Beranda Palembang Wali Kota Palembang Salurkan Bantuan Mustahik Melalui BAZNAS, Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan...

Wali Kota Palembang Salurkan Bantuan Mustahik Melalui BAZNAS, Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan pada HUT ke-1343 Kota Palembang

2
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa didampingi Ketua BAZNAS Kota Palembang M. Ridwan Nawawi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada mustahik pada peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1343 di Ruang Rapat Parameswara, Senin (22/6/2026). (Foto: Poerba/CimutNews).

PALEMBANG, CimutNews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang memperkuat komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan kepada para mustahik dalam rangka Hari Jadi Kota Palembang ke-1343.

Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, didampingi Ketua BAZNAS Kota Palembang M. Ridwan Nawawi, di Ruang Rapat Parameswara, Senin (22/6/2026). Bantuan diberikan secara simbolis kepada masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penerima zakat, meliputi bantuan uang tunai, perlengkapan sekolah hingga sepeda listrik bagi penerima manfaat tertentu.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah dalam mengurangi kesenjangan ekonomi.

Lima Program Unggulan BAZNAS Menjangkau Berbagai Kebutuhan Masyarakat

Penyaluran bantuan dilakukan melalui lima program unggulan BAZNAS Kota Palembang, yakni Palembang Sehat, Palembang Cerdas, Palembang Makmur, Palembang Peduli, dan Palembang Taqwa.

Kelima program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai persoalan sosial masyarakat, mulai dari bantuan biaya kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan kemanusiaan hingga pembinaan keagamaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menilai program-program yang dijalankan BAZNAS telah memberikan manfaat nyata karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, berbagai bantuan seperti renovasi rumah tidak layak huni, bantuan perlengkapan sekolah, pendampingan masyarakat kurang mampu hingga bantuan kesehatan merupakan bentuk pelayanan sosial yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Kita akan meminta kepada dinas terkait untuk berkolaborasi bersama BAZNAS dalam menjalankan berbagai program membantu masyarakat. Harapannya ASN Kota Palembang juga terus mendukung program-program BAZNAS,” ujar Ratu Dewa.

Kolaborasi Pemkot dan BAZNAS Diperkuat

Ketua BAZNAS Kota Palembang, M. Ridwan Nawawi, mengatakan momentum Hari Jadi Kota Palembang menjadi kesempatan memperluas manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga  Sosialisasi Kekerasan Perempuan Digelar, Kesadaran Warga Jadi Sorotan

Ia menegaskan BAZNAS siap memperkuat sinergi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Berbuat baik merupakan langkah menuju keberkahan. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan Pemerintah Kota Palembang,” katanya.

Usai acara, Wali Kota bersama Ketua BAZNAS menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah mustahik sebagai representasi ribuan penerima manfaat yang akan memperoleh bantuan melalui berbagai program BAZNAS sepanjang tahun.

Peran Zakat Semakin Strategis dalam Program Pengentasan Kemiskinan

Pemanfaatan dana zakat saat ini tidak lagi terbatas pada bantuan konsumtif, tetapi berkembang menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui program ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan dan kemanusiaan, zakat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian mustahik sehingga secara bertahap dapat keluar dari garis kemiskinan.

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZNAS memiliki mandat menghimpun dan mendistribusikan zakat secara profesional, transparan dan akuntabel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kemiskinan.

Secara nasional, BAZNAS RI juga terus mendorong transformasi pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan agar selaras dengan target pembangunan nasional, termasuk pengurangan angka kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi umat.

Selaras dengan Prioritas Pembangunan Nasional

Program yang dijalankan BAZNAS Kota Palembang memiliki keterkaitan dengan sejumlah agenda pembangunan nasional, mulai dari penguatan perlindungan sosial, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut juga mendukung implementasi Asta Cita Pemerintah, target RPJMN, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan penghapusan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kehidupan sehat dan kesejahteraan, serta pengurangan kesenjangan sosial.

Sinergi pemerintah daerah dengan lembaga pengelola zakat dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperkuat efektivitas bantuan sosial tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga jangkauan pelayanan kepada masyarakat dapat diperluas.

Baca juga  Rumah Aspirasi Palembang Tetap Layani Warga Pasca Lebaran Meski ASN Terapkan WFA

Kolaborasi Menjadi Kunci Efektivitas Penyaluran Bantuan

Kolaborasi antara Pemkot Palembang dan BAZNAS menunjukkan pendekatan pembangunan sosial yang semakin terintegrasi. Dengan melibatkan OPD, data penerima manfaat dapat diverifikasi lebih baik sehingga potensi tumpang tindih bantuan dapat diminimalkan.

Pendekatan ini juga membuka peluang sinkronisasi antara program zakat dengan berbagai program pemerintah, seperti penanganan kemiskinan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, peningkatan kualitas pendidikan maupun bantuan kesehatan bagi keluarga rentan.

Di sisi lain, dukungan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui optimalisasi zakat profesi berpotensi meningkatkan kapasitas penghimpunan dana BAZNAS. Semakin besar dana yang terkumpul, semakin luas pula jangkauan program pemberdayaan masyarakat yang dapat dilaksanakan.

Dalam jangka panjang, keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan program tersebut mengubah kondisi ekonomi mustahik menjadi lebih mandiri melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, bantuan usaha produktif dan peningkatan akses terhadap layanan dasar. (poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here