Beranda Olahraga Kemenangan Perdana Belum Membuat Langkah SSB PSS U13 Aman

Kemenangan Perdana Belum Membuat Langkah SSB PSS U13 Aman

7
0
Pemain SSB PSS U13 merayakan gol kemenangan saat menghadapi SSB Pusri di Stadion Kamboja Palembang. (foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — SSB PSS U13 membuka langkah di Piala Askot PSSI Palembang 2026 dengan kemenangan penting.

Namun meski sukses meraih tiga poin, posisi mereka ternyata belum sepenuhnya aman untuk lolos ke babak berikutnya.

Lalu, mampukah Laskar Menyala menjaga konsistensi saat tekanan kompetisi mulai meningkat?

Kemenangan Tipis di Stadion Kamboja

SSB PSS U13 berhasil mengalahkan SSB Pusri dengan skor tipis 1-0 pada laga Grup D yang berlangsung di Stadion Kamboja, Sabtu (18/4/2026).

Gol kemenangan dicetak striker andalan Munzir setelah memanfaatkan rangkaian serangan cepat dari sisi kiri pertahanan lawan.

Skema permainan dimulai dari umpan Dhio yang diteruskan Azzam sebelum akhirnya diselesaikan dengan baik oleh Munzir.

Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil tersebut membuat SSB PSS U13 mengoleksi tiga poin penting dalam persaingan Grup D ajang Piala Askot PSSI Palembang 2026.

Persaingan Grup Belum Aman

Meski menang, posisi SSB PSS ternyata belum sepenuhnya nyaman.

SSB Pusri masih berada di puncak klasemen sementara karena sebelumnya menang telak 4-0 atas SSB Persetajam.

Artinya, laga terakhir fase grup akan menjadi penentuan nasib kedua tim.

Pelatih SSB PSS U13, Deny Saputra, mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan kemenangan perdana.

“Kami bersyukur dengan hasil ini, tapi perjalanan masih panjang. Anak-anak harus tetap fokus dan siap menghadapi laga terakhir,” ujarnya.

Namun Tekanan Mulai Terlihat di Lapangan

Namun fakta di lapangan menunjukkan kompetisi usia dini kini tidak lagi sekadar soal permainan, tetapi juga tekanan mental dan konsistensi pemain muda.

Sejumlah orang tua pemain mengaku pertandingan fase grup mulai terasa seperti laga hidup-mati karena selisih poin yang sangat ketat.

Baca juga  Penemuan Mayat di Banyuasin: Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sawah Sungai Pinang, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Sekarang anak-anak memang dituntut lebih siap mental, bukan cuma teknik,” ujar salah satu wali pemain di tribun Stadion Kamboja.

Berdasarkan temuan di lapangan, atmosfer pertandingan usia muda di Palembang beberapa tahun terakhir memang semakin kompetitif.

Turnamen antar-SSB kini bukan hanya menjadi ajang pembinaan, tetapi juga ruang pencarian bakat menuju level lebih tinggi.

Di Sisi Lain, Pembinaan Masih Jadi Tantangan

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah sekolah sepak bola kecil yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan dan jam tanding.

Beberapa pelatih muda mengaku pembinaan usia dini masih bergantung pada semangat komunitas dan dukungan orang tua.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemerataan kualitas pembinaan sepak bola usia muda di daerah.

Meski turnamen terus digelar, belum semua SSB memiliki akses yang sama terhadap fasilitas maupun kompetisi berkelanjutan.

Laga Terakhir Jadi Penentu

SSB PSS dijadwalkan menghadapi SSB Persetajam pada laga terakhir Grup D.

Hasil imbang disebut cukup untuk membawa mereka lolos sebagai juara grup menuju babak delapan besar.

Namun kekalahan dipastikan membuat langkah mereka terhenti lebih cepat.

Karena itu, fokus dan konsistensi menjadi perhatian utama tim pelatih.

Hingga kini, belum semua tim mampu menjaga performa stabil di fase penentuan turnamen usia dini.

Apakah SSB PSS mampu menjaga momentum dan melangkah lebih jauh, atau tekanan laga terakhir justru menjadi ujian terberat mereka sejauh ini? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here