Beranda Palembang Terungkap, Kebutuhan Darah Capai 7.000 Kantong per Bulan

Terungkap, Kebutuhan Darah Capai 7.000 Kantong per Bulan

34
0
Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa menandatangani MoU donor darah bersama Kecamatan Kalidoni.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Kebutuhan darah di Kota Palembang ternyata masih jauh dari kata aman.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pasien rumah sakit, PMI Kota Palembang mengaku belum mampu memenuhi seluruh permintaan kantong darah setiap bulan.

Lalu, mengapa kekurangan darah ini masih terus terjadi meski kegiatan donor darah rutin digelar di berbagai wilayah?

Fakta itu terungkap saat Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang bersama Kecamatan Kalidoni menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah di Kantor Kecamatan Kalidoni, Senin (4/5/2026).

Kebutuhan Darah Tinggi, PMI Akui Masih Kekurangan

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengungkapkan kebutuhan darah di Palembang saat ini mencapai sekitar 7.000 kantong per bulan.

Namun, PMI baru mampu memenuhi sekitar 5.000 kantong darah.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan.

“Setiap hari PMI menyalurkan sekitar 150 hingga 200 kantong darah ke seluruh rumah sakit di Palembang,” ujar Dewi.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan darah sering kali membuat stok di PMI menipis, terutama saat permintaan dari rumah sakit meningkat secara bersamaan.

MoU Dilakukan, Donor Darah Digencarkan

Sebagai langkah mengatasi persoalan tersebut, PMI mulai memperkuat kerja sama hingga tingkat kecamatan.

Di Kecamatan Kalidoni, PMI menggandeng pemerintah kecamatan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam donor darah rutin.

Camat Kalidoni Rama Cahya mengatakan pihaknya selama ini aktif bekerja sama dengan lurah, puskesmas, hingga perusahaan seperti PT Pusri untuk menggerakkan kegiatan sosial donor darah.

“Kami meminta para lurah dan kepala puskesmas terus menginformasikan kepada masyarakat bahwa donor darah merupakan kegiatan sosial yang sangat penting,” katanya.

Selain Kalidoni, PMI Kota Palembang juga menandatangani kerja sama serupa dengan Kecamatan Kemuning.

Baca juga  Toleransi Beragama Sumsel Diperkuat Polda, Kapolda Hadiri Dharma Santi Nyepi 2026

Di lokasi tersebut, kegiatan donor darah bahkan menargetkan pengumpulan 50 kantong darah dari berbagai elemen masyarakat. 

Meski kegiatan donor darah rutin dilakukan, berdasarkan temuan di lapangan, kesadaran masyarakat untuk donor secara berkala diduga masih belum stabil.

Sejumlah warga mengaku baru mendonorkan darah ketika ada kegiatan tertentu atau ajakan dari instansi.

“Kadang kalau ada acara baru ikut donor. Kalau rutin sendiri masih jarang,” ujar seorang warga di kawasan Kalidoni.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kebutuhan darah rumah sakit terus berjalan setiap hari, sementara jumlah pendonor aktif belum sepenuhnya sebanding.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan keluarga pasien yang terkadang harus mencari tambahan donor secara mandiri saat stok darah tertentu kosong.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah sosialisasi donor darah selama ini sudah benar-benar menjangkau masyarakat luas?

Donor Darah Masih Hadapi Tantangan

Pengamat sosial kesehatan menilai persoalan donor darah tidak hanya soal kegiatan seremonial atau target kantong darah.

Ada tantangan lain yang diduga memengaruhi rendahnya partisipasi donor rutin, mulai dari minimnya edukasi, rasa takut donor, hingga kurangnya kesadaran masyarakat soal pentingnya stok darah jangka panjang.

PMI sendiri menyebut akan membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan sebagai upaya memperluas edukasi donor darah langsung ke masyarakat.

Langkah itu diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah, terutama untuk kebutuhan darurat di rumah sakit.

Hingga kini, kebutuhan darah di Palembang masih menjadi perhatian serius.

Meski kolaborasi dengan kecamatan mulai diperkuat, belum semua kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.

Masyarakat pun berharap langkah kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan MoU semata, tetapi benar-benar mampu meningkatkan jumlah pendonor aktif di Kota Palembang.

Baca juga  Reses DPRD Palembang Dapil 1: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Parkir Liar, dan Transportasi Publik

Apakah ke depan stok darah di Palembang bisa terpenuhi secara stabil, atau justru kekurangan ini akan terus berulang setiap bulannya? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here