Beranda Palembang Warga Royyan Mulia Klarifikasi Aksi di Kantor PT TSM, Tegaskan Tidak Mewakili...

Warga Royyan Mulia Klarifikasi Aksi di Kantor PT TSM, Tegaskan Tidak Mewakili Sikap Mayoritas Lingkungan

87
0
1. Perwakilan ibu-ibu Perumahan Royyan Mulia saat menyampaikan klarifikasi terkait video aksi di kantor PT TSM. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Sejumlah perwakilan warga Perumahan Royyan Mulia akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait aksi yang terjadi di kantor PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) pada 3 Februari 2026 lalu. Mereka menegaskan bahwa tindakan yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial tidak mencerminkan sikap mayoritas warga di lingkungan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan beberapa ibu rumah tangga yang mengaku aktif berkomunikasi dengan pihak perusahaan, yakni berinisial Oy, Sr, Ln, dan Dk, pada Rabu (11/2/2026). Mereka menilai aksi yang viral tersebut hanya dilakukan oleh oknum tertentu dan tidak dapat digeneralisasi sebagai representasi seluruh warga Royyan Mulia.

“Tidak seluruh warga Royyan seperti yang ada di video yang beredar itu. Cara penyampaiannya juga tidak tepat, mengingat kami selama ini sudah sering berkomunikasi dengan pihak TSM dan hubungan komunikasi berjalan baik. Itu hanya dilakukan oleh oknum saja,” ujar para perwakilan warga secara serempak.

Klarifikasi ini muncul di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial yang berpotensi membentuk opini publik secara luas. Dalam konteks nasional, fenomena viralnya sebuah peristiwa kerap menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait akurasi informasi, perlindungan reputasi pihak tertentu, serta pentingnya verifikasi sebelum penarikan kesimpulan.

Di tingkat daerah, hubungan antara masyarakat dan pelaku usaha dinilai memerlukan ruang dialog yang terbuka dan berimbang. Komunikasi yang baik menjadi kunci dalam mencegah kesalahpahaman sekaligus menjaga stabilitas sosial di lingkungan permukiman. Karena itu, warga Royyan Mulia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi melalui cara yang santun, beretika, dan sesuai norma hukum.

Menurut para perwakilan warga, persoalan yang muncul seharusnya dapat dibicarakan secara lebih bijak tanpa tindakan emosional yang berpotensi memicu konflik. Mereka menyayangkan jika rekaman video yang beredar justru menimbulkan kesan seolah seluruh warga berada dalam posisi yang sama, padahal komunikasi dengan PT TSM selama ini disebut berjalan terbuka.

Baca juga  Gubernur Herman Deru Lepas Ratusan Jamaah Haul Kiai Marogan ke-125, Targetkan Jadi Agenda Wisata Religi Tahunan Sumsel

Mereka juga mengingatkan bahwa penyampaian pendapat di ruang publik perlu mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas. Di era digital, satu potongan video dapat menyebar cepat dan membentuk persepsi kolektif, meski belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Harapan kami, permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik-baik melalui komunikasi yang santun, tetap dalam koridor norma dan etika, serta tidak melanggar hukum yang berlaku,” ungkap mereka.

Selain itu, warga meminta masyarakat—terutama pengguna media sosial—tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa video viral tersebut mewakili keseluruhan sikap warga Perumahan Royyan Mulia. Mereka menilai kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi menjadi hal penting guna mencegah munculnya stigma terhadap komunitas tertentu.

Dalam penjelasan lanjutan, para ibu rumah tangga tersebut menegaskan bahwa pada prinsipnya warga ingin menjaga hubungan harmonis dengan PT TSM sebagai bagian dari lingkungan sekitar. Mereka memandang perusahaan bukan sebagai pihak yang harus dihadapi secara konfrontatif, melainkan mitra yang perlu diajak berdialog untuk mencari solusi bersama.

Pendekatan komunikasi yang baik, menurut mereka, justru lebih berpeluang menghasilkan penyelesaian efektif tanpa merugikan pihak mana pun. Karena itu, mereka berharap ruang musyawarah dapat terus dibuka agar persoalan yang sempat memanas dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Sejumlah pengamat sosial menilai klarifikasi semacam ini penting untuk menjaga keseimbangan informasi di ruang publik. Transparansi sikap warga sekaligus menjadi upaya meredam potensi konflik horizontal yang dapat muncul akibat kesalahpahaman. Di sisi lain, perusahaan juga diharapkan tetap membuka kanal komunikasi yang responsif terhadap aspirasi masyarakat sekitar.

Warga Royyan Mulia berharap setelah adanya penegasan sikap ini, suasana lingkungan dapat kembali kondusif. Mereka juga menginginkan seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog sebagai jalan utama penyelesaian persoalan.

Baca juga  Pemkot Palembang Gelar Lomba Masak Inovasi Ikan: Dorong GEMARIKAN dan Tekan Stunting Lewat Menu Kreatif

Penutup dari klarifikasi tersebut menegaskan komitmen warga untuk menjaga hubungan baik, stabilitas sosial, serta penyelesaian masalah secara damai dan bermartabat. Dengan komunikasi yang terbuka dan berimbang, diharapkan persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan, melainkan berakhir pada solusi yang adil bagi semua pihak. (Poerba)