Beranda Banyuasin MoU Ditandatangani, Namun Tantangan SDM Transportasi Banyuasin Masih Jadi Pertanyaan

MoU Ditandatangani, Namun Tantangan SDM Transportasi Banyuasin Masih Jadi Pertanyaan

14
0
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Poltektrans SDP Palembang usai Upacara Wisuda Perwira Transportasi Angkatan XXXIV Tahun 2026. (Foto: Noto/CimutNews).

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali mengambil langkah untuk memperkuat sektor transportasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang, Rabu (29/7/2026).

Kesepakatan tersebut dilakukan bertepatan dengan Upacara Wisuda Perwira Transportasi Angkatan XXXIV Tahun 2026 di Kampus Poltektrans SDP Palembang. Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kompetensi aparatur maupun tenaga kerja transportasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Namun, di balik penandatanganan kerja sama tersebut, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Sejauh mana kerja sama ini nantinya mampu menghadirkan perubahan nyata bagi pelayanan transportasi di Banyuasin yang wilayahnya didominasi jalur sungai, pesisir, dan kawasan penyeberangan?

Mewakili Bupati Banyuasin, Asisten III Setda Banyuasin yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin, Ir. Zakirin, S.P., M.M., CGCAE., menghadiri langsung prosesi wisuda sekaligus penandatanganan kerja sama tersebut.

Acara dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Suharto, A.TD., M.M., serta dihadiri jajaran pimpinan satuan pendidikan BPSDMP, pemerintah daerah, orang tua wisudawan, dan berbagai tamu undangan.

Dalam sambutannya, Suharto menekankan bahwa lulusan transportasi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik.

Menurutnya, karakter, integritas, profesionalisme, serta rasa tanggung jawab menjadi modal utama dalam menghadapi dinamika dunia transportasi yang terus berkembang.

“Teruslah belajar, teruslah berinovasi, serta jangan pernah lalai terhadap komitmen yang telah dibangun. Tetaplah rendah hati atas setiap pencapaian,” pesannya kepada para wisudawan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor karena tantangan pembangunan transportasi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Poltektrans SDP Palembang menjadi bagian dari strategi memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan kompetensi, hingga penyediaan sumber daya manusia transportasi yang profesional.

Baca juga  SPIP Banyuasin Jadi Sorotan, Pemkab Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi

Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap sinergi tersebut mampu mendukung pembangunan sektor transportasi yang lebih maju dan berkelanjutan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kebutuhan tenaga transportasi yang kompeten masih menjadi tantangan di banyak daerah, termasuk wilayah yang memiliki karakter geografis kompleks seperti Banyuasin.

Kabupaten ini memiliki kawasan perairan yang luas, sejumlah pelabuhan rakyat, akses sungai, hingga jalur penyeberangan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia sering kali membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar berdampak terhadap pelayanan publik.

Berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat umumnya masih berharap peningkatan kapasitas aparatur transportasi juga diikuti dengan perbaikan layanan, keselamatan pelayaran rakyat, peningkatan kompetensi operator, serta pengembangan infrastruktur pendukung.

Sejumlah warga mengaku, transportasi yang aman dan mudah diakses masih menjadi kebutuhan utama, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi melalui jalur sungai maupun penyeberangan.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk implementasi kerja sama tersebut, termasuk target jumlah peserta, program prioritas, maupun indikator keberhasilan yang akan dicapai dalam waktu dekat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pola kerja sama tersebut akan diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penguatan SDM memang menjadi salah satu fondasi penting pembangunan transportasi. Namun keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya diukur dari penandatanganan dokumen, melainkan dari implementasi yang mampu menghasilkan perubahan pelayanan publik secara berkelanjutan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Banyuasin Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., Plt. Kepala BKPSDM Ishak Juharsa, S.Kom., M.M., Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Pujianto, S.IP., M.Si., serta Camat Banyuasin I Bahrum Rangkuti, S.STP.

Baca juga  Sadis! Sales Telkomsel Dibegal di Banyuasin, Alami Luka Parah Disabet Sajam

Hingga kini, implementasi dari kerja sama tersebut masih akan menjadi perhatian berbagai pihak. Apakah sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Poltektrans SDP Palembang mampu melahirkan SDM transportasi yang benar-benar menjawab kebutuhan daerah, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu dibuktikan melalui program nyata di lapangan? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here