Beranda Palembang Olahraga Domino Sumsel Resmi Dikembangkan, Herman Deru Dorong Inklusivitas dan Prestasi Atlet...

Olahraga Domino Sumsel Resmi Dikembangkan, Herman Deru Dorong Inklusivitas dan Prestasi Atlet Daerah

12
0
1. Gubernur Sumsel Herman Deru saat melantik pengurus Orado Sumsel di Jakabaring Sport City, Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pengembangan olahraga domino Sumsel memasuki babak baru setelah Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melantik pengurus Olahraga Domino (Orado) provinsi di Jakabaring Sport City, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Kejuaraan Daerah (Kejurda) pertama tingkat provinsi.

Momentum ini menjadi penting karena menandai transformasi domino dari permainan tradisional menjadi cabang olahraga terstruktur yang berpotensi mencetak atlet berprestasi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.

Domino dari Tradisi ke Olahraga Kompetitif

Inklusif Tanpa Batas Sosial

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa domino kini berkembang sebagai olahraga inklusif yang dapat diikuti semua kalangan.

Menurutnya, tidak ada batasan usia, status sosial, maupun latar belakang ekonomi dalam olahraga ini. Domino justru menjadi ruang interaksi yang menyatukan masyarakat dalam satu aktivitas yang kompetitif namun tetap bersifat rekreatif.

“Domino mampu merangkul semua kalangan, ini kekuatan utamanya,” ujarnya.

Kronologi Pelantikan dan Kejurda Orado

Momentum Awal Pembinaan Atlet

Pelantikan pengurus Orado Sumsel digelar bersamaan dengan Kejurda domino pertama di tingkat provinsi. Acara berlangsung di kawasan Jakabaring Sport City, yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan olahraga di Palembang.

Ketua panitia, Ari Maulana, menjelaskan tahapan kegiatan:

  • Pelantikan kepengurusan Orado Sumsel periode perdana
  • Pembukaan Kejurda domino tingkat provinsi
  • Partisipasi peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sumsel

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi indikator kuat bahwa domino semakin diterima sebagai olahraga kompetitif.

Pengakuan Nasional dan Legalitas Olahraga

Dukungan KONI dan KORMI

Herman Deru menyebut domino kini telah mendapatkan pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Pengakuan ini menjadi landasan penting dalam pengembangan domino secara profesional, termasuk dalam aspek:

  • Standarisasi aturan pertandingan
  • Pembinaan atlet berjenjang
  • Penyelenggaraan kejuaraan resmi
Baca juga  Pemkot Palembang Aktifkan Kembali Sirine dan Skylight Kantor Wali Kota, Penanda Waktu Sekaligus Sistem Peringatan Dini

Dengan legitimasi tersebut, domino tidak lagi sekadar permainan tradisional, tetapi telah masuk dalam ekosistem olahraga nasional.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Ruang Baru Aktivitas Masyarakat

Domino memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Sumatera Selatan. Aktivitas ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di ruang-ruang sosial informal.

Kini, dengan pendekatan olahraga, dampaknya meluas:

  • Meningkatkan interaksi sosial lintas generasi
  • Membuka peluang ekonomi melalui event dan kompetisi
  • Mendorong lahirnya komunitas dan klub domino

Selain itu, event seperti Kejurda berpotensi menggerakkan sektor pendukung, seperti UMKM dan pariwisata lokal.

Harapan Pembinaan dan Prestasi Atlet

Dari Daerah ke Nasional

Herman Deru mengapresiasi terbentuknya kepengurusan Orado Sumsel yang dipimpin Reza. Ia berharap organisasi ini mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Kejurda yang digelar saat ini juga berfungsi sebagai:

  • Ajang seleksi atlet potensial
  • Pemetaan kemampuan pemain daerah
  • Persiapan menuju kompetisi tingkat nasional

Pemerintah optimistis bahwa dari ajang ini akan lahir atlet domino yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Transformasi Olahraga Berbasis Budaya

Perkembangan domino sebagai cabang olahraga menunjukkan pola transformasi menarik dari aktivitas budaya menjadi kompetisi formal. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Sumatera Selatan, tetapi juga mulai terlihat di berbagai daerah lain di Indonesia.

Dalam jangka pendek, legalisasi domino sebagai olahraga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat secara signifikan. Namun dalam jangka panjang, tantangan utama terletak pada konsistensi pembinaan, regulasi yang jelas, serta integritas kompetisi agar tetap profesional.

Olahraga Rakyat sebagai Kekuatan Baru

Domino menjadi contoh bagaimana olahraga berbasis masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan baru dalam ekosistem olahraga nasional. Tidak seperti cabang olahraga elit, domino tumbuh dari akar budaya yang kuat.

Baca juga  Gubernur Sumsel Herman Deru Terima Kunjungan PBSI, Dorong Prestasi Bulu Tangkis hingga Level Dunia

Keunggulan ini memberi peluang besar:

  • Basis pemain yang luas
  • Adaptasi cepat di berbagai daerah
  • Potensi menjadi identitas olahraga lokal

Jika dikelola serius, domino berpotensi menjadi “olahraga rakyat” yang mampu bersaing secara nasional bahkan internasional.

Di Indonesia, beberapa olahraga tradisional telah mengalami transformasi serupa, seperti:

  • E-sports yang berkembang dari hobi menjadi industri
  • Sepak takraw yang berakar dari budaya lokal

Dibandingkan cabang tersebut, domino memiliki keunggulan pada kemudahan akses dan biaya yang relatif rendah, sehingga lebih inklusif bagi masyarakat luas.

Pengembangan olahraga domino di Sumatera Selatan menandai babak baru dalam pembinaan olahraga berbasis masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, organisasi resmi, dan partisipasi publik, domino memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga prestasi.

Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pembinaan, tata kelola organisasi, serta dukungan lintas sektor agar domino tidak hanya populer, tetapi juga berprestasi. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here