
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan karakter dan kepemimpinan generasi muda melalui kolaborasi bersama Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Palembang. Komitmen tersebut diwujudkan dengan dukungan terhadap penyelenggaraan Leadership Basic Training Akbar 2026, sebuah program pelatihan kepemimpinan yang menyasar pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa semester awal.
Dukungan itu disampaikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat menerima audiensi jajaran PD PII Kota Palembang pada Senin (22/6/2026). Pertemuan tersebut membahas sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepelajaran dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan memimpin di tengah tantangan zaman.
Pelatihan kepemimpinan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–10 Juli 2026 di MAN 2 Palembang dan akan diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah mendapat respons positif pada pelaksanaan sebelumnya.
Aprizal Hasyim menilai inisiatif PD PII merupakan langkah strategis untuk memperluas ruang pengembangan kapasitas generasi muda di luar pendidikan formal.
“Menyiapkan pemimpin masa depan adalah tanggung jawab bersama. Program ini menjadi wadah yang sangat baik bagi pelajar di Palembang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, karakter, dan rasa tanggung jawab sejak dini,” ujar Aprizal.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan komunikasi, daya pikir kritis, serta kepedulian sosial yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah.
Leadership Training Gratis untuk Pelajar dan Mahasiswa Baru
Ketua Umum PD PII Kota Palembang, Aflah Ramadhan, menjelaskan bahwa Leadership Basic Training dirancang untuk memberikan fondasi kepemimpinan kepada peserta sejak usia sekolah hingga awal masa perkuliahan.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga membentuk karakter, keberanian mengambil keputusan, kemampuan berpikir kritis, serta rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Kami ingin mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin sejati. Yang dibangun bukan hanya kecerdasan berpikir, tetapi juga moral, keberanian, disiplin, dan kepercayaan diri. Tanpa itu, potensi besar anak muda sering kali tidak berkembang secara maksimal,” kata Aflah.
Ia menambahkan seluruh instruktur dan mentor merupakan kader PII yang telah melalui jenjang pelatihan berkelanjutan sehingga memiliki kompetensi dalam mendampingi peserta selama proses pelatihan.
Yang menarik, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak dipungut biaya.
“Ini merupakan penyelenggaraan kedua yang kami laksanakan secara gratis. Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar dan mahasiswa baru yang ingin meningkatkan kualitas dirinya,” tegasnya.
Pembangunan SDM Menjadi Prioritas Nasional
Penguatan kepemimpinan generasi muda menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pemerintah pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maupun arah pembangunan sumber daya manusia menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi utama daya saing bangsa.
Program pembinaan karakter juga sejalan dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan pemerintah melalui sektor pendidikan, termasuk pembentukan profil pelajar yang berintegritas, kreatif, mampu bekerja sama, berpikir kritis, serta memiliki kepedulian sosial.
Di tingkat daerah, kolaborasi pemerintah bersama organisasi kepemudaan dinilai menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperluas ruang pembelajaran nonformal yang melengkapi pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi.
Bonus Demografi Membutuhkan Pemimpin Berkualitas
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih berada dalam periode bonus demografi hingga sekitar tahun 2035. Kondisi tersebut ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi apabila dibekali pendidikan, kompetensi, dan kepemimpinan yang memadai.
Sebaliknya, tanpa investasi terhadap kualitas generasi muda, bonus demografi berpotensi berubah menjadi tantangan berupa meningkatnya pengangguran, rendahnya produktivitas, hingga lemahnya daya saing.
Karena itu, berbagai program pengembangan kepemimpinan seperti yang diinisiasi PD PII menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan generasi muda menghadapi perubahan sosial, ekonomi digital, maupun perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Kepemudaan Semakin Strategis
Dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap Leadership Basic Training menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan. Organisasi kepemudaan kini memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, penguatan karakter, dan pembentukan jejaring sosial bagi generasi muda.
Di tengah meningkatnya tantangan era digital, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Dunia kerja maupun sektor publik semakin membutuhkan individu yang memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memecahkan masalah, serta mampu memimpin dengan integritas. Kompetensi tersebut umumnya berkembang melalui pengalaman organisasi dan pelatihan kepemimpinan.
Program yang diselenggarakan secara gratis juga memperluas akses bagi pelajar dari berbagai latar belakang ekonomi. Hal ini berpotensi meningkatkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan karakter di luar kurikulum formal.
Apabila dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat, model kolaborasi seperti ini dapat menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak calon pemimpin daerah yang siap menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (Poerba)

















