Beranda Muara Enim Terungkap, Pembunuhan Lansia di Gelumbang Diduga Dilakukan Anak dan Cucu

Terungkap, Pembunuhan Lansia di Gelumbang Diduga Dilakukan Anak dan Cucu

6
0
Petugas kepolisian saat melakukan penyelidikan di lokasi penemuan jasad lansia di kawasan perkebunan karet Kecamatan Gelumbang, Muara Enim.(Foto:Eko/cimutnews.co.id)

MUARA ENIM, cimutnews.co.id — Warga Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, sempat dibuat geger setelah seorang lansia ditemukan meninggal dunia di area perkebunan karet belakang masjid.

Awalnya, kasus itu diduga misterius karena jasad korban ditemukan jauh dari rumahnya.

Namun fakta yang terungkap kemudian justru mengejutkan banyak pihak.

Korban Ditemukan di Area Kebun Karet

Korban diketahui bernama Palahiya (87), seorang lanjut usia warga Kecamatan Gelumbang.

Jasad korban ditemukan pada Rabu (22/4) sekitar pukul 13.45 WIB di kawasan perkebunan karet belakang Masjid Alhidayah.

Penemuan itu langsung memicu penyelidikan intensif dari Satreskrim Polres Muara Enim bersama Unit Reskrim Polsek Gelumbang.

Setelah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti, polisi akhirnya mengamankan dua orang tersangka berinisial N (46) dan M (20).

Kapolres Hendri Syaputra mengungkapkan bahwa kedua tersangka memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban.

“Untuk tersangka M merupakan cucu kandung korban atau anak dari pelaku N yang selama ini tinggal serumah dengan korban,” ujarnya.

Polisi Ungkap Dugaan Motif Dendam

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka N diduga nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri karena persoalan dendam pribadi.

Kapolres menjelaskan, sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran di dalam rumah korban.

“Tersangka diduga memukul korban menggunakan tembilang kayu hingga mengenai bagian kepala,” jelas Hendri Syaputra.

Setelah korban meninggal dunia, tersangka M diduga membantu memindahkan jasad korban ke semak-semak yang berjarak sekitar 200meter dari rumah untuk menghilangkan jejak.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tembilang kayu sepanjang sekitar 60 sentimeter, pakaian, dan sebuah tas coklat.

Kasus ini tidak hanya mengejutkan karena korban merupakan seorang lansia, tetapi juga karena dugaan pelaku berasal dari lingkungan keluarga sendiri.

Namun fakta di lapangan menunjukkan konflik keluarga yang berlangsung lama diduga menjadi pemicu tragedi tersebut.

Baca juga  PCNU Muara Enim Dukung Nanan–SN Prana Putra Sohe Pimpin DPW PKB Sumsel 2026–2030

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan warga sekitar yang mengaku tidak menyangka hubungan keluarga yang terlihat biasa sehari-hari berujung pada kasus pembunuhan tragis.

Sejumlah warga mengaku korban dikenal sebagai sosok lanjut usia yang tinggal bersama keluarganya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa konflik internal keluarga diduga bisa berkembang hingga berujung kekerasan fatal tanpa terdeteksi lebih awal?

Warga Mengaku Terkejut

Berdasarkan temuan di lapangan, suasana di sekitar rumah korban sempat dipenuhi rasa takut dan penasaran setelah kasus tersebut terungkap.

Beberapa warga mengaku awalnya menduga korban hilang atau mengalami kecelakaan karena jasad ditemukan di area kebun.

Namun setelah polisi mengungkap keterlibatan anggota keluarga sendiri, sebagian masyarakat mengaku syok.

Sejumlah warga juga menilai persoalan ekonomi, tekanan hidup, hingga konflik rumah tangga diduga sering menjadi masalah tersembunyi yang jarang diketahui lingkungan sekitar.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai apakah sebelumnya pernah ada laporan konflik serius di lingkungan keluarga korban.

Konflik Keluarga dan Lansia yang Rentan

Kasus kekerasan terhadap lansia dalam lingkup keluarga menjadi perhatian karena sering kali tidak terlihat dari luar.

Dalam banyak kasus, konflik rumah tangga yang berlangsung lama diduga berkembang secara perlahan hingga memicu tindakan emosional.

Di sisi lain, keberadaan lansia yang tinggal bersama keluarga kadang membuat persoalan internal sulit terpantau masyarakat sekitar.

Fenomena ini kembali memunculkan perhatian soal pentingnya pengawasan sosial dan komunikasi keluarga, terutama terhadap anggota keluarga lanjut usia yang rentan mengalami kekerasan.

Kini kedua tersangka telah diamankan di Polsek Gelumbang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut.

Hingga kini, tragedi itu masih menyisakan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Baca juga  Penasehat DWP Nurul Vita Utami Kaffah membuka kegiatan Lomba Adzan dan Ayat-Ayat Pendek di Aula Diskominfo Kabupaten Muara Enim

Apakah kasus serupa sebenarnya lebih banyak terjadi namun tidak terungkap, atau ini menjadi alarm baru soal rapuhnya konflik dalam keluarga? (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here