
Lempuing Jaya, cimutnews.co.id – Dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-XIV, Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) IAIN Ash-Shiddiqiahyah menggelar kajian ilmiah yang secara khusus mengkritisi isu MBG (Makan Bergizi Gratis) serta polemik hiburan malam di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Maulidiyah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah refleksi akademik dan sosial bagi mahasiswa.
Kajian tersebut dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa dalam merespons dinamika kebijakan publik yang berkembang di tengah masyarakat.
Forum berlangsung secara terbuka, tertib, dan dialogis dengan menghadirkan para pimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Ketua DEMA IAIN Ash-Shiddiqiahyah, Setiawan Jhordy, dalam penyampaiannya secara tegas menyikapi isu hiburan malam yang saat ini menjadi perhatian publik.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen kontrol sosial yang harus peka terhadap kondisi daerah. Menurutnya, persoalan hiburan malam tidak dapat dilihat semata-mata dari aspek legalitas perizinan, tetapi juga harus mempertimbangkan norma agama, nilai budaya lokal, serta dampak sosial yang dirasakan masyarakat sekitar.
Ia menekankan pentingnya evaluasi kebijakan yang berpihak pada ketertiban umum dan kemaslahatan bersama.
Sementara itu, Ketua PMII Komisariat IAIN Ash-Shiddiqiahyah, Peni Revaldo, menyoroti pentingnya pendekatan akademik dalam menyikapi isu MBG maupun hiburan malam. Ia menyampaikan bahwa program MBG pada dasarnya memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda.
Namun demikian, pelaksanaannya perlu dikawal secara transparan dan akuntabel agar tepat sasaran serta tidak menimbulkan persoalan baru. Dalam konteks hiburan malam, ia menekankan pentingnya dialog antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan bersifat bijak dan komprehensif.
Pandangan konstruktif juga disampaikan oleh para Ketua Himpunan Mahasiswa di berbagai program studi. Muhammad Muhsinin, selaku Ketua HIMA Prodi Pendidikan Agama Islam, menegaskan bahwa setiap kebijakan publik hendaknya selaras dengan nilai-nilai moral dan pendidikan karakter. Ia menilai bahwa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas sosial dan spiritual masyarakat.
Ketua HIMA Ekonomi Syari’ah, Adi Ratama, menambahkan bahwa aspek ekonomi juga perlu menjadi perhatian dalam kedua isu tersebut. Program MBG harus memiliki tata kelola yang baik agar efisien dan berkelanjutan, sementara polemik hiburan malam perlu dianalisis dari sisi dampak ekonomi dan sosialnya secara seimbang.
Ketua HIMA Hukum Ekonomi Syari’ah, Mad Kosim, menyampaikan bahwa setiap kebijakan harus berlandaskan regulasi yang jelas dan tidak bertentangan dengan prinsip keadilan. Ia menekankan pentingnya kepastian hukum serta penegakan aturan yang konsisten demi menciptakan ketertiban di masyarakat.
Selanjutnya, Ketua HIMA Manajemen Pendidikan Islam, Vina Yulianti, mengingatkan pentingnya pendekatan edukatif dalam menyikapi persoalan sosial. Menurutnya, solusi jangka panjang terletak pada pembinaan moral dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Ketua HIMA PGMI, Rika, turut menyampaikan bahwa generasi muda perlu dilindungi dari dampak negatif lingkungan sosial yang tidak kondusif. Ia menilai bahwa isu hiburan malam harus dikaji secara menyeluruh demi menjaga masa depan generasi penerus.
Sementara itu, Ketua HIMA Pendidikan Bahasa Inggris, Erlangga, menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif dan berimbang agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Melalui kajian ini, ORMAWA IAIN Ash-Shiddiqiahyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang produktif dan solutif.
Momentum Dies Maulidiyah ke-XIV diharapkan menjadi titik refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai intelektual muda yang kritis, santun, dan bertanggung jawab dalam mendukung pembangunan daerah yang berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Jhordy)

















