Beranda OKI Mandira KORMI OKI 2026: Muchendi Dorong Olahraga Masyarakat Menjangkau Desa dan Semua Kalangan

KORMI OKI 2026: Muchendi Dorong Olahraga Masyarakat Menjangkau Desa dan Semua Kalangan

9
0
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki membuka Musyawarah Kabupaten KORMI OKI 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk 1, Selasa (11/8/2026).(Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – KORMI OKI 2026 memasuki fase penting setelah Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) KORMI OKI di Ruang Rapat Bende Seguguk 1, Kantor Pemerintah Kabupaten OKI, Selasa (11/8/2026).

Forum lima tahunan tersebut tidak hanya menjadi ruang evaluasi kepengurusan periode sebelumnya, tetapi juga menentukan arah organisasi untuk lima tahun ke depan. Salah satu agenda utamanya adalah memilih pengurus KORMI OKI periode 2026–2031 yang diharapkan mampu memperluas budaya olahraga masyarakat hingga tingkat desa.

Muchendi Ingin KORMI Tidak Sekadar Mengejar Kejuaraan

Muchendi menegaskan, ukuran keberhasilan KORMI tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah pertandingan atau medali yang diraih. Menurut dia, olahraga masyarakat harus menjadi aktivitas yang mudah diakses dan dilakukan secara rutin oleh warga.

“Kita ingin olahraga itu bisa menyentuh sampai ke level desa bahkan di semua kalangan. Membiasakan masyarakat untuk berolahraga, terutama anak-anak muda. Tetapi kita ingin lansia, ibu-ibu, bapak-bapak juga aktif berolahraga,” kata Muchendi.

Pesan tersebut memperlihatkan adanya dua arah pembinaan yang ingin dibangun Pemkab OKI: memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mempertahankan prestasi daerah. Artinya, olahraga rekreasi tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan kompetitif, tetapi juga bagian dari kebiasaan hidup aktif masyarakat.

Kepengurusan Baru Dituntut Aktif

Muskab juga menjadi momentum bagi KORMI OKI untuk memastikan organisasi diisi orang-orang yang benar-benar bersedia bekerja. Muchendi secara terbuka meminta agar kepengurusan baru tidak sekadar menjadi daftar nama tanpa aktivitas nyata.

“Kepengurusan KORMI harus yang mau bekerja, yang hobi olahraga, yang mau mengurus. Kalau sekadar nempel nama dalam kepengurusan, tidak usahlah, cari kerjaan lain saja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengurus baru agar tidak menjadikan APBD sebagai satu-satunya tumpuan pembiayaan. Kreativitas mencari sumber pendanaan, membangun kemitraan, serta menghidupkan komunitas olahraga dinilai menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi.

Baca juga  Disiplin ASN OKI Disorot, Sekda Akui Masih Ada Pegawai Tak Patuh

19 Inorga Jadi Modal KORMI OKI

Sekretaris KORMI Provinsi Sumatera Selatan Eko Agus Sugianto mengatakan OKI memiliki modal organisasi yang cukup kuat. Saat ini terdapat sekitar 19 induk organisasi olahraga (inorga) yang berada di lingkungan KORMI OKI.

Angka tersebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan apabila seluruh inorga tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi benar-benar menjalankan pembinaan dan kegiatan di tengah masyarakat.

Di tingkat Sumatera Selatan, Eko menyebut KORMI memiliki 76 inorga, dengan komposisi anggota penuh dan anggota sementara. Perbedaan skala tersebut menunjukkan bahwa OKI memiliki ruang untuk memperluas ekosistem olahraga masyarakat melalui aktivasi inorga yang sudah ada maupun pembentukan organisasi olahraga masyarakat baru.

Secara nasional, keberadaan inorga memang menjadi bagian penting dalam ekosistem KORMI. Pemerintah melalui Kemenpora menjelaskan bahwa FORNAS merupakan ajang olahraga masyarakat yang menaungi berbagai rumpun, mulai dari olahraga tradisional dan kreasi budaya hingga olahraga kesehatan, kebugaran, petualangan, dan tantangan.

OKI Diproyeksikan Kembali Jadi Lumbung Medali Sumsel

Selain memperluas partisipasi masyarakat, KORMI OKI tetap dibebani target mempertahankan reputasi prestasi. Eko menyebut OKI selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang medali bagi kontingen KORMI Sumsel.

Menurut dia, kontribusi tersebut terlihat dalam FORNAS VII di Jawa Barat dan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat. Salah satu inorga yang disebut konsisten memberikan prestasi adalah KSTI.

FORNAS VIII sendiri berlangsung di NTB pada 26 Juli–1 Agustus 2025 dan menjadi ajang nasional yang mempertemukan pegiat olahraga masyarakat dari berbagai daerah. Kemenpora menempatkan penyelenggaraan FORNAS sebagai bagian dari upaya membangun olahraga sebagai gaya hidup dan memperkuat gerakan masyarakat aktif.

Data pembanding tersebut penting karena memperlihatkan bahwa olahraga masyarakat kini memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga tingkat lokal. Pada FORNAS VIII, misalnya, berbagai daerah mengirimkan kontingen dengan jumlah inorga dan peserta yang cukup besar. Pemerintah Kalimantan Barat, sebagai salah satu contoh, mengirim 279 orang untuk berlaga dalam 48 jenis olahraga masyarakat.

Baca juga  Jelang HUT TNI, Kodim OKI Gelar Baksos Bersih-Bersih Pasar Rakyat

FORPROV November Jadi Ujian Pertama Pengurus Baru

Tantangan terdekat KORMI OKI bukan hanya menyusun struktur organisasi, melainkan segera menerjemahkan kepengurusan baru ke dalam program kerja. Muchendi meminta persiapan kontingen OKI menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat tingkat provinsi atau Forprov KORMI yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Waktu persiapan yang relatif terbatas membuat konsolidasi inorga menjadi pekerjaan penting. Pengurus baru perlu memetakan cabang atau jenis olahraga yang memiliki potensi prestasi, memastikan pegiat aktif, menyiapkan pelatih dan pembinaan, sekaligus membangun dukungan pendanaan.

Tantangan KORMI Bukan Sekadar Medali

Ada persoalan yang lebih mendasar di balik target tersebut. Jika olahraga masyarakat hanya aktif ketika menghadapi festival atau kejuaraan, manfaatnya bagi masyarakat akan menjadi terbatas.

Sebaliknya, apabila 19 inorga di OKI dapat bergerak secara rutin hingga kecamatan dan desa, KORMI berpotensi menjadi salah satu instrumen untuk membangun kebiasaan hidup aktif. Kelompok lansia, perempuan, keluarga, anak muda, hingga komunitas lokal dapat memiliki ruang olahraga yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Di titik inilah arahan Muchendi menjadi penting. Micro-insight-nya adalah bahwa keberhasilan KORMI OKI lima tahun ke depan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya medali, tetapi oleh seberapa jauh aktivitas olahraga berpindah dari panggung festival ke ruang kehidupan sehari-hari masyarakat.

Muskab Menentukan Arah KORMI OKI 2026–2031

Ketua Panitia Muskab KORMI OKI Solahudin mengatakan forum berlangsung sehari dengan agenda evaluasi program kerja periode sebelumnya, penyusunan program berikutnya, serta pemilihan pengurus periode 2026–2031.

“Kami berharap forum ini berjalan lancar dan demokratis serta menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan olahraga masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Solahudin.

Dalam jangka pendek, hasil Muskab akan diuji melalui kesiapan OKI menghadapi Forprov KORMI. Dalam jangka panjang, ukuran keberhasilannya akan lebih luas: apakah organisasi mampu menghidupkan inorga, membangun komunitas baru, memperluas kegiatan ke desa, sekaligus mempertahankan kontribusi OKI bagi prestasi olahraga masyarakat Sumatera Selatan.

Baca juga  Bupati OKI Dorong Forum HRD dan Job Fair untuk Tekan Angka Pengangguran

Dengan demikian, KORMI OKI 2026 tidak berhenti sebagai agenda pergantian kepengurusan. Muskab menjadi titik awal untuk menguji apakah olahraga masyarakat dapat tumbuh sebagai gerakan yang aktif, inklusif, mandiri, dan dekat dengan kehidupan warga.

Pemkab OKI dan KORMI kini memiliki pekerjaan yang sama-sama konkret: memastikan olahraga tidak hanya ramai ketika kompetisi berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari komunitas dan desa. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here