Beranda Musi Rawas Terungkap, 17 Jembatan Diresmikan Tapi Sejumlah Warga Masih Soroti Akses Wilayah

Terungkap, 17 Jembatan Diresmikan Tapi Sejumlah Warga Masih Soroti Akses Wilayah

2
0
Gubernur Sumsel Herman Deru meresmikan Jembatan Air Temelat di Kabupaten Musi Rawas.(Foto:Noto/cimutnews.co.id)

MUSI RAWAS, cimutnews.co.id — Peresmian 17 jembatan di Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan.

Pemerintah Provinsi Sumsel menyebut pembangunan tersebut sebagai langkah besar mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun di lapangan, sejumlah warga mengaku masih menghadapi persoalan akses yang belum sepenuhnya teratasi.

Lalu, apakah pembangunan infrastruktur ini sudah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok?

Peresmian dilakukan langsung Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Cik Ujang serta Bupati Ratna Machmud di Jembatan Air Temelat, Desa Ciptadadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (8/5/2026).

Penandatanganan prasasti menjadi simbol dimulainya operasional infrastruktur yang disebut akan memperpendek akses antarwilayah di Sumsel.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari strategi mempercepat konektivitas wilayah, khususnya kawasan Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara yang sebelumnya dikenal memiliki jarak tempuh panjang menuju Palembang.

“Sekarang kita sudah merasakan manfaatnya walaupun belum sempurna karena masih ada dua jembatan lagi yang akan dibangun secara bertahap,” ujar Herman Deru.

Ia menyebut, dari total 33 jembatan yang direncanakan dari wilayah PALI hingga Simpang Semambang Musi Rawas, sebanyak 31 jembatan telah dibangun.

Pemerintah Provinsi Sumsel juga menilai pembangunan tersebut akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pelayanan publik di daerah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian warga masih menilai akses antarwilayah belum sepenuhnya mudah meski sejumlah jembatan telah diresmikan.

Sejumlah warga mengaku pembangunan jembatan memang membantu memangkas waktu tempuh, tetapi kondisi jalan penghubung di beberapa titik diduga masih menjadi kendala.

“Jembatannya bagus dan memang membantu. Tapi kalau jalan menuju beberapa wilayah masih rusak, perjalanan tetap belum maksimal,” ujar seorang warga Musi Rawas.

Baca juga  Pemkab Musi Rawas Ikuti Rapat Diseminasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pemerintah Desa

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan masyarakat yang tinggal di daerah yang sudah menikmati akses baru. Mereka mengaku distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, aktivitas kendaraan pengangkut hasil kebun mulai meningkat di sejumlah jalur penghubung baru.

Namun belum ada penjelasan rinci terkait target penyelesaian dua jembatan tersisa maupun peningkatan jalan pendukung di beberapa kawasan yang masih dikeluhkan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pembangunan jembatan tanpa percepatan perbaikan jalan akan cukup efektif mendorong pemerataan ekonomi?

Pengamat pembangunan daerah menilai infrastruktur jembatan memang menjadi fondasi penting membuka keterisolasian wilayah.

Namun jika konektivitas jalan belum sepenuhnya mendukung, manfaat ekonomi diduga belum bisa dirasakan secara maksimal oleh seluruh masyarakat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga dinilai perlu dibarengi pengawasan kualitas jalan serta pemerataan pembangunan hingga desa-desa penyangga.

Hingga kini, belum semua masyarakat di wilayah pelosok merasakan dampak penuh dari proyek konektivitas tersebut.

Meski pemerintah optimistis pembangunan akan terus berjalan, masyarakat masih menunggu apakah akses yang lebih cepat benar-benar mampu mengubah aktivitas ekonomi mereka dalam jangka panjang.

Apakah pembangunan jembatan ini akan menjadi solusi besar pemerataan wilayah di Sumsel, atau justru menyisakan pekerjaan rumah baru pada akses jalan pendukung?( Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here