
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Penghargaan personel Polda Sumsel diberikan kepada 48 anggota berprestasi dalam apel resmi yang dipimpin Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho di Mapolda Sumsel, Senin (13/4/2026) pukul 07.00 WIB.
Momentum ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri, sekaligus memperkuat budaya kerja profesional dan berintegritas dalam mendukung pelayanan publik.
Apel Penghargaan sebagai Penguatan Budaya Kinerja
Apel berlangsung di Lapangan Mapolda Sumsel dengan dihadiri jajaran pimpinan, termasuk Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana dan Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso.
Rangkaian Kegiatan Resmi
Kegiatan diawali dengan:
- Upacara pembukaan
- Pembacaan keputusan penerima penghargaan
- Penyerahan penghargaan
- Arahan Kapolda Sumsel
Menurut pihak kepolisian, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai instrumen pembinaan internal.
Daftar Prestasi Personel yang Mendapat Apresiasi
Sebanyak 48 personel menerima penghargaan dari tujuh kelompok satuan kerja dengan capaian beragam.
Bidang Prestasi Utama
Penghargaan diberikan atas:
- Pengungkapan kasus penyelewengan pupuk subsidi oleh Ditreskrimsus
- Penugasan internasional dalam Misi MONUSCO PBB di Republik Demokratik Kongo oleh Ditpamobvit
- Kinerja kehumasan oleh Bidhumas
- Prestasi pelayanan publik di Polrestabes Palembang
- Pengabdian wilayah oleh Polres OKU Selatan dan Polres Empat Lawang
- Prestasi olahraga atlet taekwondo Polda Sumsel
Berdasarkan keterangan resmi, penghargaan ini mencerminkan spektrum kinerja Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga diplomasi internasional dan pembinaan prestasi.
Kronologi Pelaksanaan Apel Penghargaan
Apel dimulai pukul 07.00 WIB di Lapangan Apel Mapolda Sumsel dengan suasana khidmat dan tertib.
Urutan Kegiatan
- Pukul 06.45 WIB: Persiapan peserta apel
- Pukul 07.00 WIB: Apel dimulai
- Pembacaan keputusan penghargaan
- Penyerahan penghargaan kepada 48 personel
- Arahan Kapolda Sumsel
Kapolda menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap dedikasi dan integritas personel.
Program Bulan Bakti dan Prestasi Polri
Kebijakan pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari program internal Polda Sumsel yang menetapkan periode April hingga Juni sebagai bulan bakti dan prestasi.
Sejalan Program Presisi
Program ini selaras dengan kebijakan Polri Presisi yang diinisiasi oleh Listyo Sigit Prabowo.
Tujuannya meliputi:
- Peningkatan kualitas SDM Polri
- Penguatan integritas dan profesionalisme
- Peningkatan kepercayaan publik
Menurut pihak Polda, pendekatan berbasis penghargaan dinilai lebih efektif dalam membangun motivasi internal dibandingkan pendekatan administratif semata.
Apresiasi Tambahan: Umrah untuk Personel
Sebagai bentuk penghargaan tambahan, Kapolda Sumsel memberikan kuota ibadah umrah secara pribadi kepada 10 personel yang akan dipilih melalui undian.
Bentuk Motivasi Non-Material
Langkah ini dinilai sebagai:
- Penguatan kesejahteraan spiritual
- Peningkatan loyalitas personel
- Pendekatan humanis dalam kepemimpinan
Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut bahwa kebijakan ini menjadi simbol perhatian pimpinan terhadap anggota.
Dampak terhadap Kinerja dan Pelayanan Publik
Pemberian penghargaan berdampak langsung pada peningkatan motivasi kerja di lingkungan kepolisian.
Dampak Nyata
- Mendorong kompetisi sehat antar personel
- Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
- Memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi
Dalam konteks pelayanan publik, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor kunci dalam menghadapi kompleksitas tugas kepolisian modern.
Perbandingan dengan Pola Pembinaan Sebelumnya
Secara nasional, pendekatan penghargaan terhadap personel Polri mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Tren Nasional
- Lebih banyak penghargaan berbasis kinerja
- Integrasi reward dengan program pembinaan SDM
- Pendekatan human capital dalam institusi
Jika dibandingkan periode sebelumnya, pendekatan ini menunjukkan pergeseran dari sistem komando menuju sistem berbasis motivasi.
Penghargaan sebagai Instrumen Reformasi Internal
Pemberian penghargaan personel Polda Sumsel bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan bagian dari strategi reformasi internal Polri. Pendekatan ini menunjukkan bahwa institusi mulai menempatkan penghargaan sebagai alat manajemen kinerja.
Dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan loyalitas anggota. Sementara dalam jangka panjang, sistem penghargaan yang konsisten dapat membentuk budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan integritas.
Fenomena ini menunjukkan perubahan paradigma: institusi kepolisian mulai mengadopsi pendekatan manajemen modern berbasis penghargaan untuk meningkatkan performa, bukan hanya disiplin struktural.
Pemberian penghargaan kepada 48 personel Polda Sumsel menjadi bukti komitmen institusi dalam membangun budaya kerja profesional dan berprestasi. Dengan dukungan program Presisi dan pendekatan penghargaan, diharapkan kualitas pelayanan kepolisian semakin meningkat.
Ke depan, konsistensi kebijakan ini akan menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai institusi pelayanan publik. (Poerba)

















