Beranda Prabumulih HANI 2026 Digelar di Prabumulih, Edukasi Diperkuat, Namun Ancaman Narkoba Belum Hilang

HANI 2026 Digelar di Prabumulih, Edukasi Diperkuat, Namun Ancaman Narkoba Belum Hilang

13
0
Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril memberikan materi kepada pelajar saat kampanye edukasi Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Aula SMA Negeri 2 Prabumulih. (Foto: Indra/CimutNews)

PRABUMULIH, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Kota Prabumulih kembali menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Prabumulih, Kamis (23/7), menghadirkan berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, hingga ratusan pelajar dan mahasiswa.

Momentum tersebut tidak hanya diisi dengan mengikuti peringatan HANI secara virtual, tetapi juga melalui kegiatan edukasi dan kampanye seni yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih sebagai upaya membangun kesadaran sejak usia sekolah.

Di tengah berbagai program pencegahan yang terus dilakukan, muncul satu pertanyaan yang masih relevan. Apakah kampanye yang rutin digelar telah mampu membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus baru?

Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., M.M., yang hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa peran generasi muda sangat menentukan masa depan daerah.

Dalam paparannya, Franky mengajak pelajar maupun mahasiswa untuk menjauhi narkoba dengan mengisi waktu melalui kegiatan yang produktif, mengembangkan prestasi, serta berani menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun BNN semata. Keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Prabumulih Sugiri Wiryandono, perwakilan Kejaksaan Negeri Prabumulih, Polres Prabumulih, DPRD Kota Prabumulih, Danramil Prabumulih, Dinas Pendidikan, Badan Kesbangpol, Kepala SMA Negeri 2 Prabumulih, serta mahasiswa Universitas Prabumulih.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan pemberantasan narkotika tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Peredaran narkoba di berbagai daerah masih menjadi perhatian aparat, sementara sasaran penyalahgunaan juga terus bergeser hingga menyentuh kalangan usia produktif dan pelajar.

Baca juga  Musrenbang RKPD Prabumulih 2027 Dibuka Wali Kota Arlan, Fokus Serap Aspirasi dan Sinkronisasi Program

Berbagai operasi penindakan memang terus dilakukan aparat penegak hukum. Meski demikian, para pemerhati pendidikan menilai pencegahan melalui edukasi harus berjalan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebatas peringatan tahunan.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku kampanye seperti HANI penting karena memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya narkotika sejak dini. Namun mereka berharap edukasi tidak hanya dilakukan di sekolah, melainkan juga menjangkau lingkungan permukiman, komunitas pemuda, hingga keluarga yang menjadi benteng pertama pencegahan.

Berdasarkan temuan di lapangan, berbagai kegiatan penyuluhan anti narkoba memang semakin sering dilaksanakan oleh pemerintah bersama BNN dan aparat terkait. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai sejauh mana efektivitas program edukasi tersebut mampu menekan potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dalam jangka panjang.

Pengamat pendidikan juga menilai pendekatan kreatif seperti pagelaran seni, diskusi interaktif, maupun pemanfaatan media digital berpotensi lebih mudah diterima generasi muda dibandingkan penyampaian materi secara konvensional.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan pesan-pesan anti narkoba benar-benar membentuk perilaku positif, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial yang berlalu setelah peringatan selesai.

Melalui HANI 2026, pemerintah berharap sinergi antara BNN, aparat penegak hukum, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat semakin kuat dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Hingga kini, belum semua tantangan dalam upaya menciptakan generasi muda yang benar-benar bebas dari narkoba dapat diselesaikan. Apakah kolaborasi yang terus diperkuat ini mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang membutuhkan langkah lebih konkret di masa mendatang? (Indra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here