Beranda Lahat APRI Lahat Resmi Dikukuhkan, Harapan Tinggi Tapi Tantangan Pelayanan Mengintai

APRI Lahat Resmi Dikukuhkan, Harapan Tinggi Tapi Tantangan Pelayanan Mengintai

6
0
Prosesi pengukuhan pengurus APRI Kabupaten Lahat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati (Foto:Timred/CN)

Fakta di Lapangan Belum Sepenuhnya Sejalan dengan Harapan Profesionalisme

LAHAT, cimutnews.co.id — Program penguatan pelayanan publik di sektor keagamaan kembali digaungkan melalui pengukuhan pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Lahat periode 2026–2030.

Namun, di balik prosesi resmi yang berlangsung khidmat, muncul pertanyaan: apakah perubahan nyata benar-benar akan dirasakan masyarakat?

Pelantikan yang digelar di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Senin (13/04/2026), menetapkan Hendri Suherman sebagai Ketua PC APRI Lahat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda, hingga sejumlah pejabat daerah lainnya.

Pengukuhan ini menjadi langkah awal pembenahan organisasi profesi penghulu di Kabupaten Lahat.

APRI diharapkan menjadi garda depan dalam pelayanan pernikahan, pembinaan keluarga, serta administrasi keagamaan yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran penghulu dalam pelayanan publik.

Ia menekankan bahwa penghulu harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan profesional.

“Keberadaan APRI ini sangat penting dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, pelayanan administrasi pernikahan di sejumlah wilayah masih menghadapi kendala.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah warga mengaku proses administrasi terkadang masih lambat dan kurang transparan.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan masyarakat di daerah pinggiran yang mengeluhkan keterbatasan akses dan informasi terkait layanan penghulu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pengukuhan organisasi saja cukup untuk menjawab persoalan yang sudah lama dirasakan?

Sejumlah warga yang ditemui mengaku masih mengalami kebingungan saat mengurus dokumen pernikahan.

“Kadang harus bolak-balik karena kurang jelas syaratnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ada pula yang menyebutkan bahwa pelayanan sangat bergantung pada individu petugas, bukan sistem yang terstandarisasi.

Baca juga  Open House Wagub Sumsel di Lahat Jadi Sorotan, Ini Dampaknya bagi UMKM Lokal

Secara struktural, pengukuhan organisasi memang menjadi langkah penting.

Namun tanpa evaluasi sistem pelayanan, peningkatan kapasitas SDM, serta pengawasan yang konsisten, perubahan yang diharapkan berpotensi berjalan lambat.

Diduga, persoalan klasik seperti koordinasi, transparansi, hingga distribusi layanan masih menjadi tantangan utama.

Hingga kini, belum semua wilayah merasakan pelayanan yang benar-benar merata dan profesional.

Pengukuhan APRI Lahat membawa harapan baru bagi peningkatan layanan keagamaan.

Namun dengan berbagai catatan di lapangan, efektivitas perubahan masih menjadi tanda tanya.

Apakah kepengurusan baru ini mampu menjawab persoalan lama, atau justru menghadapi tantangan yang sama di masa mendatang?

(Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here