
BOGOR, cimutnews.co.id — Generasi muda Kota Bogor kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Delegasi Youth City Changers (YCC) Kota Bogor berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan.
Penghargaan tersebut menjadi sinyal positif bahwa anak-anak muda mulai mendapat ruang dalam forum strategis pemerintahan. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: apakah ruang partisipasi itu benar-benar berlanjut setelah forum nasional berakhir?
Hingga kini, keterlibatan generasi muda dalam proses pengambilan kebijakan daerah masih menjadi tantangan di banyak kota. Penghargaan memang menjadi pencapaian penting, tetapi keberlanjutan pembinaan menjadi faktor yang akan menentukan lahirnya pemimpin masa depan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi YCC yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, para peserta bukan sekadar perwakilan komunitas, melainkan aset bangsa yang memiliki peluang besar menjadi pemimpin daerah pada masa mendatang.
“Saya bangga melihat anak-anak muda yang dikirim oleh Bapak-Ibu sekalian untuk berkolaborasi dan membangun jejaring dengan sesama aktivis komunitas di kotanya masing-masing,” ujar Bima.
Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai pemimpin masa depan, tetapi juga perlu dilibatkan sejak sekarang dalam penyusunan arah pembangunan kota.
“Mereka bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi pemimpin hari ini yang harus diajak bersinergi dan berdiskusi mengenai desain tata kota serta berbagai program pembangunan lainnya,” katanya.
Bima bahkan berharap suatu hari nanti akan lahir wali kota dari angkatan pertama peserta Youth City Changers.
“Kita menunggu generasi pertama dari YCC ini suatu saat nanti menjadi wali kota di kotanya masing-masing,” ungkapnya.
Prestasi Delegasi Kota Bogor juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Ia berharap penghargaan tersebut mampu menjadi pemantik semangat generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan, inovasi, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Bogor, lanjutnya, berkomitmen memberikan ruang pembinaan dan dukungan agar potensi anak muda dapat berkembang hingga mampu berkontribusi di tingkat nasional.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, peluang anak muda untuk terlibat langsung dalam proses penyusunan kebijakan publik masih belum merata di berbagai daerah. Banyak forum kepemudaan masih bersifat seremonial dan belum sepenuhnya terhubung dengan proses perencanaan pembangunan maupun pengambilan keputusan.
Sejumlah pemerhati kepemudaan menilai penghargaan nasional akan memiliki dampak lebih besar apabila diikuti dengan program pendampingan yang berkelanjutan, seperti pelatihan kepemimpinan, keterlibatan dalam penyusunan kebijakan publik, hingga kesempatan mengikuti forum-forum strategis pemerintah daerah.
Di sisi lain, sejumlah generasi muda mengaku masih membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menyampaikan gagasan secara langsung kepada pemerintah. Mereka berharap forum seperti Youth City Changers tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi menjadi pintu masuk bagi lahirnya kolaborasi nyata antara pemerintah dan komunitas muda.
Berdasarkan temuan di berbagai daerah, tantangan regenerasi kepemimpinan tidak hanya terletak pada kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem pembinaan. Tanpa dukungan yang konsisten, potensi anak muda berisiko berhenti pada pencapaian sesaat.
Keberhasilan Delegasi Kota Bogor menjadi Best Delegate tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun capaian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun pemimpin masa depan membutuhkan proses panjang, ruang partisipasi yang nyata, serta keberanian pemerintah membuka akses bagi generasi muda untuk terlibat sejak hari ini.
Hingga kini, harapan agar para peserta Youth City Changers benar-benar tumbuh menjadi pemimpin daerah masih menjadi pekerjaan bersama. Apakah prestasi nasional ini akan menjadi awal lahirnya pemimpin-pemimpin baru di daerah, atau hanya menjadi catatan manis yang berhenti di panggung penghargaan? (Holil)

















