Beranda Palembang PMI Kota Palembang, stok darah Palembang, kebutuhan darah, donor darah rutin, kantong...

PMI Kota Palembang, stok darah Palembang, kebutuhan darah, donor darah rutin, kantong darah, PMI Palembang, Dinas Pemadam Kebakaran Palembang, HUT ke-81 RI

12
0
Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa meninjau kegiatan donor darah di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Jalan Merdeka, Senin (10/8/2026). (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang kembali mendorong gerakan donor darah Palembang agar dilakukan secara rutin di berbagai instansi dan elemen masyarakat. Upaya ini dinilai penting karena kebutuhan darah di Kota Palembang masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi.

Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa meninjau kegiatan donor darah di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Jalan Merdeka, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kebutuhan Darah Palembang Masih Menjadi Tantangan

Dewi mengapresiasi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, donor darah tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan sosial yang dilakukan ketika ada momentum tertentu. Lebih dari itu, donor merupakan bentuk kontribusi langsung masyarakat terhadap kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi.

“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata kita kepada masyarakat. Darah yang kita donorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan dan dapat membantu menyelamatkan nyawa,” ujar Dewi.

Persoalan ketersediaan darah di Palembang bukan isu yang muncul sesaat. Data yang disampaikan PMI Palembang pada 2026 menunjukkan kebutuhan darah mencapai sekitar 7.000 kantong per bulan, sedangkan kemampuan pasokan berada di kisaran 5.000 kantong per bulan. Artinya, terdapat kesenjangan sekitar 2.000 kantong setiap bulan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan PMI bukan semata menggelar donor darah sebanyak-banyaknya dalam satu kegiatan, tetapi membangun pola partisipasi yang konsisten.

Dari Kegiatan Seremonial Menjadi Gerakan Berkelanjutan

Pola tersebut sebenarnya mulai dikembangkan PMI Palembang melalui kerja sama dengan berbagai institusi. Pada Mei 2026, misalnya, PMI membentuk tim edukasi donor darah di 18 kecamatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan pentingnya donor darah.

Baca juga  Dipuji Berkembang, Namun Fakta Lapangan UMKM Burai Masih Menyimpan PR

Kerja sama dengan lembaga dan organisasi juga dilakukan melalui kegiatan rutin. PMI Palembang bersama PGRI, misalnya, menggelar donor darah yang ditargetkan menambah 100 kantong stok dan dirancang menjadi agenda setiap tiga bulan.

Langkah serupa dilakukan bersama Bank Indonesia Sumatera Selatan melalui kegiatan donor darah massal pada Juli 2026. Rangkaian kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa pemenuhan kebutuhan darah membutuhkan jaringan pendonor yang luas, bukan hanya mengandalkan satu kelompok Masyarakat

Damkar Palembang Ikut Perkuat Ketersediaan Darah

Kegiatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang menjadi bagian dari pola tersebut.

Bagi PMI, keterlibatan aparatur pemerintah, organisasi perangkat daerah, komunitas, organisasi masyarakat hingga lingkungan kerja dapat menjadi sumber pendonor yang relatif konsisten apabila kegiatan dilaksanakan secara berkala.

Dewi karena itu mengajak jajaran Pemerintah Kota Palembang, OPD, kecamatan, organisasi masyarakat, komunitas dan berbagai elemen masyarakat untuk membangun gerakan donor darah berkelanjutan.

“Kita berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu saja, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin besar peluang kita memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat Kota Palembang,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang Kemas Haikal serta Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan Damkar Kota Palembang drg. Asti Rosmala Dewi.

Mengapa Donor Darah Rutin Lebih Penting daripada Aksi Sesaat?

Persoalan utama yang terlihat dari data PMI adalah adanya jarak antara kebutuhan dan kemampuan pasokan. Dengan kebutuhan sekitar 7.000 kantong per bulan dan pasokan sekitar 5.000 kantong, Palembang memerlukan tambahan sekitar 2.000 kantong setiap bulan agar kebutuhan dapat lebih mendekati terpenuhi.

Karena itu, kegiatan donor yang hanya muncul saat peringatan hari besar memiliki keterbatasan. Aksi tersebut memang dapat menambah stok dalam jangka pendek, tetapi keberlanjutan pasokan membutuhkan pendonor yang kembali secara berkala sesuai ketentuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Baca juga  Domino Masuk KONI, Tapi Status Olahraga Prestasi Masih Dipertanyakan

Strategi memperluas jejaring hingga kecamatan dan instansi menjadi penting karena basis pendonor dapat tersebar lebih merata. PMI sebelumnya juga mendorong agar donor darah tidak sekadar menjadi kegiatan insidental, melainkan bagian dari kebiasaan sosial masyarakat.

Micro Insight: Persoalannya Bukan Sekadar Mencari Pendonor

Ada satu hal penting dari rangkaian kegiatan PMI Palembang sepanjang 2026: persoalan darah tidak cukup diselesaikan dengan satu acara donor massal.

Kesenjangan sekitar 2.000 kantong per bulan menunjukkan perlunya sistem partisipasi yang berulang. Dengan kata lain, ukuran keberhasilan gerakan donor darah bukan hanya berapa banyak kantong terkumpul pada satu hari, tetapi seberapa kuat jejaring pendonor dan instansi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Di sinilah peran OPD, kecamatan, organisasi masyarakat dan komunitas menjadi strategis. Mereka bukan sekadar lokasi kegiatan, tetapi dapat menjadi simpul yang membantu menjaga kesinambungan donor darah di tingkat masyarakat.

PMI Palembang Perlu Memperluas Basis Pendonor

Dorongan PMI agar donor darah dilakukan secara rutin sejalan dengan sejumlah kegiatan yang telah dijalankan sepanjang tahun. Kerja sama dengan kecamatan, organisasi profesi, instansi pemerintah dan lembaga lainnya menunjukkan adanya upaya memperluas sumber pasokan darah.

Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Jadwal rutin, edukasi pendonor, pendataan partisipasi dan penguatan jejaring di tingkat kecamatan menjadi bagian penting agar gerakan tersebut memberikan dampak lebih panjang.

Bagi masyarakat, donor darah pada akhirnya bukan hanya tindakan kemanusiaan kepada seseorang yang tidak dikenal. Setiap kantong darah dapat menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pasien.

Karena itu, ajakan PMI Palembang untuk menjadikan donor darah sebagai gerakan berkelanjutan memiliki relevansi yang lebih luas. Ketika kebutuhan darah terus berjalan setiap bulan, maka solidaritas sosial juga perlu hadir secara konsisten.

Baca juga  Bupati PALI Asgianto Terima Gelar Adat “Mak Raje Negeri Kebon Undang” pada Hari Jadi Kecamatan Tanah Abang

CimutNews.co.id menilai, penguatan budaya donor darah secara rutin dapat menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat yang sederhana tetapi memiliki dampak nyata. Tantangannya kini bukan hanya mengajak warga datang donor, melainkan membangun ekosistem yang membuat kegiatan tersebut berlangsung konsisten dan terorganisasi. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here