Beranda OKI Mandira Terungkap! Nobar Piala Dunia di Pendopo OKI Bukan Sekadar Menonton Bola, Tetapi...

Terungkap! Nobar Piala Dunia di Pendopo OKI Bukan Sekadar Menonton Bola, Tetapi Menguji Ruang Kebersamaan Publik

18
0
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki membaur bersama masyarakat saat nobar final Piala Dunia sebagai upaya menghadirkan ruang kebersamaan antara pemerintah dan warga. (Foto: AsepI/CimutNews)

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id — Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) berbeda dari biasanya pada Senin (20/7/2026) dini hari. Ratusan warga rela berkumpul sejak pukul 02.00 WIB untuk menyaksikan laga final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina.

Ratusan warga memadati Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI untuk menyaksikan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina pada Senin dini hari. (Foto: Asep/CimutNews)

Bukan hanya pertandingan yang menjadi perhatian. Di tengah sorak-sorai pendukung kedua tim, muncul satu pemandangan yang jarang terlihat dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari, yakni masyarakat dan kepala daerah duduk bersama menikmati momen yang sama tanpa sekat formalitas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah ruang kebersamaan seperti ini mampu memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat, atau hanya menjadi euforia sesaat yang berakhir ketika peluit panjang dibunyikan?

Atmosfer pertandingan begitu terasa sejak layar besar menayangkan kick-off final Piala Dunia. Pendukung Spanyol maupun Argentina memenuhi area pendopo dengan mengenakan atribut tim favorit mereka. Sorakan, tepuk tangan, hingga yel-yel bergema hampir sepanjang pertandingan.

Laga berlangsung sengit. Kedua tim gagal mencetak gol sepanjang waktu normal hingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Spanyol akhirnya memastikan diri sebagai juara dunia setelah Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106. Gol tunggal tersebut mengakhiri perlawanan Argentina sekaligus mengantar La Roja meraih trofi Piala Dunia FIFA 2026.

Namun di balik hasil pertandingan itu, perhatian masyarakat justru tertuju pada suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki yang hadir membaur bersama masyarakat mengatakan sepak bola memiliki kekuatan menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang maupun pilihan.

“Sepak bola selalu punya cara menyatukan banyak orang. Malam ini kita melihat pendukung Spanyol dan Argentina duduk berdampingan, saling bersorak, saling bercanda, tetapi tetap menjaga sportivitas. Ruang-ruang seperti ini penting karena mengingatkan kita bahwa perbedaan pilihan tidak harus melahirkan perpecahan,” ujarnya.

Baca juga  Lumbung Pangan di Sumsel, BI Bantu OKI Bikin Merek Beras Sendiri

Menurut Muchendi, Pemerintah Kabupaten OKI ingin menghadirkan ruang publik yang sederhana namun memiliki nilai kebersamaan.

“Ketika masyarakat bisa berkumpul, menikmati pertandingan bersama, berbagi kegembiraan, itulah semangat kebersamaan yang ingin terus kita bangun di OKI,” katanya.

Selain menyaksikan pertandingan, panitia juga membagikan berbagai doorprize yang didukung Bank Sumsel Babel. Sejumlah hadiah dibagikan melalui undian dan kuis interaktif sehingga suasana tetap hidup hingga pertandingan usai.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang menghadirkan ruang interaksi langsung seperti ini cukup tinggi. Banyak warga bertahan hingga menjelang subuh demi menyaksikan laga final bersama.

Beberapa warga yang ditemui CimutNews mengaku kegiatan semacam ini memberikan suasana berbeda dibanding hanya menyaksikan pertandingan dari rumah.

“Kami bisa bertemu banyak teman, suasananya ramai, bahkan bisa ngobrol langsung dengan pemerintah. Rasanya lebih akrab,” ujar salah seorang warga.

Warga lainnya menilai kegiatan seperti ini sebaiknya tidak hanya dilakukan saat ada pertandingan sepak bola berskala dunia.

“Kalau bisa acara kebersamaan seperti ini lebih sering. Tidak harus bola, bisa kegiatan lain yang membuat masyarakat merasa dekat dengan pemerintah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik menilai ruang interaksi informal memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Meski demikian, kebersamaan simbolik tetap perlu diikuti dengan pelayanan publik yang konsisten agar kedekatan emosional tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat tampak menikmati suasana yang berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Pendukung Spanyol maupun Argentina tetap menunjukkan sportivitas meski tim yang didukung mengalami kekalahan.

Momen ini memperlihatkan bahwa olahraga masih menjadi salah satu media paling efektif dalam menyatukan masyarakat yang memiliki latar belakang, usia, hingga pilihan berbeda.

Baca juga  Warga Sodong di Teror Tembakan Saat Pergoki Pekerja Perusahaan SWA

Meski demikian, tantangan berikutnya bukan sekadar menghadirkan kegiatan serupa, melainkan menjaga semangat kebersamaan tersebut agar tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Hingga kini, belum semua ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan suasana yang cair dan setara seperti yang terlihat dalam nobar final Piala Dunia tersebut.

Apakah kebersamaan yang tercipta dini hari itu akan menjadi awal lahirnya lebih banyak ruang publik yang mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat, atau hanya akan dikenang sebagai bagian dari euforia pesta sepak bola dunia? Waktu yang akan menjawabnya. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here