Beranda Nusantara Klarifikasi Mitra MBG Bandung Barat Viral, Hendrik Minta Maaf Usai Tuai Kritik...

Klarifikasi Mitra MBG Bandung Barat Viral, Hendrik Minta Maaf Usai Tuai Kritik Publik

16
0
1. Hendrik Irawan saat menyampaikan klarifikasi terkait statusnya sebagai mitra MBG di Bandung Barat.(Foto: (Instagram/hendrikirawan_d1213mbg - lita.gading/CN)

Bandung Barat, cimutnews.co.id – Klarifikasi mitra MBG Bandung Barat menjadi sorotan setelah Hendrik Irawan mengaku telah diberhentikan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyampaikan permintaan maaf kepada netizen, Selasa (25/03/2026), menyusul viralnya video dirinya berjoget serta klaim insentif harian yang memicu polemik di media sosial.

video Klarifikasi mitra MBG Bandung Barat viral di media sosial. Hendrik minta maaf usai video joget dan klaim insentif Rp6 juta menuai kritik publik. (Screenshot_20260325_214311_Instagram_copy_1200x600)

Hendrik Irawan menyampaikan klarifikasi melalui unggahan di media sosial pribadinya. Ia mengaku telah tidak lagi menjadi bagian dari mitra program MBG di wilayah Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Dalam pernyataannya, Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik yang sebelumnya mengkritik tindakannya.

Ia menyebut keputusan pemberhentian tersebut dilakukan oleh pihak yang ia sebut sebagai bagian dari badan terkait program gizi nasional. Hendrik juga menyinggung reaksi netizen yang menurutnya terus melontarkan kritik, meskipun ia telah memberikan penjelasan. Pernyataan tersebut memunculkan dugaan publik bahwa klarifikasi yang disampaikan merupakan bagian dari upaya meredam isu yang berkembang.

Kontroversi ini bermula dari viralnya video Hendrik yang memperlihatkan dirinya berjoget, disertai narasi pengakuan menerima insentif hingga Rp6 juta per hari sebagai mitra MBG. Konten tersebut menuai beragam reaksi, mulai dari kritik hingga kecaman, karena dinilai tidak mencerminkan etika pengelolaan program publik.

Psikolog Lita Gading turut memberikan tanggapan atas polemik tersebut. Dalam unggahannya di Instagram, ia mengkritik sikap Hendrik yang dinilai tidak konsisten, terlebih setelah yang bersangkutan melaporkan dua akun media sosial ke pihak berwajib. Menurutnya, tindakan tersebut justru memperkeruh situasi.

Lita menegaskan bahwa program MBG sebagai salah satu prioritas pemerintah sejatinya tidak menjadi masalah. Namun, ia menilai perilaku oknum di lapangan dapat merusak citra program tersebut di mata masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya tanggung jawab dalam penggunaan media sosial, terutama bagi pihak yang terlibat dalam program publik.

Baca juga  Disperindag Kabupaten Blitar Gelar Pelatihan Bagi Buruh dan Industri Rokok, Optimalkan Anggaran DBHCHT

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Di sejumlah daerah, program ini menjadi perhatian publik karena menyangkut transparansi, distribusi, serta integritas pelaksana di lapangan.

Kasus klarifikasi mitra MBG Bandung Barat ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan etika dalam menjalankan program pemerintah. Diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga kepercayaan publik serta mengedepankan transparansi, agar tujuan program sosial seperti MBG tetap tercapai secara optimal. (Timred)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here