Beranda Palembang Inflasi Palembang Februari 2026 Naik 0,58 Persen, Harga Emas dan Pangan Jadi...

Inflasi Palembang Februari 2026 Naik 0,58 Persen, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama

81
0
1. Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, saat menyampaikan rilis inflasi Februari 2026.(Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Inflasi Palembang Februari 2026 kembali mengalami kenaikan dengan angka month-to-month (mtm) sebesar 0,58 persen. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang menunjukkan lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan serta sejumlah komoditas pangan strategis di tengah tekanan cuaca dan peningkatan permintaan menjelang Ramadan.

Kondisi inflasi di Palembang sejalan dengan dinamika nasional, di mana pemerintah pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) terus mendorong stabilitas harga melalui sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pengendalian inflasi menjadi prioritas strategis nasional, terutama menjelang hari besar keagamaan yang kerap memicu kenaikan permintaan bahan pokok.

Selain faktor domestik, tekanan inflasi juga dipengaruhi tren global, seperti penguatan harga emas dunia serta fluktuasi harga komoditas energi. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi daerah tidak terlepas dari pengaruh eksternal yang lebih luas.

Berdasarkan rilis BPS Kota Palembang per 2 Maret 2026, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 4,37 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 0,63 persen.

Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, mengungkapkan bahwa emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi mtm dengan andil 0,240 persen. Selain itu, sejumlah komoditas pangan juga turut memberikan kontribusi, di antaranya cabai merah (0,084 persen), daging ayam ras (0,035 persen), telur ayam ras (0,028 persen), tomat (0,016 persen), dan ikan dencis (0,015 persen).

Dari total 393 komoditas yang dipantau, sebanyak 89 komoditas mengalami kenaikan harga, 29 komoditas turun harga, dan 275 komoditas relatif stabil. Data ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi bersifat selektif dan tidak merata di seluruh sektor.

Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas mengikuti tren global.
“Harga emas perhiasan naik signifikan mengikuti penguatan harga emas dunia. Ini menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Februari,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Baca juga  Polda Sumsel dan BNNP Sikat 20 Terduga Pengedar Narkoba di Banyuasin: Bukti Nyata Komitmen Perangi Narkotika

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah pengendalian inflasi berbasis strategi 4K.
“Menipisnya pasokan akibat cuaca ekstrem serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan menyebabkan harga cabai dan daging ayam terdorong naik,” jelasnya.

Secara struktural, inflasi Palembang Februari 2026 dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni komoditas global dan gangguan pasokan domestik. Kenaikan harga emas mencerminkan kondisi pasar internasional, sementara komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat terdampak langsung oleh cuaca ekstrem yang menurunkan produksi.

Di sisi lain, terdapat faktor penahan inflasi. Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi memberikan kontribusi deflasi sebesar 0,045 persen. Hal ini dipicu oleh pelemahan harga minyak mentah dunia serta stabilnya nilai tukar rupiah.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan adalah sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,82 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,74 persen. Kenaikan tarif listrik dan harga emas menjadi faktor dominan dalam kelompok ini.

Temuan ini memperlihatkan bahwa inflasi di Palembang tidak hanya dipengaruhi sektor pangan, tetapi juga sektor non-pangan yang memiliki dampak signifikan terhadap pengeluaran masyarakat.

Pemerintah Kota Palembang mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Di sisi lain, pelaku usaha diharapkan menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik yang merugikan konsumen.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Palembang akan menggelar pasar murah di tingkat kecamatan dan kelurahan, memperkuat kerja sama antar daerah untuk pasokan pangan, serta menambah cadangan pangan strategis. Selain itu, revitalisasi pasar dan perbaikan infrastruktur distribusi juga menjadi fokus untuk memastikan kelancaran pasokan.

Baca juga  Mudik Lebaran 2026 Sumsel: 1.500 Km Jalan Nasional Dikebut, 3,8 Juta Pemudik Diprediksi Melintas

 Kenaikan inflasi Palembang Februari 2026 mencerminkan dinamika ekonomi yang dipengaruhi berbagai faktor, baik global maupun lokal. Meski terjadi peningkatan, kondisi inflasi masih dalam kategori terkendali berdasarkan data resmi BPS.

Pemerintah daerah bersama TPID dan BPS terus memperkuat langkah pengendalian berbasis data guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pemberitaan ini disusun berdasarkan rilis resmi dan keterangan narasumber, dengan menjunjung tinggi prinsip akurasi, keberimbangan, serta asas praduga tak bersalah sesuai kode etik jurnalistik. (Poerba)