Beranda Nusantara Viral Pedagang Cilok Jalan Kaki Bandung–Ciamis, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Modal

Viral Pedagang Cilok Jalan Kaki Bandung–Ciamis, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Modal

11
0
Asep Kumala Seta, pedagang cilok yang viral karena berjalan kaki dari Bandung menuju Ciamis saat mudik Lebaran 2026.(Foto:tribunjabar/CN)

BANDUNG, cimutnews.co.id – Kisah pedagang cilok bernama Asep Kumala Seta yang mudik dengan berjalan kaki dari Bandung menuju Ciamis menjadi viral di media sosial. Aksi nekat tersebut dilakukan karena keterbatasan ekonomi, sekaligus upaya bertahan hidup dengan berjualan cilok selama perjalanan menjelang Idul Fitri 2026.

Fenomena ini pertama kali mencuat setelah diangkat oleh media lokal, termasuk Tribunjabar.id, yang mengisahkan perjuangan Asep menyusuri jalur panjang dengan berjalan kaki sambil membawa dagangan sebagai bekal hidup.

Bertahan Hidup dari Jualan Cilok

Dalam perjalanannya, Asep mengandalkan hasil jualan cilok untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Ia mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk mudik menggunakan kendaraan umum.

“Dengan berbekal jualan cilok, saya bisa makan selama di perjalanan,” ungkap Asep seperti dikutip dari Tribunjabar.id.

Perjalanan panjang tersebut akhirnya terhenti di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, setelah seorang wartawan yang bertemu langsung dengan Asep tergerak membantu dan membiayai perjalanan pulangnya menggunakan bus menuju Ciamis.

Perhatian Dedi Mulyadi dan Bantuan Modal

Kisah Asep kemudian sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang langsung menghubungi Asep melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan tersebut, Dedi menanyakan kondisi usaha Asep, termasuk kebutuhan modal untuk berdagang cilok.

“Kalau jualan cilok tanggungan sendiri, modalnya berapa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Kalau sendiri, sekitar Rp2 juta, soalnya yang mahal rodanya,” jawab Asep.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi memberikan arahan sekaligus bantuan finansial. Ia meminta Asep menyisihkan sebagian uang untuk keluarganya dan memperkuat usaha.

“Kedua, yang Rp2 juta belikan roda. Nanti, saya berikan lagi Rp1 juta lewat Haji Mumu untuk modal dagang Bapak,” ujar Dedi.

Pesan Disiplin Keuangan dan Fokus Usaha

Baca juga  Satreskrim Polres Blitar Cek Pangkalan LPG, Pastikan Stok Gas Melon Aman Selama Ramadhan

Selain bantuan, Dedi Mulyadi juga menyoroti kebiasaan Asep yang memiliki hobi mendaki gunung, yang dinilai dapat mengganggu stabilitas keuangan jika tidak dikelola dengan baik.

“Oke naik gunung hobi Bapak, tetapi bisa enggak untuk sementara Bapak menyimpan uang dengan baik daripada menghabiskan uang untuk hobi?” tanya Dedi.

“InsyaAllah, Pak,” jawab Asep.

Dedi kemudian meminta komitmen tegas agar Asep fokus pada usahanya.

“Bapak sanggup enggak, diatur naik gunungnya, tetapi Bapak fokus dengan usaha Bapak. Kalau ada uang disimpan,” tegasnya.

“Sanggup,” jawab Asep.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Dedi Mulyadi bahkan menambah bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta jika Asep benar-benar konsisten menjalankan komitmennya.

“Kalau bener, saya tambah Rp1 juta lagi,” kata Dedi.

Cerminan Realitas Ekonomi Masyarakat

Kisah Asep menjadi potret nyata kondisi ekonomi sebagian masyarakat kecil yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk biaya mudik. Di tengah berbagai program pemerintah dalam mendukung UMKM dan kesejahteraan rakyat, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya akses ekonomi yang merata.

Di akhir, Dedi Mulyadi berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi titik awal perubahan hidup bagi Asep. Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus bekerja keras dan bijak dalam mengelola keuangan.

“Yang penting usaha dijaga, uang dikelola dengan baik, dan jangan menyerah,” pesannya. (Ujang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here