Beranda OKI Mandira Pelantikan Bunda PAUD OKI Dibayangi Realita Literasi di Desa

Pelantikan Bunda PAUD OKI Dibayangi Realita Literasi di Desa

7
0
Ketua TP PKK Kabupaten OKI Hj. Ikke Meilina saat melantik Bunda PAUD dan Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten OKI. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Upacara pelantikan Bunda PAUD dan Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berlangsung khidmat di Sekretariat PKK Kabupaten OKI, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten OKI yang juga Bunda PAUD dan Literasi Kabupaten OKI, Hj. Ikke Meilina Muchendi Mahzareki.

Pelantikan dilakukan terhadap pengurus dari 18 kecamatan dengan harapan mampu memperkuat pendidikan usia dini dan budaya membaca hingga ke desa-desa.

Namun di tengah semangat tersebut, muncul pertanyaan yang masih menjadi perhatian banyak pihak. Apakah pelantikan ini nantinya benar-benar mampu menjawab persoalan literasi dan kualitas PAUD yang selama ini masih dirasakan sebagian masyarakat di wilayah pelosok OKI?

Dalam sambutannya, Hj. Ikke Meilina menyebut pendidikan usia dini sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak.

Ia juga menegaskan bahwa literasi menjadi kunci untuk membuka akses pengetahuan di masa depan.

“Pendidikan usia dini adalah pondasi kehidupan seseorang, sedangkan literasi adalah kunci untuk membuka segala pengetahuan,” ujar Hj. Ikke Meilina.

Ia meminta para pengurus yang baru dilantik tidak hanya menjadikan jabatan sebagai simbol seremonial semata.

Menurutnya, ada tiga fokus utama yang harus dijalankan, mulai dari peningkatan kualitas layanan PAUD, pembiasaan membaca sejak dini, hingga keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan tanda jabatan kepada seluruh Bunda PAUD dan Literasi kecamatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan literasi di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya teratasi.

Berdasarkan temuan di lapangan dan pengakuan sejumlah warga, akses terhadap bahan bacaan anak di beberapa desa masih terbatas.

Tidak sedikit PAUD yang masih mengandalkan fasilitas sederhana dengan koleksi buku yang minim.

Baca juga  Pemkab OKI Ajak Swasta Tanggap Perbaiki Jalan Rusak

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan masyarakat di wilayah perkotaan yang relatif lebih mudah mendapatkan akses pendidikan tambahan maupun bahan literasi anak.

Gap inilah yang dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepengurusan baru.

Sejumlah tenaga pendidik PAUD mengaku program literasi sering kali berjalan aktif hanya saat ada kegiatan tertentu atau momentum lomba.

“Saat ada program memang ramai. Tapi setelah itu biasanya kembali sepi. Anak-anak sebenarnya butuh kegiatan membaca yang rutin,” ujar salah satu tenaga pendidik di wilayah OKI yang meminta namanya tidak disebutkan.

Hal serupa juga diakui sejumlah orang tua.

Mereka berharap program yang digaungkan tidak berhenti di acara pelantikan dan seremonial semata.

“Kalau bisa jangan hanya foto-foto kegiatan. Yang dibutuhkan itu buku bacaan anak dan pendampingan rutin,” kata seorang warga.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus baru.

Apalagi wilayah Kabupaten OKI memiliki karakter geografis yang luas dengan kondisi akses yang berbeda-beda di setiap kecamatan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah seluruh program nantinya benar-benar mampu menjangkau desa-desa yang selama ini masih minim fasilitas pendidikan anak usia dini.

Meski demikian, pelantikan ini tetap dianggap sebagai langkah awal penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat.

Hingga kini, belum semua persoalan literasi dan layanan PAUD di tingkat desa memiliki solusi yang merata.

Ke depan, publik tentu menunggu sejauh mana program yang telah dijanjikan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi anak-anak di Kabupaten OKI.

Apakah kepengurusan baru mampu menjawab tantangan tersebut, atau justru kembali berhenti pada agenda seremonial tahunan? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here