Beranda Palembang Revitalisasi Benteng Kuto Besak Dikebut, Akankah Jadi Magnet Wisata Baru?

Revitalisasi Benteng Kuto Besak Dikebut, Akankah Jadi Magnet Wisata Baru?

13
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri kegiatan topping off revitalisasi Benteng Kuto Besak yang dilaksanakan Kodam II/Sriwijaya di kawasan BKB, Palembang, Minggu (28/6/2026). (Foto: Poerba/CimutNews).

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Benteng Kuto Besak (BKB), salah satu ikon bersejarah Kota Palembang, kembali menjadi sorotan. Revitalisasi kawasan yang dilakukan Kodam II/Sriwijaya kini memasuki tahap penting melalui proses topping off, sebuah penanda bahwa pembangunan fisik terus bergerak menuju penyelesaian.

Di tengah optimisme tersebut, muncul harapan besar agar wajah baru kawasan bersejarah ini benar-benar mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata, ekonomi masyarakat, hingga pelestarian sejarah di Sumatera Selatan.

Namun, satu pertanyaan mulai mengemuka. Setelah pembangunan selesai nanti, apakah revitalisasi ini benar-benar mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat secara luas, atau hanya sebatas mempercantik kawasan bersejarah?

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan apresiasi atas langkah Kodam II/Sriwijaya yang melakukan penataan dan revitalisasi Benteng Kuto Besak sebagai destinasi wisata sejarah baru di Kota Palembang.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan topping off revitalisasi Benteng Kuto Besak yang digelar Kodam II/Sriwijaya di kawasan BKB, Minggu (28/6/2026).

Menurut Herman Deru, revitalisasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mengangkat kembali salah satu ikon bersejarah yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

Ia menilai kawasan Benteng Kuto Besak memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus daya tarik wisata yang sangat besar apabila dikelola secara berkelanjutan.

Revitalisasi yang dilakukan diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan fisik bangunan, tetapi juga mampu memperkuat identitas Palembang sebagai kota bersejarah yang memiliki warisan budaya penting di Indonesia.

Keberadaan Benteng Kuto Besak selama ini memang menjadi salah satu tujuan wisata favorit, terutama karena lokasinya berada di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan sejumlah ikon wisata lainnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kawasan wisata bersejarah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Sejumlah kawasan wisata di berbagai daerah kerap menghadapi tantangan berupa pengelolaan, kebersihan, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga keberlanjutan program setelah proyek selesai.

Baca juga  Disisa Jabatannya, Harnojoyo Akan Fokus Tingkatkan Infrastruktur dan Pendidikan di Palembang

Di sisi lain, masyarakat berharap revitalisasi ini juga diikuti dengan penataan kawasan yang lebih tertib, nyaman, ramah bagi pejalan kaki, serta mampu membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, pemandu wisata, maupun pelaku ekonomi kreatif yang selama ini menggantungkan aktivitasnya di sekitar kawasan BKB.

Sejumlah warga yang ditemui pada kesempatan berbeda mengaku kawasan Benteng Kuto Besak memang memiliki daya tarik kuat, terutama bagi wisatawan luar daerah. Namun mereka berharap penataan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga diikuti pengelolaan yang konsisten agar kawasan tetap hidup sepanjang tahun.

Pengamat pariwisata juga kerap menilai bahwa keberhasilan sebuah destinasi bukan hanya ditentukan oleh bangunan yang megah, melainkan bagaimana ruang publik tersebut mampu menghadirkan pengalaman yang nyaman, aman, mudah diakses, serta memiliki aktivitas yang terus berkembang.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana revitalisasi Benteng Kuto Besak nantinya akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Hingga kini, belum semua informasi mengenai konsep pengelolaan kawasan setelah revitalisasi rampung dijelaskan secara rinci kepada publik, termasuk pola pemanfaatan ruang, agenda kegiatan wisata, maupun strategi menjaga keberlanjutan kawasan tersebut.

Jika seluruh tahapan revitalisasi dapat diikuti dengan pengelolaan yang baik, Benteng Kuto Besak berpeluang kembali menjadi salah satu destinasi sejarah unggulan di Sumatera Selatan.

Namun pada akhirnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya akan diukur dari selesainya pembangunan fisik, melainkan dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Apakah revitalisasi ini akan menjadi titik kebangkitan wisata sejarah Palembang, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here