Beranda Nusantara Irigasi Rusak Parah, Aliran Air Sawah Warga Mendadak Terhenti

Irigasi Rusak Parah, Aliran Air Sawah Warga Mendadak Terhenti

13
0
Petugas gabungan melakukan pengecekan di lokasi saluran irigasi yang mengalami kerusakan parah di Kecamatan Tulang Bawang Udik. (foto: timred/CN/)

TULANG BAWANG BARAT, cimutnews.co.id — Saluran irigasi yang selama ini menjadi penopang pertanian warga di Tulang Bawang Barat mendadak rusak parah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kerusakan tersebut bukan sekadar akibat usia bangunan atau faktor alam.

Sejumlah bagian konstruksi justru ditemukan dalam kondisi terpotong dan hilang.

Lalu, siapa yang bermain di balik rusaknya fasilitas umum itu?

Kerusakan terjadi pada saluran irigasi tersier di wilayah Tiyuh Marga Kencana dan Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Berdasarkan hasil penelusuran CimutNews.co.id, kerusakan itu berdampak langsung terhadap terhentinya aliran air menuju lahan pertanian warga.

Tim Gabungan Turun ke Lokasi

Menindaklanjuti laporan masyarakat, jajaran Babinsa Koramil 412-05/TBU bersama Unit Intel Kodim 0412/LU, Tim Reskrim Polres Tubaba, dan pihak Dinas PU Pengairan langsung melakukan pengecekan lokasi pada Rabu (29/4/2026).

Pemeriksaan dilakukan di titik kerusakan wilayah RK 04 RT 16 Tiyuh Marga Kencana.

Berdasarkan temuan di lapangan, petugas menemukan adanya dugaan pembongkaran paksa pada plat besi “Steyer” yang selama ini berfungsi menyangga struktur irigasi.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, material besi tersebut sudah tidak lagi berada utuh di lokasi.

Petugas hanya menemukan sisa potongan besi yang diduga telah dipotong-potong menjadi beberapa bagian.

Dampak Langsung ke Pertanian Warga

Kerusakan infrastruktur irigasi tercatat mencapai sekitar 77 meter.

Akibatnya, aliran air menuju area pertanian warga dilaporkan terhenti.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan para petani yang kini mulai khawatir terhadap kelangsungan pengairan sawah mereka.

“Kalau air tidak mengalir lama, sawah bisa terganggu,” ujar salah satu warga sekitar.

Berdasarkan temuan awal, belum ada penjelasan rinci mengenai kapan aksi perusakan dan dugaan pencurian material tersebut mulai terjadi.

Baca juga  Kunker Dalam Daerah Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Menjalankan Fungsi Pengawasan Terhadap Program Pemerintah Daerah

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan fasilitas umum di kawasan irigasi yang berada cukup jauh dari permukiman warga.

Dugaan Vandalisme dan Pencurian Material

Aparat menyebut tindakan tersebut diduga berkaitan dengan pencurian material besi pada bangunan irigasi.

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi di sejumlah daerah, terutama pada fasilitas umum yang memiliki material logam bernilai jual.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kerusakan fasilitas irigasi justru berdampak luas karena menyangkut sektor pertanian masyarakat.

Jika dibiarkan terlalu lama, gangguan aliran air berpotensi memengaruhi produktivitas lahan pertanian warga di wilayah tersebut.

“Kami telah mendata seluruh kerusakan yang terjadi dan mengamankan barang bukti yang tersisa. Laporan resmi sudah kami sampaikan untuk ditindaklanjuti secara hukum,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Pengawasan Fasilitas Publik Jadi Sorotan

Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap minimnya pengawasan pada fasilitas publik di wilayah pedesaan.

Saluran irigasi yang seharusnya menjadi aset penting penunjang pertanian ternyata masih rentan terhadap aksi perusakan maupun pencurian material.

Di sisi lain, masyarakat mengaku baru mengetahui kerusakan setelah aliran air mulai terganggu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengawasan berkala terhadap infrastruktur vital seperti irigasi sudah berjalan maksimal.

Aparat dan Warga Diminta Waspada

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pendalaman terkait dugaan pelaku perusakan dan pencurian material tersebut.

Masyarakat juga diimbau segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur irigasi.

Kegiatan pengecekan lapangan tersebut turut dihadiri personel TNI, Unit Intel Kodim 0412/LU, Tim Reskrim Polres Tubaba, Dinas PU Pengairan, serta perangkat tiyuh setempat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kerusakan fasilitas umum tidak hanya berdampak pada aset negara, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan petani di lapangan.

Baca juga  Indahnya Ramadhan, Kapolres Blitar Buka Puasa Bersama Para Santri Al Falah

Hingga kini, warga masih menunggu langkah perbaikan dan pengungkapan pelaku di balik rusaknya saluran irigasi tersebut.

Apakah kasus ini akan segera terungkap, atau justru kembali menjadi persoalan yang terlupakan setelah air sawah terhenti?

(Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here