Beranda Lahat HUT Lahat ke-157 Digelar Meriah, Tapi Tantangan SDM dan Desa Jadi Sorotan

HUT Lahat ke-157 Digelar Meriah, Tapi Tantangan SDM dan Desa Jadi Sorotan

7
0
Bupati Lahat Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widia Ningsih menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-157 Kabupaten Lahat di DPRD Lahat. (Foto:Antoni/cimutnews.co.id)

LAHAT, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Jadi ke-157 Kabupaten Lahat berlangsung meriah melalui Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kabupaten Lahat Tahun Sidang 2026. Sejumlah pejabat penting hingga tokoh nasional hadir dalam agenda yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Lahat tersebut.

Namun di balik suasana seremonial dan deretan tamu penting yang hadir, muncul pertanyaan yang mulai ramai diperbincangkan masyarakat: apakah pembangunan yang digaungkan benar-benar sudah dirasakan hingga ke desa-desa?

Momentum perayaan tahun ini mengusung tema besar tentang penataan kota dan pembangunan desa berbasis sumber daya manusia unggul. Tema itu dinilai menjadi sinyal bahwa persoalan kualitas SDM dan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widia Ningsih hadir langsung dalam rapat tersebut. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru juga turut menghadiri agenda penting itu bersama Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru.

Sejumlah tokoh nasional tampak hadir, di antaranya mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier, aktivis senior Hariman Siregar, serta Direktur Eksekutif APKASI Dr. Sarman Simanjorang.

Pemerintah Kabupaten Lahat menegaskan bahwa pembangunan ke depan akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia sebagai pondasi utama menuju Lahat maju dan sejahtera.

Pernyataan itu menjadi bagian dari komitmen besar pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pendidikan, pembangunan desa, hingga penataan kawasan perkotaan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian masyarakat masih menyoroti ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan sejumlah desa di Kabupaten Lahat.

Beberapa warga mengaku pembangunan fisik memang terlihat di pusat kota, tetapi peningkatan kualitas SDM dan pemerataan fasilitas di desa dinilai belum sepenuhnya terasa.

“Kalau acara besar memang bagus dan ramai, tapi masyarakat tentu berharap dampaknya juga nyata sampai ke bawah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga  Apel Karhutla Digelar, Warga Lahat Masih Khawatir Asap Berulang

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat desa yang berharap perhatian pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan simbolik atau pusat kota semata.

Berdasarkan temuan di lapangan, isu lapangan kerja, akses pendidikan, hingga penguatan ekonomi desa masih menjadi pembahasan yang terus muncul di tengah masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana tema besar pembangunan berbasis SDM unggul benar-benar akan diterapkan secara konkret dalam beberapa tahun ke depan?

Pengamat menilai, tantangan terbesar pemerintah daerah bukan lagi sekadar menghadirkan agenda seremonial berskala besar, melainkan memastikan hasil pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Apalagi, di usia Kabupaten Lahat yang telah mencapai 157 tahun, ekspektasi publik terhadap pemerataan pembangunan semakin tinggi.

Hingga kini, belum semua masyarakat mengaku merasakan dampak pembangunan secara merata. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian di tengah optimisme menuju Lahat yang lebih maju dan sejahtera.

Apakah fokus pembangunan SDM dan desa benar-benar akan menjadi prioritas nyata, atau justru kembali menjadi slogan tahunan semata?  (Antoni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here