Beranda Palembang Harga Sembako Palembang Jelang Ramadan 2026 Terkendali, Ratu Dewa Pastikan Stok Aman...

Harga Sembako Palembang Jelang Ramadan 2026 Terkendali, Ratu Dewa Pastikan Stok Aman dan Gelar Pasar Murah di 18 Kecamatan

59
0
1. Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau pasar murah Ramadan di Kecamatan Ilir Timur III.(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Harga sembako Palembang jelang Ramadan 2026 dipastikan tetap terkendali oleh Pemerintah Kota Palembang. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan ketersediaan stok kebutuhan pokok dalam kondisi aman saat meninjau langsung pasar murah Ramadan di Kecamatan Ilir Timur III, Kamis (26/2/2026).

 Menjelang bulan suci Ramadan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama pemerintah di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog, secara rutin menginstruksikan pemerintah daerah untuk menjaga pasokan serta mengendalikan inflasi pangan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok. Intervensi seperti pasar murah dan operasi pasar menjadi instrumen penting untuk menekan lonjakan harga.

 
Di Palembang, Pemkot mengambil langkah konkret dengan menggelar pasar murah Ramadan di 18 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Beberapa komoditas yang dijual antara lain:

  • Beras SPHP 5 kg: Rp57.000 (harga pasar sekitar Rp62.000)
  • Telur ayam: Rp27.000/kg
  • Minyak goreng: Rp14.700/liter
  • Daging kerbau beku: Rp91.000/kg
  • Daging sapi premium: Rp140.000/kg
  • Tepung terigu: Rp10.000/kemasan

Selain itu, Pemkot Palembang juga menyediakan 250 voucher belanja senilai Rp10.000 per hari bagi warga yang datang dengan menunjukkan KTP.

 Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa kondisi stok pangan saat ini masih dalam batas aman.

“Secara umum stok kebutuhan pokok di Palembang dalam kondisi aman. Kami terus berkoordinasi dengan distributor agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan selama Ramadan,” ujar Ratu Dewa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan melalui Kabid SSDP, Elsa Noviani, menyampaikan bahwa pasar murah akan digelar merata.

Baca juga  HIMA MPI IAIN Ash-Shiddiqiahyah Gelar Rapat Kerja dan Yasinan, Perkuat Konsolidasi dan Spirit Kaderisasi

“Pasar murah Ramadan akan dilaksanakan di 18 kecamatan. Kami juga menyediakan voucher belanja untuk membantu masyarakat,” jelas Elsa.

 Kenaikan harga memang terpantau pada beberapa komoditas seperti telur ayam, namun pemerintah memastikan lonjakan tersebut masih dalam batas wajar. Koordinasi intensif dengan distributor dan Perum Bulog menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan.

Peran Bulog dinilai strategis dalam memastikan ketersediaan beras dan bahan pokok lainnya selama Ramadan. Dengan stok yang cukup, potensi kelangkaan dan spekulasi harga dapat ditekan.

Program pasar murah juga tidak hanya berdampak pada penurunan harga di lokasi kegiatan, tetapi turut mempengaruhi stabilitas harga di pasar umum karena adanya intervensi langsung dari pemerintah.

Pemerintah Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Partisipasi masyarakat dalam menjaga pola konsumsi yang wajar dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasar.

Selain itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan program pasar murah sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

 
Upaya stabilisasi harga pangan di Palembang merupakan bagian dari langkah preventif menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah daerah memastikan seluruh kebijakan dilakukan secara terukur dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan efektivitas program yang dijalankan. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan secara berkelanjutan.(Poerba)