Beranda Ogan Komering Ilir Haul dan Haflah An Nur Ramai, Peran Pesantren Jadi Sorotan

Haul dan Haflah An Nur Ramai, Peran Pesantren Jadi Sorotan

8
0
Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Haflah Akhirusunnah dan haul di Pondok Pesantren An Nur, OKI.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Ribuan santri dan masyarakat memadati Pondok Pesantren An Nur di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (11/5/2026).

Kegiatan Haflah Akhirusunnah dan haul tokoh pendiri pondok berlangsung khidmat serta penuh antusiasme.

Namun di tengah kemeriahan dan suasana religius tersebut, muncul pertanyaan yang mulai banyak dibicarakan masyarakat: sejauh mana pesantren mampu menjawab tantangan pendidikan dan perubahan sosial yang terus berkembang?

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, hadir langsung dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan Haul Dr. KH. Nur Muhammad Iskandar dan Haul Hj. Percha Leanpuri.

Kehadiran orang nomor satu di Sumsel itu disambut hangat ribuan santri, tokoh agama, dan warga yang sejak pagi memenuhi area pondok pesantren.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Pondok Pesantren An Nur dalam membangun pendidikan karakter dan memperkuat nilai-nilai keislaman di Sumatera Selatan.

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berakhlak dan memiliki bekal ilmu pengetahuan.

“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga menjadi benteng moral di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis,” ujarnya.

Ia juga mengajak para santri untuk terus menjaga nama baik pesantren dan semangat menuntut ilmu.

Kegiatan haul sendiri berlangsung khusyuk. Para jemaah tampak mengikuti doa bersama dan rangkaian acara hingga selesai.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan dunia pendidikan pesantren saat ini tidak hanya soal menjaga tradisi keagamaan.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pondok pesantren di daerah masih menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas, akses teknologi, hingga adaptasi terhadap perkembangan pendidikan modern.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian santri yang tetap berupaya bertahan dan belajar di tengah keterbatasan sarana pendukung pendidikan.

Baca juga  Safari Ramadhan, MUI Ogan Komering Ilir Berikan Santunan dan Sembako di Masjid Masjid Jami’atul Muttaqin Desa Keman Kecamatan Pampangan

Sejumlah warga mengaku kegiatan keagamaan seperti haul dan haflah memang menjadi momentum penting mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Tiap tahun ramai, masyarakat senang karena bisa silaturahmi dan dengar tausiah. Tapi memang tantangan pendidikan santri sekarang juga makin besar,” ujar salah seorang warga sekitar.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

Sebab, di tengah kemajuan teknologi dan arus digitalisasi, pesantren tidak hanya dituntut menjaga nilai spiritual, tetapi juga perlu menyiapkan santri menghadapi dunia modern.

Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri berharap kegiatan keagamaan seperti ini tetap menjadi penguat nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat.

Namun fakta lain yang muncul adalah kebutuhan pembinaan dan dukungan pendidikan pesantren dinilai masih perlu diperkuat agar tidak tertinggal.

Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren kini juga diharapkan mampu mencetak generasi yang adaptif terhadap perkembangan sosial dan ekonomi.

Hingga kini, belum semua lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki fasilitas dan dukungan yang merata.

Kondisi tersebut membuat peran pesantren menjadi semakin penting, sekaligus menghadirkan tantangan baru yang tidak sederhana.

Apakah kegiatan seremonial keagamaan ini akan diikuti penguatan nyata terhadap pendidikan pesantren ke depan, atau justru persoalan lama akan terus berulang, masih menjadi perhatian masyarakat. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here