
BEKASI, cimutnews.co.id — Ribuan warga memadati Halaman Museum Gedung Juang Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (19/7/2026), untuk mengikuti Nongton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 yang dikemas dalam tajuk Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi.
Tak sekadar menyaksikan laga sepak bola dunia melalui layar lebar, masyarakat juga disuguhi beragam kegiatan mulai dari bazar UMKM, pasar murah, senam bersama, panggung hiburan, pembagian 1.000 paket sembako hingga undian berhadiah utama satu unit sepeda motor.
Besarnya antusiasme masyarakat menjadi gambaran bahwa ruang publik yang menghadirkan hiburan gratis masih memiliki daya tarik tinggi. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan, apakah kegiatan serupa mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, atau hanya menjadi euforia sesaat.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi yang bertujuan menghadirkan hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan pesta rakyat sengaja dirancang sebagai ruang interaksi masyarakat lintas kalangan.
“Ternyata di acara ini ada bazar, ada UMKM, panggung hiburan, senam gembira. Semuanya bisa dinikmati masyarakat. Nanti juga harus nonton sampai selesai karena ada hadiah utama motor,” ujarnya.
Menurut Asep, tingginya jumlah warga yang hadir menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar pada momentum-momentum besar lainnya.
Ia juga berharap selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut mampu membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk memperluas pasar melalui bazar yang diselenggarakan.
“Semoga malam ini mendapat keberuntungan dan hadiah yang dibawa pulang bisa bermanfaat bagi keluarga di rumah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memandang pesta rakyat sebagai salah satu upaya menghadirkan ruang publik yang inklusif, tempat masyarakat dapat berkumpul tanpa sekat sosial maupun perbedaan latar belakang.
Bahkan, Asep menegaskan bahwa semangat persatuan menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.
“Siapa pun yang menang, saya tetap Indonesia. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini bisa kembali diselenggarakan,” ucapnya.
Meriahnya pesta rakyat memang menghadirkan suasana penuh kegembiraan. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan publik tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, melainkan juga dari manfaat jangka panjang yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bazar UMKM misalnya, dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produknya kepada ribuan pengunjung. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai besaran transaksi ekonomi yang berhasil tercipta selama kegiatan berlangsung maupun dampaknya terhadap peningkatan omzet para pedagang.
Di sisi lain, pasar murah dan pembagian paket sembako menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Program seperti ini kerap membantu meringankan beban warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Namun demikian, sejumlah pengamat ekonomi daerah menilai kegiatan seremonial semacam ini akan memiliki dampak lebih besar apabila diikuti program pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan, bukan hanya saat berlangsungnya acara.
Suara Lapangan
Sejumlah warga yang hadir mengaku menikmati suasana pesta rakyat karena dapat berkumpul bersama keluarga sambil menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia tanpa dipungut biaya.
Sebagian pengunjung juga menyebut keberadaan bazar kuliner dan hiburan membuat acara terasa lebih hidup dibanding sekadar kegiatan nobar biasa.
Sementara itu, beberapa pelaku UMKM berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering karena mampu menghadirkan calon pembeli dalam jumlah besar. Meski demikian, hingga kini belum semua pelaku usaha memperoleh kesempatan yang sama untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan berskala besar tersebut.
Sinergi TNI dan Pemkab Jadi Sorotan
Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon, menjelaskan kegiatan tersebut awalnya hanya berupa nobar sederhana sebelum akhirnya berkembang menjadi pesta rakyat berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, pemilihan Museum Gedung Juang sebagai lokasi juga memudahkan akses masyarakat sehingga jumlah pengunjung terus meningkat sejak babak perempat final hingga laga puncak.
“Awalnya hanya nobar biasa, tetapi Alhamdulillah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sehingga kegiatan ini bisa lebih besar. Antusias masyarakat sangat luar biasa,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dapat terus menghadirkan kegiatan positif yang memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus mempererat persatuan.
Tantangan Setelah Euforia
Kegiatan yang mampu mengumpulkan ribuan orang dalam satu lokasi menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang aman, nyaman, dan menghibur.
Namun di sisi lain, tantangan berikutnya adalah bagaimana kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata, melainkan menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi lokal, promosi UMKM, hingga peningkatan kualitas ruang publik di Kabupaten Bekasi.
Hingga kini, antusiasme masyarakat memang menjadi modal penting bagi pemerintah daerah. Namun apakah pesta rakyat semacam ini benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat luas, atau hanya menjadi euforia sesaat yang segera berlalu, masih menjadi pertanyaan yang menarik untuk terus dicermati. (Surya)

















