balai Lama, Kecamatan Tanjung Raja, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan sesosok mayat anak laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Ogan, Kamis (1/1/2026) pagi. Temuan tersebut sontak menggegerkan warga, yang kemudian berbondong-bondong mendekati lokasi kejadian di RT 04 Dusun II Desa Talang Balai Lama.

Penemuan mayat itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi dihimpun CimutNews.co.id menyebutkan bahwa seorang buruh bernama Yuliadi (46) menjadi saksi pertama yang melihat tubuh anak kecil tersebut. Ia mendengar teriakan dari arah sungai dan segera menghampiri sumber suara. Saat mendekat, ia melihat jelas sesosok tubuh kecil dalam keadaan mengapung terbawa arus.

“Saya kira ada hewan atau sampah hanyut, tapi ternyata anak kecil,” ujar Yuliadi dengan nada kaget saat ditemui di lokasi. Menyadari situasi darurat, Yuliadi berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Beberapa warga kemudian datang dan bersama-sama melakukan evakuasi. Tubuh korban berhasil ditarik ke tepian sungai. Setelah itu, kejadian dilaporkan ke Pemerintah Desa Talang Balai Lama dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Tak lama kemudian, personel Polsek Tanjung Raja tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten OKI mengingat kemungkinan kaitan kasus ini dengan laporan orang hilang di Sungai Ogan beberapa hari sebelumnya.

Identitas Korban Terkonfirmasi: Hafiz Rizki (7) dari Palembang

Setelah dilakukan identifikasi awal, petugas memastikan bahwa korban adalah Hafiz Rizki (7), seorang pelajar asal kawasan Talang Jambe, Kota Palembang. Kepastian ini diperoleh setelah Polsek Tanjung Raja menerima informasi dari BPBD OKI terkait laporan korban hilang beberapa hari lalu.

Baca juga  Pemkot Prabumulih Raih Apresiasi SIPD RI 2025, Implementasi Digitalisasi Pemerintahan Capai 100 Persen

BPBD OKI mengungkapkan bahwa Hafiz sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Ogan pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 15.45 WIB. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban sedang berenang bersama keluarganya di wilayah Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI.

Dalam insiden tersebut, tiga anggota keluarga dilaporkan hanyut terseret arus sungai. Nenek korban yang berada di lokasi hanya mampu menyelamatkan dua orang, sementara Hafiz hilang terbawa arus. BPBD OKI kemudian melakukan pencarian selama beberapa hari dengan menyusuri aliran Sungai Ogan menggunakan perahu karet dan metode penyisiran darat.

Namun, hingga awal tahun baru 2026, korban belum ditemukan—sampai akhirnya tubuhnya muncul di aliran sungai wilayah hukum Polsek Tanjung Raja, Ogan Ilir.

Polisi Lakukan Langkah Cepat, Korban Diserahkan ke Keluarga

Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, saat diwawancarai CimutNews.co.id menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur setelah mendapat laporan dari warga.

“Setelah menerima informasi, kami langsung mendatangi TKP, mengamankan area, dan berkoordinasi dengan BPBD OKI. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, dapat dipastikan bahwa penemuan ini sangat berkaitan dengan peristiwa anak tenggelam beberapa hari lalu,” ujar AKP Zahirin.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setelah proses identifikasi selesai, jenazah Hafiz diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Polisi tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban, sehingga penyebab kematian dipastikan murni akibat tenggelam.

Imbauan Keselamatan: Waspada Saat Beraktivitas di Sungai

Insiden ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar Sungai Ogan. Polsek Tanjung Raja bersama BPBD OKI mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak ketika beraktivitas di dekat sungai.

“Sungai Ogan memiliki arus yang tidak bisa diprediksi. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Awasi anak-anak dan hindari berenang di area yang memiliki arus kuat,” tegas Kapolsek.

Baca juga  Tes Urine 769 Personel Polres OKI, Komitmen Bersih Narkoba Ditegaskan dari Internal

BPBD OKI juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain atau mandi di sungai saat debit air meningkat. Mengingat kondisi alam yang tidak selalu stabil, pengawasan orang tua menjadi faktor paling utama dalam mencegah kecelakaan serupa.

Duka Awal Tahun yang Menggugah Kepedulian

Penemuan mayat Hafiz Rizki menjadi duka mendalam bagi keluarga, sekaligus meninggalkan kesedihan tersendiri bagi warga Talang Balai Lama yang menemukan jasad tersebut. Di tahun baru yang seharusnya disambut dengan sukacita, masyarakat justru diingatkan kembali bahwa keselamatan di sekitar sungai harus menjadi prioritas bersama.

Dengan kejadian ini, banyak warga berharap agar pemerintah daerah dapat memperkuat sistem mitigasi serta edukasi terhadap bahaya daerah aliran sungai, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk. (Sandi)