Beranda Banyuasin Bulog Siapkan Infrastruktur Pascapanen di Banyuasin, Pemkab Dukung IPP Modern untuk Perkuat...

Bulog Siapkan Infrastruktur Pascapanen di Banyuasin, Pemkab Dukung IPP Modern untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

11
0
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH menerima audiensi jajaran Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin guna membahas rencana pembangunan Infrastruktur Pascapanen (IPP) di Desa Telang Sari, Kecamatan Tanjung Lago. (Foto: Noto/CimutNews)

PANGKALAN BALAI, CimutNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan Infrastruktur Pascapanen (IPP) di Desa Telang Sari, Kecamatan Tanjung Lago. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pengungkit peningkatan kualitas hasil panen padi, efisiensi rantai pasok, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH dengan jajaran Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Rabu (15/7/2026).

Pertemuan membahas koordinasi penentuan lokasi pembangunan IPP sekaligus kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung proses pembangunan melalui penyediaan dukungan regulasi, koordinasi lintas sektor, hingga penyiapan aspek teknis di lapangan.

Audiensi turut dihadiri Dewan Pengawas Independen Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Geerhan Lantara, Komjen Pol (Purn) Drs. Verrianto Iskandar, Mayjen TNI (Purn) Arifin Seman, SE, beserta jajaran Bulog. Dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin hadir Staf Ahli Bupati Dr. H. Salni Fajar, S.Ag., M.HI., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Masita Liana, SP, Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Hj. Ida Bahagia, SH., MM., serta Kepala BPKAD Banyuasin Dra. Yuni Khairani.

Banyuasin Dipilih karena Menjadi Sentra Produksi Padi Strategis

Desa Telang Sari dipilih sebagai lokasi rencana pembangunan karena berada di kawasan produksi padi yang berkembang pesat di Kecamatan Tanjung Lago. Selain memiliki hamparan sawah yang luas, wilayah tersebut juga dinilai memiliki akses logistik yang memadai menuju sentra produksi maupun jalur distribusi hasil pertanian.

Menurut Dewan Pengawas Independen Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Geerhan Lantara, pembangunan Infrastruktur Pascapanen merupakan langkah strategis untuk mengurangi kehilangan hasil panen sekaligus meningkatkan kualitas gabah yang diterima Bulog.

Baca juga  Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Peringati Isra Mi’raj dengan Lomba Meriah di Pangkalan Benteng

“Pemilihan Desa Telang Sari di Kecamatan Tanjung Lago didasarkan pada potensi pertaniannya yang luar biasa. Dengan adanya IPP yang modern, kita harap dapat mempercepat penyerapan hasil panen petani setempat dan menjaga pasokan pangan regional secara lebih optimal,” ujarnya.

IPP direncanakan dilengkapi dengan fasilitas dryer (pengering gabah) dan rice milling modern (penggilingan padi modern) sehingga proses penanganan hasil panen menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu menjaga kualitas beras sesuai standar.

Pemkab Banyuasin Siap Fasilitasi Pembangunan

Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani menyatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi infrastruktur pascapanen tersebut.

Menurutnya, keberadaan fasilitas modern akan memberikan manfaat langsung bagi petani, terutama dalam meningkatkan kualitas gabah, mempercepat proses penyerapan hasil panen, dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga siap memfasilitasi koordinasi lintas perangkat daerah, memastikan kesiapan regulasi daerah, serta mendukung proses penentuan lokasi agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk tim teknis untuk melakukan survei lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebelum memasuki tahap pembangunan.

Infrastruktur Pascapanen Menjadi Bagian Penting Modernisasi Pertanian

Pembangunan fasilitas pascapanen merupakan salah satu mata rantai penting dalam sistem produksi pangan nasional. Berdasarkan berbagai kajian Kementerian Pertanian, kehilangan hasil (losses) pascapanen padi masih menjadi tantangan karena dipengaruhi proses pengeringan, penyimpanan, hingga penggilingan yang belum optimal.

Melalui pembangunan IPP, gabah petani dapat segera dikeringkan menggunakan teknologi modern sehingga kualitasnya lebih terjaga. Kondisi tersebut berdampak terhadap meningkatnya rendemen beras, menurunnya tingkat kerusakan, serta bertambahnya nilai jual hasil panen.

Selain memberikan manfaat bagi petani, fasilitas tersebut juga memperkuat kemampuan Bulog dalam menyerap gabah sesuai standar kualitas sehingga mendukung stabilisasi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Baca juga  Banyuasin Tawarkan Lumbung Pangan Nasional, Mampukah Pasar dan Petani Sama-Sama Diuntungkan?

Banyuasin Memiliki Peran Strategis sebagai Lumbung Pangan Sumatera Selatan

Kabupaten Banyuasin selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan rawa pasang surut yang luas menjadikan daerah ini memiliki kontribusi penting terhadap produksi beras regional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penyumbang utama perekonomian Banyuasin, dengan komoditas padi sebagai salah satu penopang utama produksi tanaman pangan.

Posisi strategis tersebut menjadikan Banyuasin sebagai salah satu daerah prioritas dalam penguatan rantai pasok pangan, termasuk melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti pengering gabah, gudang penyimpanan, hingga penggilingan modern.

Keberadaan fasilitas pascapanen yang memadai juga diyakini dapat memperkuat daya saing petani lokal menghadapi dinamika harga sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas pengolahan di daerah lain.

Selaras dengan Program Ketahanan Pangan Nasional

Rencana pembangunan IPP di Banyuasin sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penguatan infrastruktur pertanian menjadi salah satu prioritas dalam RPJMN, agenda pembangunan nasional, serta mendukung implementasi Asta Cita yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai salah satu fokus pembangunan.

Modernisasi pascapanen juga mendukung target peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi distribusi pangan, penguatan cadangan beras pemerintah, hingga peningkatan kesejahteraan petani melalui rantai nilai yang lebih baik.

Dengan semakin baiknya kualitas pengolahan hasil panen, pemerintah berharap ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi pengelolaan hasil pertanian dari hulu hingga hilir. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here