Beranda Ogan Komering Ilir Mutasi Polres OKI Bergulir, Wakapolres dan Kasatreskrim Baru Disiapkan Perkuat Pelayanan Publik

Mutasi Polres OKI Bergulir, Wakapolres dan Kasatreskrim Baru Disiapkan Perkuat Pelayanan Publik

7
0
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto memimpin upacara sertijab Wakapolres dan Kasatreskrim Polres OKI di Mapolres OKI, Sabtu (9/5/2026).(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Polres Ogan Komering Ilir (OKI) kembali melakukan rotasi jabatan strategis di jajaran internal kepolisian. Upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres OKI dan Kasatreskrim Polres OKI sekaligus pelantikan Kapolsek Kayuagung digelar pada Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mapolres OKI itu dipimpin langsung Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH. Pergantian sejumlah pejabat dinilai menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi Polri di wilayah Sumatera Selatan, khususnya menghadapi tantangan pelayanan dan penegakan hukum di daerah dengan mobilitas sosial yang terus meningkat.

Rotasi Jabatan Strategis di Lingkungan Polres OKI

Dalam mutasi tersebut, Kompol Hamsal SH MH resmi dipercaya menjabat sebagai Wakapolres OKI menggantikan pejabat sebelumnya. Sebelum menempati posisi baru itu, Hamsal bertugas sebagai Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Sementara posisi Kasatreskrim Polres OKI kini diisi oleh Iptu M. Raka Dwi Darma STrK SIK MM yang sebelumnya bertugas di Spripim Polda Sumsel. Jabatan ini menjadi salah satu posisi strategis karena berkaitan langsung dengan penanganan kasus kriminal umum maupun tindak pidana khusus di wilayah hukum OKI.

Adapun AKP Azwan SH MH dilantik sebagai Kapolsek Kayuagung. Sebelumnya, ia menjabat Kapolsek Baturaja Timur Polres OKU.

Sejumlah Perwira Dapat Penugasan Baru

Selain tiga posisi utama tersebut, beberapa perwira Polres OKI juga memperoleh amanah baru di lingkungan Polda Sumsel maupun satuan kerja lainnya.

Di antaranya:

  • Kompol Harsono SH MM dimutasi sebagai Kasubbagkonbangta Bagfaskon Rolog
  • AKP Teguh Prasetyo SIK MH dipercaya sebagai Wakasatresnarkoba Polrestabes Palembang

Menurut pihak kepolisian, mutasi ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan pola pembinaan karier personel Polri secara berkala.

Baca juga  Silaturahmi dengan Keluarga Saling berbagi cerita Meningkatkan Rasa Kebahagiaan

Kapolres OKI Tekankan Profesionalisme Pelayanan

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan rotasi jabatan di tubuh Polri merupakan proses rutin untuk menjaga dinamika organisasi tetap berjalan sehat dan adaptif.

“Mutasi adalah hal yang lumrah dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran dan pengembangan karier personel. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eko dalam sambutannya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pejabat lama atas kontribusi selama bertugas di Kabupaten OKI.

“Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas selama bertugas. Semoga pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian dari kontribusi terbaik untuk institusi Polri,” katanya.

Tantangan Baru Penegakan Hukum di OKI

Pergantian pejabat di sektor reserse kriminal dinilai menjadi perhatian penting karena Kabupaten OKI termasuk wilayah dengan cakupan hukum yang luas di Sumatera Selatan. Selain persoalan kriminalitas umum, aparat kepolisian juga menghadapi tantangan penanganan kasus narkotika, konflik sosial, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi perhatian nasional.

Berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, wilayah Sumatera Selatan termasuk daerah yang aktif melakukan rotasi pejabat kepolisian guna memperkuat respons institusi terhadap dinamika keamanan daerah. Langkah ini lazim dilakukan untuk mempercepat adaptasi organisasi terhadap pola kejahatan yang terus berkembang.

Jabatan Kasatreskrim Jadi Sorotan

Posisi Kasatreskrim memiliki peran sentral dalam pengungkapan perkara kriminal yang menyita perhatian publik. Pergantian pejabat di sektor ini biasanya diikuti evaluasi pola kerja dan percepatan penyelesaian kasus.

Dalam konteks OKI, keberadaan pejabat baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kejaksaan, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat. Hal itu penting mengingat karakter wilayah OKI yang terdiri dari kawasan perkotaan, perairan, hingga daerah rawan kebakaran lahan.

Baca juga  Melihat Perawatan Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Padang Sugihan

Mutasi Polri Kini Tak Sekadar Formalitas

Rotasi jabatan di lingkungan Polri kini tidak lagi dipandang sekadar agenda administratif tahunan. Dalam beberapa tahun terakhir, pola mutasi lebih diarahkan pada penempatan personel sesuai kebutuhan wilayah dan tantangan keamanan daerah.

Di daerah seperti OKI, pejabat kepolisian dituntut tidak hanya menguasai aspek penegakan hukum, tetapi juga komunikasi publik dan mitigasi konflik sosial. Hal ini menjadi penting karena ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian terus meningkat, terutama di era keterbukaan informasi digital.

Di sisi lain, pergantian pejabat juga menjadi momentum evaluasi internal organisasi. Pergeseran personel dapat menghadirkan pendekatan baru dalam pelayanan masyarakat, termasuk percepatan respons laporan warga dan transparansi penanganan perkara.

Pola Mutasi Jadi Indikator Prioritas Wilayah

Satu hal yang kerap luput diperhatikan adalah pola mutasi di lingkungan kepolisian sering menjadi indikator wilayah prioritas penguatan institusi. Penempatan personel dengan latar belakang tertentu biasanya berkaitan dengan kebutuhan daerah.

Masuknya pejabat berlatar Ditreskrimsus dan Spripim Polda Sumsel ke Polres OKI menunjukkan adanya kebutuhan penguatan koordinasi, manajemen penanganan kasus, dan tata kelola pelayanan yang lebih terstruktur di wilayah tersebut.

Dampak terhadap Pelayanan Publik

Dalam jangka pendek, rotasi pejabat berpotensi mempercepat penyesuaian strategi pelayanan dan penegakan hukum. Masyarakat biasanya menaruh harapan terhadap peningkatan respons aparat terhadap laporan kriminalitas maupun gangguan keamanan lingkungan.

Sedangkan dalam jangka panjang, keberhasilan mutasi akan diukur dari stabilitas keamanan wilayah, kualitas pelayanan publik, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Sebagai daerah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, OKI membutuhkan pola pelayanan kepolisian yang adaptif, cepat, dan responsif terhadap dinamika lapangan.

Sebagai informasi tambahan, pembaca juga dapat mengikuti perkembangan terkait keamanan daerah dan kebijakan pelayanan publik lainnya di kanal hukum dan pemerintahan cimutnews.co.id.

Baca juga  Hasil Audit Memuaskan, Taman Kota Amri Yahya Raih Predikat Tertinggi RBRA dari Kemen PPPA

Mutasi jabatan di Polres OKI menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi Polri sekaligus strategi memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Pergantian pejabat di level Wakapolres, Kasatreskrim, hingga Kapolsek menunjukkan upaya institusi menjaga efektivitas kerja di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang.

Ke depan, masyarakat menanti implementasi nyata dari pergantian tersebut, terutama dalam aspek penegakan hukum, respons pelayanan publik, dan stabilitas keamanan wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here