Beranda Palembang Jalan Khusus Pertambangan Sumsel Dipercepat, Herman Deru Tekankan Sinergi Lintas Daerah

Jalan Khusus Pertambangan Sumsel Dipercepat, Herman Deru Tekankan Sinergi Lintas Daerah

14
0
Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin rapat koordinasi pembangunan jalan khusus pertambangan di wilayah Musi Banyuasin dan Musi Rawas Utara, Selasa (8/6/2026). (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALembang, cimutnews.co.id – Pembangunan jalan khusus pertambangan Sumatera Selatan kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan pentingnya percepatan proyek strategis tersebut melalui koordinasi intensif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta para pemangku kepentingan sektor pertambangan.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Jalan Khusus Pertambangan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Selasa (8/6/2026).

Jalan Khusus Pertambangan Dinilai Mendesak

Dalam arahannya, Herman Deru meminta seluruh pihak menyampaikan perkembangan terbaru, hambatan yang dihadapi, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

Menurutnya, proyek infrastruktur berskala besar seperti jalan khusus pertambangan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, hingga instansi teknis terkait.

“Saya ingin mendapatkan laporan perkembangan, hambatan yang dihadapi, serta tindak lanjut yang akan dilakukan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur ini. Pekerjaan besar seperti ini membutuhkan kerja sama semua pihak, karena pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Herman Deru.

Mengurangi Beban Jalan Umum

Keberadaan jalan khusus pertambangan selama ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah penghasil sumber daya alam di Sumatera Selatan.

Aktivitas angkutan hasil tambang yang masih menggunakan jalan umum kerap menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari percepatan kerusakan jalan, meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, hingga terganggunya mobilitas masyarakat.

Melalui pembangunan jalur khusus tersebut, kendaraan angkutan tambang diharapkan tidak lagi bercampur dengan kendaraan masyarakat sehingga fungsi jalan umum dapat kembali optimal.

Pemprov Sumsel Siap Jadi Fasilitator

Baca juga  Warga Royyan Mulia Klarifikasi Aksi di Kantor PT TSM, Tegaskan Tidak Mewakili Sikap Mayoritas Lingkungan

Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menjalankan peran sebagai fasilitator dan jembatan koordinasi dalam menyelesaikan berbagai kendala yang muncul selama proses pembangunan.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Pemprov Sumsel berkepentingan memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia juga meminta setiap perkembangan proyek dilaporkan secara berkala sehingga potensi hambatan dapat diantisipasi sejak dini.

“Saya berharap perkembangan pembangunan terus dilaporkan, termasuk tantangan yang mungkin muncul ke depan. Jangan sampai ketika masalah datang, baru kita mulai mencari solusi. Semua harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Sejumlah Pejabat Hadir

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdul Rohman Husen, Asisten I Apriyadi, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pejabat teknis terkait yang terlibat dalam proses perencanaan dan pembangunan infrastruktur.

Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi antarinstansi sekaligus mengevaluasi progres pembangunan yang telah berjalan.

Infrastruktur Tambang dan Tantangan Daerah Penghasil SDA

Kabupaten Musi Banyuasin dan Musi Rawas Utara dikenal sebagai daerah dengan aktivitas pertambangan yang cukup tinggi di Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap infrastruktur logistik yang memadai menjadi semakin penting.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah daerah penghasil tambang di Indonesia mulai mendorong pembangunan jalan khusus sebagai solusi mengurangi konflik penggunaan jalan antara kendaraan industri dan masyarakat umum.

Data berbagai daerah menunjukkan bahwa pemisahan jalur angkutan tambang mampu menekan tingkat kerusakan jalan daerah sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Efisiensi Logistik dan Keselamatan Jadi Kunci

Pembangunan jalan khusus pertambangan bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan tata kelola transportasi yang lebih baik. Dalam jangka pendek, keberadaan jalur khusus dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan memperpanjang usia jalan umum yang selama ini menanggung beban kendaraan berat.

Baca juga  Dinas Perdagangan Palembang Akan Gelar Bazar Digital Ramadhan di 22 Lokasi

Dalam jangka panjang, infrastruktur tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi hasil tambang, menekan biaya logistik, dan memperkuat daya saing sektor pertambangan Sumatera Selatan. Efek lanjutan yang diharapkan adalah meningkatnya investasi dan terbukanya peluang ekonomi baru di wilayah sekitar.

Bukan Sekadar Jalan, Tetapi Instrumen Pengendalian Aktivitas Tambang

Satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah fungsi jalan khusus sebagai instrumen pengendalian aktivitas pertambangan. Dengan jalur yang terintegrasi dan terpantau, pemerintah akan lebih mudah melakukan pengawasan terhadap pergerakan angkutan tambang, kepatuhan perusahaan, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Karena itu, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menciptakan sistem transportasi tambang yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

Harapan untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap pembangunan jalan khusus pertambangan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi daerah penghasil tambang. Selain mengurangi beban jalan umum, proyek ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sistem logistik yang lebih efisien.

Ke depan, koordinasi yang konsisten antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek strategis tersebut.

Baca juga artikel terkait pembangunan infrastruktur daerah dan perkembangan investasi sektor pertambangan di Sumatera Selatan untuk memahami dampak ekonomi yang lebih luas dari proyek strategis ini. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here