Beranda Nusantara Reaktivasi Bandara Husein Makin Dekat, Tapi Apakah Seluruh Infrastruktur Sudah Benar-Benar Siap?

Reaktivasi Bandara Husein Makin Dekat, Tapi Apakah Seluruh Infrastruktur Sudah Benar-Benar Siap?

4
0
Petugas melakukan pengaspalan ruas jalan utama menuju Bandara Husein Sastranegara sebagai bagian dari persiapan reaktivasi operasional bandara. (Foto: Siti/CimutNews).

BANDUNG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kota Bandung mulai mempercepat pembenahan akses menuju Bandara Husein Sastranegara menjelang rencana reaktivasi operasional bandara pada 17 September 2026. Sejumlah ruas jalan diperbaiki, drainase dinormalisasi, hingga penerangan dan marka jalan mulai ditata ulang.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara semakin mendekati kenyataan. Namun, di balik percepatan pekerjaan fisik tersebut, masih muncul pertanyaan mengenai sejauh mana kesiapan infrastruktur pendukung mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat setelah bandara kembali beroperasi.

Apakah pembenahan akses jalan saja sudah cukup, atau masih ada pekerjaan rumah lain yang perlu diselesaikan sebelum ribuan penumpang kembali memadati kawasan bandara?

Perbaikan Dikebut Jelang Reaktivasi

Perbaikan dilakukan secara kolaboratif oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Angkasa Pura.

Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebagai bentuk dukungan terhadap persiapan pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara.

Menurutnya, pemerintah kota mendapat sejumlah permintaan dukungan dari Angkasa Pura, mulai dari perbaikan jalan, normalisasi drainase, pemangkasan pohon, pemasangan marka jalan hingga penataan penerangan jalan.

“Hari ini sudah mulai kita lakukan proses itu,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, DSDABM fokus melakukan pengaspalan jalan serta normalisasi saluran drainase yang mengalami sedimentasi. Sementara pemangkasan pohon dilakukan DPKP dan pengaturan marka jalan menjadi tanggung jawab Dishub.

Lokasi pekerjaan diprioritaskan mulai dari Gapura Pajajaran menuju area drop off hingga kawasan parkir Bandara Husein Sastranegara karena menjadi jalur utama yang nantinya akan dilalui pengguna jasa penerbangan.

Perbaikan akses memang menjadi kebutuhan mendesak menjelang reaktivasi bandara.

Baca juga  Shalat Idul Fitri 1445 H di Komplek Margahayu Permai Bandung Berlangsung dengan khidmat

Namun fakta di lapangan menunjukkan, pembenahan yang dilakukan saat ini masih berfokus pada jalur utama menuju kawasan bandara. Sementara kesiapan infrastruktur pendukung lainnya, seperti pengaturan lalu lintas di luar kawasan bandara, integrasi transportasi umum, hingga antisipasi kepadatan kendaraan pada jam sibuk, belum dijelaskan secara rinci kepada publik.

Normalisasi drainase juga menjadi perhatian penting. Endapan sedimen yang selama ini menumpuk menunjukkan bahwa saluran air membutuhkan pemeliharaan berkala, bukan hanya menjelang pembukaan kembali bandara.

Di sisi lain, keberhasilan reaktivasi bandara nantinya tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan yang mulus, tetapi juga bagaimana seluruh ekosistem transportasi mampu memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi masyarakat.

Harapan Besar dari Masyarakat

Sejumlah warga menyambut positif dimulainya pembenahan akses menuju Bandara Husein Sastranegara karena diyakini dapat meningkatkan konektivitas Kota Bandung.

Meski demikian, sejumlah warga mengaku berharap peningkatan kualitas infrastruktur tidak berhenti pada kawasan bandara saja, tetapi juga menjangkau ruas-ruas jalan lain yang selama ini menjadi jalur alternatif masyarakat.

Beberapa pihak juga menilai kelancaran operasional bandara nantinya perlu diimbangi dengan manajemen lalu lintas yang matang agar tidak memunculkan titik kemacetan baru di kawasan sekitar.

Tantangan Setelah Bandara Kembali Beroperasi

Secara teknis, pengaspalan jalan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Setelah itu pemerintah kota akan melanjutkan pekerjaan pengecatan serta pemarkahan jalan bersama Dinas Perhubungan.

Namun tantangan sesungguhnya baru akan terlihat ketika aktivitas penerbangan mulai berjalan normal.

Peningkatan jumlah kendaraan menuju kawasan bandara diperkirakan akan membawa konsekuensi terhadap arus lalu lintas, kebutuhan transportasi publik, serta pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan.

Belum ada penjelasan rinci mengenai evaluasi jangka panjang terhadap kapasitas akses jalan apabila frekuensi penerbangan meningkat signifikan setelah reaktivasi.

Baca juga  GAMIES Aceh Gelar Webinar AI untuk UMKM, Dorong Pelaku Usaha Beradaptasi di Era Kecerdasan Buatan

Masih Menjadi Perhatian

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan mampu memperkuat konektivitas Kota Bandung sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Namun hingga kini, belum semua aspek kesiapan operasional dipublikasikan secara detail kepada masyarakat.

Apakah pembenahan akses yang sedang berlangsung akan benar-benar mampu menjawab kebutuhan mobilitas setelah bandara kembali beroperasi, atau justru masih menyisakan tantangan baru yang perlu segera diantisipasi? Perkembangannya masih layak untuk terus dicermati. (Siti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here