Beranda Lahat Hardiknas Meriah Digelar, Kenyamanan Sekolah Masih Dipertanyakan

Hardiknas Meriah Digelar, Kenyamanan Sekolah Masih Dipertanyakan

5
0
Upacara Hardiknas 2026 di SMP Negeri 1 Lahat Selatan dengan peserta mengenakan pakaian adat(Foto:Antoni.cimutnews.co.id)

LAHAT, cimutnews.co.id — Upacara berlangsung khidmat, penuh simbol dan harapan besar.
Pesan tentang sekolah aman dan nyaman kembali digaungkan.
Namun, apakah kondisi itu sudah benar-benar dirasakan semua siswa?

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Lahat digelar di halaman SMP Negeri 1 Lahat Selatan, Sabtu (2/5/2026), dengan nuansa berbeda.

Ratusan peserta mengenakan pakaian adat, mulai dari pejabat daerah, tenaga pendidik, hingga siswa.

Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Lahat, Izromaita, dan dihadiri jajaran OPD, guru, serta perwakilan pelajar.

Momentum Hardiknas dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menegaskan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Pesan utama yang disampaikan berfokus pada pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.

Konsep pendidikan berbasis nilai “asah, asih, asuh” kembali ditegaskan sebagai fondasi pembelajaran.

Sekda Lahat menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa.

“Sekolah itu taman, tempat yang membuat anak-anak nyaman. Tidak boleh ada perundungan, dan fasilitas harus mendukung, termasuk ruang belajar hingga toilet yang bersih,” ujarnya.

Ia juga menyebut program kepala daerah, termasuk Bursah Zarnubi, mendorong terciptanya sekolah yang lebih layak dan manusiawi.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Niel Hadrin, menekankan pentingnya membangun SDM unggul melalui pendidikan dasar hingga menengah

Namun fakta di lapangan menunjukkan, konsep sekolah nyaman belum sepenuhnya dirasakan secara merata.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah sekolah masih menghadapi persoalan klasik seperti fasilitas sanitasi yang kurang memadai hingga ruang belajar yang belum optimal.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan oleh sebagian siswa yang mengaku lingkungan belajar masih belum sepenuhnya mendukung kenyamanan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah program yang dicanangkan sudah berjalan efektif di semua sekolah?

Baca juga  Pemkab Lahat Raih Apresiasi Gubernur Sumsel atas Komitmen Tingkatkan Kompetensi ASN

Sejumlah warga mengaku, perbaikan fasilitas pendidikan memang mulai terlihat, namun belum merata.

“Masih ada sekolah yang WC-nya kurang layak, kadang air juga tidak lancar,” ujar salah satu orang tua siswa.

Sementara itu, beberapa guru menyebut peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga dukungan berkelanjutan terhadap tenaga pendidik.

Kondisi ini diduga terjadi karena perbedaan kemampuan anggaran dan distribusi pembangunan antar sekolah.

Selain itu, implementasi program kenyamanan sekolah membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang konsisten.

Tanpa itu, program berpotensi hanya kuat di tataran kebijakan, namun lemah dalam pelaksanaan.
Hingga kini, belum semua sekolah di Lahat mampu menghadirkan kenyamanan yang diharapkan.

Peringatan Hardiknas memang menjadi momentum refleksi, namun apakah perubahan nyata akan segera dirasakan siswa, atau sekadar menjadi agenda tahunan? (Antoni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here