Beranda OKI Mandira Listrik Air Sugihan Diperbaiki, Akankah Keluhan Warga Benar-Benar Berakhir?

Listrik Air Sugihan Diperbaiki, Akankah Keluhan Warga Benar-Benar Berakhir?

4
0
Petugas PLN melakukan pemasangan trafo tapping khusus sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan listrik di Kecamatan Air Sugihan. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Masyarakat Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya mulai melihat secercah harapan setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan listrik yang kerap padam dan bertengangan rendah.

Sabtu (13/6/2026), PT PLN (Persero) memasang trafo tapping khusus berkapasitas 100 kVA sebagai bagian dari rangkaian perbaikan sistem kelistrikan di wilayah perairan tersebut.

Namun, di tengah optimisme itu, muncul pertanyaan yang masih menjadi perhatian masyarakat: apakah langkah perbaikan ini benar-benar mampu mengakhiri persoalan listrik yang selama ini dikeluhkan warga?

Bertahun-Tahun Jadi Keluhan

Bagi sebagian warga Air Sugihan, persoalan listrik bukan cerita baru.

Tegangan rendah dan pemadaman berulang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga diduga menyebabkan berbagai perangkat elektronik warga mengalami kerusakan.

Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini harus hidup dengan keterbatasan layanan listrik yang belum sepenuhnya stabil.

“Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Tegangan listrik rendah dan sering padam sangat merugikan masyarakat karena banyak perangkat elektronik yang rusak,” ujarnya.

Keluhan serupa selama ini kerap muncul dari berbagai desa di kawasan Air Sugihan yang berada cukup jauh dari pusat jaringan distribusi listrik utama.

Jarak 300 Kilometer Jadi Tantangan

PLN mengakui kondisi geografis menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kualitas pasokan listrik di Air Sugihan belum optimal.

Manajer PLN UP3 Palembang, Arif Azanny, menjelaskan jaringan distribusi listrik dari Gardu Induk Mariana menuju Air Sugihan membentang hingga sekitar 300 kilometer.

Akibatnya, tegangan listrik yang awalnya berada pada standar 20 kilovolt mengalami penurunan signifikan ketika sampai ke wilayah tujuan.

“Ketika sampai di Air Sugihan, tegangan hanya tersisa sekitar 9 hingga 10 kV,” jelas Arif.

Baca juga  Safari Jumat di Masjid Anniyaturohimin, Gubernur Herman Deru Serap Aspirasi dan Serahkan Bantuan Pembangunan

Kondisi tersebut membuat kualitas pasokan listrik menjadi kurang stabil dan berdampak pada pelanggan di wilayah hilir jaringan.

Tujuh Langkah Perbaikan Disiapkan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN menyiapkan tujuh langkah perbaikan.

Mulai dari perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah, pemasangan 22 unit trafo tapping khusus, uprating jaringan, pemecahan beban distribusi, penambahan penyulang sepanjang 21,7 kilometer sirkuit, hingga penjajakan pembelian excess power dari PT OKI Pulp.

Sebagai solusi jangka panjang, PLN juga mengusulkan pembangunan Gardu Induk Air Sugihan.

Pemasangan tahap awal trafo tapping telah dilakukan di sejumlah desa seperti Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan…

Meski berbagai langkah mulai dijalankan, masyarakat berharap hasilnya benar-benar bisa dirasakan secara nyata.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan kelistrikan di kawasan perairan tidak selalu bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Panjang jaringan, kondisi cuaca, hingga akses geografis menjadi tantangan tersendiri yang selama ini memengaruhi kualitas distribusi listrik.

Sejumlah warga mengaku selama ini sudah beberapa kali mendengar rencana peningkatan layanan listrik. Karena itu, sebagian masyarakat memilih menunggu hasil konkret sebelum menilai efektivitas program yang sedang berjalan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, seberapa cepat manfaat dari berbagai langkah tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Air Sugihan?

Air Bersih Ikut Bergantung pada Listrik

Perbaikan pasokan listrik ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan rumah tangga.

Pemerintah Kabupaten OKI saat ini juga tengah menyiapkan program penyediaan air bersih bagi masyarakat Air Sugihan.

Ketersediaan listrik yang stabil menjadi faktor penting karena sistem distribusi air membutuhkan pompa dan booster yang harus beroperasi secara terus-menerus.

Baca juga  LPK COLLECTIVE KAYUAGUNG OKI DI USIA 28 TH. MASIH TETAP EKSIS BAHKAN SUDAH MENCETAK 20.000 ALUMNI

Jika kualitas pasokan listrik membaik, program pelayanan dasar lainnya diperkirakan akan ikut terdorong.

Komitmen Pemerintah Daerah

Bupati OKI H. Muchendi menegaskan bahwa keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan tertundanya pelayanan dasar bagi masyarakat di kawasan pelosok.

Menurut dia, listrik yang andal merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau kita punya komitmen, akan ada jalannya untuk menghadirkan listrik yang lebih baik bagi masyarakat yang berada di pelosok,” kata Muchendi.

Pemerintah daerah berharap sinergi bersama PLN dapat memberikan dampak nyata bagi ribuan warga yang selama ini hidup dengan keterbatasan layanan listrik.

Harapan Baru, Tetapi Pekerjaan Belum Selesai

Bagi masyarakat Air Sugihan, pemasangan trafo baru menjadi simbol harapan setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan yang sama.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang masih menunggu bukti nyata berupa tegangan listrik yang benar-benar stabil di rumah mereka.

Hingga kini, belum semua tahapan perbaikan selesai dilaksanakan. Beberapa program masih membutuhkan waktu dan proses lanjutan.

Karena itu, perhatian masyarakat kini tertuju pada satu hal: apakah rangkaian perbaikan yang sedang dilakukan akan mampu menjawab persoalan listrik yang telah berlangsung bertahun-tahun, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here