Beranda Palembang Ratu Dewa Raih Penghargaan Tokoh Pengayom NU Palembang, Tegaskan Komitmen Kolaborasi Umara...

Ratu Dewa Raih Penghargaan Tokoh Pengayom NU Palembang, Tegaskan Komitmen Kolaborasi Umara dan Ulama

58
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima penghargaan Tokoh Pengayom NU dalam Resepsi Satu Abad NU di Graha Bandara Insani Talang Jambe, Minggu (16/2/2026).(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Palembang, cimutnews.co.id – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengayom Nahdlatul Ulama Kota Palembang dalam rangkaian Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama dan penganugerahan NU Sumsel Award. Kegiatan berlangsung khidmat di Gedung Graha Bandara Insani Talang Jambe, Minggu (16/2/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat sinergi dengan NU, khususnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah. Informasi ini dihimpun cimutnews.co.id dari keterangan resmi panitia kegiatan dan sambutan Wali Kota Palembang dalam acara tersebut.

Tonggak Sejarah Satu Abad NU

Secara nasional, peringatan satu abad NU menjadi momentum reflektif bagi perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu sejak berdiri pada 1926. Dalam berbagai kesempatan, NU dikenal konsisten mengusung Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta berperan dalam merawat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di hadapan jajaran pengurus NU Sumatera Selatan, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat yang hadir, Ratu Dewa menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya resepsi satu abad tersebut. Ia menyebut momentum ini sebagai tonggak sejarah penting, bukan hanya bagi NU, tetapi juga bagi perjalanan bangsa.

“Selama satu abad, NU telah menunjukkan peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, perekat persatuan umat, sekaligus pilar dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Ratu Dewa dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa NU tidak hanya berdakwah melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan, pendidikan, gerakan sosial, serta pengabdian nyata bagi masyarakat dan negara.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Palembang, kami menyampaikan selamat satu abad Nahdlatul Ulama. Semoga NU senantiasa istiqomah, semakin kuat, dan terus menjadi rahmat bagi umat,” katanya.

Baca juga  Firdaus Hasbullah Lantik DPD PGK Kabupaten Ogan Ilir, Tekankan Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

Data dan Program Keagamaan di Palembang

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Palembang mengklaim telah merealisasikan sejumlah program untuk mendukung kehidupan keagamaan. Program tersebut mencakup pemberian insentif bagi marbot masjid, jaminan sosial untuk ustadz dan ustadzah, bantuan hibah rumah ibadah, hingga insentif bagi da’i dan da’iyah.

Menurut Ratu Dewa, kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat, seiring dengan pembangunan fisik dan infrastruktur kota.

Ia menilai pembangunan daerah tidak bisa hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan infrastruktur semata. Pemerintah, kata dia, juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter dan nilai-nilai keagamaan masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan seimbang. Selain infrastruktur, kita juga harus memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, sejumlah pengamat kebijakan publik sebelumnya mengingatkan agar program insentif dan hibah keagamaan tetap dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Hal ini penting agar bantuan tepat sasaran serta tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Penghargaan sebagai Amanah Moral

Terkait penghargaan yang diterimanya, Ratu Dewa menegaskan bahwa anugerah tersebut bukan sekadar simbol apresiasi. Ia menyebut penghargaan itu sebagai amanah moral yang harus dijaga melalui kerja nyata dan konsisten.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara umara (pemerintah) dan ulama dalam membangun Kota Palembang. Menurutnya, sinergi kedua elemen tersebut menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial, menjaga nilai-nilai moderasi beragama, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Palembang, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan NU dan seluruh elemen umat demi mewujudkan Palembang yang sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan.

Baca juga  Oknum Kepala UPTD Disnakertrans Ogan Ilir Jadi Tersangka Penelantaran Anak, Korban Minta Proses Hukum Ditegakkan

Momentum Penguatan Komitmen Bersama

Resepsi Satu Abad NU tersebut tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum penguatan komitmen bersama dalam merawat nilai-nilai Islam moderat dan menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Sejumlah tokoh agama yang hadir menyampaikan harapan agar sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan umat.

Cimutnews.co.id mencatat, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Dengan komunikasi yang terbuka dan berbasis kepentingan publik, kebijakan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Ratu Dewa kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas, tanpa membedakan latar belakang organisasi.

“Kami akan terus hadir dan berkontribusi bagi kepentingan umat serta seluruh masyarakat Kota Palembang,” pungkasnya.

Sebagai media daerah yang menjunjung tinggi akurasi dan keberimbangan, cimutnews.co.id akan terus memantau implementasi program-program keagamaan tersebut serta membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik. (Poerba)