
PALI – Open House Lebaran Idul Fitri yang digelar di kediaman mantan Bupati PALI, Heri Amalindo, mendadak dipadati ribuan warga, Rabu (25/3/2026). Acara yang berlangsung di “Rumah Kebon”, Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, ini menunjukkan kuatnya kedekatan tokoh tersebut dengan masyarakat.
Meski disebut digelar secara spontan, arus kedatangan warga tidak pernah terputus sejak pagi hingga siang hari.
Antusiasme Warga Membludak di Rumah Kebon
Kediaman pribadi Heri Amalindo yang dikenal sebagai “Rumah Kebon” berubah menjadi lautan manusia. Warga dari berbagai penjuru Kabupaten PALI datang untuk bersilaturahmi dalam suasana Lebaran.
Fenomena ini dinilai sebagai bukti kuat bahwa sosok Heri Amalindo masih memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat Bumi Serepat Serasan.
Silaturahmi Jadi Magnet Utama
Antusiasme warga terlihat dari:
- Kehadiran masyarakat sejak pagi hari
- Arus kunjungan yang tidak terputus
- Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan
DPD PSI PALI Hadir Lengkap Hingga Tingkat Kecamatan
Salah satu rombongan yang mencuri perhatian adalah jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten PALI.
Dipimpin Sekretaris DPD PSI PALI, Dino, mereka hadir lengkap mulai dari tingkat kabupaten hingga pengurus kecamatan (DPC) dan ranting.
“Alhamdulillah, meski acaranya mendadak, antusiasme masyarakat—termasuk kami dari PSI—sangat luar biasa. Kami hadir full tim,” ujar Dino di lokasi.
PSI Siap Bersinergi dan Tetap Kritis
Dino menilai, tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan hubungan emosional yang erat antara Heri Amalindo dan warga PALI.
Menurutnya, momentum ini juga menjadi pesan penting bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun daerah.
Komitmen Politik PSI di PALI
PSI menegaskan sikapnya:
- Mendukung program pemerintah yang pro-rakyat
- Siap bersinergi dalam pembangunan daerah
- Tetap kritis demi kepentingan masyarakat
“Pesan moralnya jelas, kita harus bersama-sama membangun Kabupaten PALI,” tegasnya.
Makna Politik dan Sosial di Balik Open House
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan partai politik dalam jumlah besar memperlihatkan bahwa Open House tidak sekadar ajang silaturahmi.
Namun juga menjadi:
- Ruang konsolidasi sosial
- Indikator pengaruh tokoh lokal
- Momentum komunikasi politik yang cair
Open House yang digelar Heri Amalindo di PALI menjadi bukti kuat bahwa hubungan antara pemimpin dan masyarakat tetap terjaga. Tingginya antusiasme warga diharapkan dapat menjadi energi positif untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif. Sejumlah pihak pun mengimbau agar momentum silaturahmi ini terus dijaga sebagai fondasi kebersamaan di tengah masyarakat. (ikke)


















