Beranda Nusantara Herman Deru Ajak Mahasiswa Sumsel di Yogyakarta Dukung Health Tourism, Dorong Daerah...

Herman Deru Ajak Mahasiswa Sumsel di Yogyakarta Dukung Health Tourism, Dorong Daerah Jadi Tujuan Layanan Kesehatan Nasional

4
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan sosialisasi program Sumsel Health Tourism saat menghadiri pengukuhan Pengurus IKPM Sumsel Yogyakarta periode 2026–2028 di Yogyakarta, Jumat (3/7/2026). (Foto: Timred/CimutNews)

YOGYAKARTA, cimutnews.co.id  – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkenalkan program Sumsel Health Tourism sebagai salah satu agenda unggulan pembangunan daerah. Kali ini, sasaran sosialisasi bukan hanya masyarakat, tetapi juga mahasiswa asal Sumsel yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Di tengah optimisme pemerintah, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Mampukah program ini benar-benar menjadikan Sumatera Selatan sebagai tujuan layanan kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah?

Hal itu menjadi perhatian karena pengembangan wisata kesehatan tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga kesiapan fasilitas medis, kualitas pelayanan, sumber daya manusia, hingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerah.

Program tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumsel Yogyakarta periode 2026–2028 di The Alana Hotel and Convention Center, Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan itu menjadi ajang silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan mahasiswa dan masyarakat asal Sumsel yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus memperkuat jejaring generasi muda untuk mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan Sumsel Health Tourism merupakan bagian dari visi besar “Sumsel Maju untuk Semua”. Menurutnya, sektor kesehatan tidak lagi dipandang sebatas pelayanan publik, tetapi juga memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi baru melalui peningkatan kunjungan pasien, investasi, hingga tumbuhnya sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, dan usaha mikro.

Ia juga mengajak mahasiswa Sumsel agar tidak hanya menuntut ilmu di perantauan, tetapi kelak dapat kembali membawa gagasan, inovasi, dan kompetensi untuk membangun daerah asal.

Namun, fakta yang juga perlu menjadi perhatian adalah bahwa pengembangan health tourism merupakan program jangka panjang yang membutuhkan kesiapan ekosistem secara menyeluruh. Keberhasilan konsep serupa di sejumlah daerah umumnya ditopang oleh rumah sakit berstandar tinggi, tenaga medis yang kompetitif, kemudahan akses transportasi, hingga pelayanan publik yang terintegrasi.

Baca juga  Polres Blitar Kota Gelar Apel Operasi Lilin Semeru 2025,Siapkan Pengamanan Natal Dan Tahun Baru 2026

Di sisi lain, sejumlah pengamat pembangunan daerah selama ini menilai bahwa keberhasilan sebuah program strategis tidak hanya diukur dari besarnya sosialisasi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, implementasi program akan menjadi faktor penentu keberhasilan Sumsel Health Tourism ke depan.

Hingga kini, belum semua rincian mengenai target capaian, indikator keberhasilan, maupun tahapan implementasi program tersebut dipaparkan secara rinci dalam kegiatan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai langkah konkret yang akan ditempuh pemerintah agar konsep wisata kesehatan tidak berhenti sebagai slogan pembangunan.

Meski demikian, pelibatan mahasiswa dinilai menjadi langkah penting. Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat menjadi penghubung antara dunia akademik, masyarakat, dan pemerintah dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi pembangunan.

Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya mengenalkan nama Sumsel Health Tourism, tetapi memastikan kualitas layanan kesehatan benar-benar meningkat sehingga masyarakat tidak perlu mencari layanan ke luar daerah, bahkan mampu menarik pasien dari provinsi lain.

Apakah program strategis ini akan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai pusat layanan kesehatan baru di Indonesia bagian barat, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan? Jawabannya akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan serta hasil nyata yang dirasakan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here