Beranda Palembang Tim Terpadu Dibentuk, Namun Banjir dan Macet Palembang Masih Jadi Sorotan

Tim Terpadu Dibentuk, Namun Banjir dan Macet Palembang Masih Jadi Sorotan

8
0
Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim memimpin rapat konsolidasi percepatan penanganan banjir dan kemacetan (Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id —  Pemerintah Kota Palembang mulai mempercepat langkah penanganan banjir dan kemacetan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, memimpin langsung Rapat Konsolidasi Tim Terpadu Percepatan Penanggulangan Banjir dan Kemacetan Lalu Lintas di Ruang Rapat Musi Lantai 3, Jumat (29/5/2026).

Rapat tersebut turut menghadirkan narasumber melalui Zoom, yakni Dr. FX. Suryadi dari IHE Delft Belanda, serta melibatkan unsur Forkopimda, Polrestabes Palembang, kepala OPD, dan sejumlah dinas terkait lainnya.

Dalam rapat itu, Pemkot Palembang mematangkan pembagian tugas lintas instansi guna mempercepat penanganan titik rawan banjir dan kemacetan di berbagai wilayah kota.

Aprizal Hasyim menegaskan bahwa pembentukan tim terpadu menjadi langkah konkret pemerintah daerah agar penanganan banjir dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Seluruh pihak harus bergerak bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Aprizal.

Ia menjelaskan, setiap dinas telah dibagi wilayah kerja dan tugas khusus. Mulai dari identifikasi penyebab genangan hingga penanganan cepat saat banjir terjadi.

Dinas Perhubungan, misalnya, akan fokus pada pengaturan lalu lintas, evakuasi warga, penyediaan lokasi pengungsian, hingga distribusi bantuan logistik di kawasan terdampak.

Selain itu, Dishub juga diminta menyiapkan perahu karet di wilayah rawan banjir.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menyiapkan mobil pompa serta mesin portable untuk membantu mengurangi genangan di sejumlah titik.

Damkar juga akan melakukan evakuasi warga rentan seperti lansia dan anak-anak, termasuk penanganan hewan liar seperti ular dan biawak yang sering muncul saat banjir melanda permukiman.

Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika akan mengintensifkan penyebaran informasi titik genangan dan kondisi cuaca melalui media sosial resmi pemerintah.

Baca juga  Terungkap, Ambisi Besar Palembang Jadi Kota Sport Tourism Belum Sepenuhnya Mudah

Satpol PP turut dilibatkan untuk pengamanan fasilitas umum dan pengaturan lalu lintas di lokasi terdampak.

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan fokus pada pemetaan titik rawan banjir akibat sampah serta penempatan sarana kebersihan di lokasi strategis.

Untuk penanganan sosial, Dinas Sosial menyiagakan Tagana selama 24 jam guna membantu evakuasi dan distribusi bantuan darurat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan banjir dan kemacetan di Palembang bukan hal baru.

Sejumlah kawasan disebut masih menjadi titik langganan genangan saat hujan deras turun dengan intensitas tinggi. Di beberapa ruas jalan utama, kemacetan juga masih kerap terjadi terutama ketika genangan mulai muncul.

Sejumlah warga mengaku berharap langkah percepatan ini tidak hanya berhenti pada rapat koordinasi dan pembagian tugas antarinstansi.

“Yang paling dirasakan warga itu hasil nyatanya. Karena kalau hujan deras, beberapa titik masih macet dan tergenang,” ujar salah seorang warga Palembang yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang menilai respons petugas saat banjir mulai lebih cepat dibanding sebelumnya, terutama dalam pengaturan lalu lintas dan penyedotan genangan.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai target waktu penyelesaian maupun titik prioritas yang akan ditangani lebih dahulu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana efektivitas tim terpadu tersebut dalam menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan warga.

Pengamat menilai, persoalan banjir di kota besar tidak hanya berkaitan dengan penanganan darurat, tetapi juga menyangkut drainase, tata ruang, sampah, hingga pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat.

Jika tidak ditangani secara menyeluruh, upaya penanganan diduga hanya bersifat sementara dan berpotensi membuat persoalan serupa terus berulang.

Hingga kini, belum semua warga merasakan perubahan signifikan terkait banjir dan kemacetan di Palembang.

Baca juga  Polda Sumsel Perkuat Sinergi Tokoh Agama Jelang Ramadan, Upaya Jaga Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas

Apakah tim terpadu ini mampu menghadirkan solusi nyata, atau justru kembali menjadi agenda koordinasi tanpa perubahan besar di lapangan? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here