Beranda Banyuasin Banyuasin Police Expo Ditutup, Tapi Efektivitas Edukasi Publik Dipertanyakan

Banyuasin Police Expo Ditutup, Tapi Efektivitas Edukasi Publik Dipertanyakan

23
0
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani bersama jajaran dan stakeholder saat penutupan Banyuasin Police Expo 2026. (Foto: Noto/CimutNews)

BANYUASIN, cimutnews.co.id — Banyuasin Police Expo 2026 resmi ditutup di tengah kemeriahan dan apresiasi lintas instansi. Namun, di balik suksesnya penyelenggaraan dan ramainya kegiatan, ada satu hal yang lebih penting untuk dilihat: sejauh mana expo tersebut benar-benar meninggalkan manfaat bagi masyarakat setelah acara berakhir?

Digelar di Kabupaten Banyuasin dalam rangka memperingati Hari Juang Polri, kegiatan ini mempertemukan jajaran kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Expo juga dikemas dengan kompetisi e-sport dan perlombaan musik sehingga tidak hanya menyasar aspek pelayanan publik, tetapi juga hiburan dan partisipasi masyarakat.

Sebanyak 22 stand hadir dalam Banyuasin Police Expo 2026. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah expo tidak hanya berhenti pada jumlah stand, kemeriahan acara, atau banyaknya institusi yang terlibat.

Pertanyaan berikutnya justru lebih substantif: apa yang benar-benar dibawa pulang masyarakat dari kegiatan tersebut?

Sinergi Lintas Instansi Jadi Sorotan

Penutupan Banyuasin Police Expo 2026 berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., hadir menutup kegiatan sekaligus memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Banyuasin dan seluruh pihak yang terlibat.

Menurut Askolani, expo tersebut menjadi gambaran adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan berbagai pemangku kepentingan di Banyuasin.

“Banyuasin Police Expo ini juga meningkatkan silaturahim antara sesama. Ini salah satu bukti kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin, jajaran Polres, TNI, dan segenap stakeholder yang ada di Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa aspek kolaborasi menjadi salah satu capaian utama kegiatan.

Bagi pemerintah daerah dan institusi keamanan, model kegiatan seperti ini memang dapat menjadi ruang bertemu dengan masyarakat secara lebih terbuka. Informasi mengenai pelayanan maupun fungsi kelembagaan bisa disampaikan dengan pendekatan yang lebih komunikatif.

Baca juga  Bupati Banyuasin Pastikan Rumah Warga Korban Kebakaran di Pangkalan Balai Kembali Diperbaiki

Namun, keberlanjutan manfaatnya menjadi persoalan tersendiri.

Kapolres: Bukan Sekadar Pameran

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa expo tidak dimaksudkan hanya sebagai ajang pameran.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai fungsi kepolisian sekaligus capaian yang telah dilakukan.

“Besar harapan kami penyelenggaraan Banyuasin Police Expo ini bukan hanya di tahun ini, namun bisa berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman dan edukasi mengenai fungsi kepolisian di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka ruang evaluasi: jika expo akan dijadikan agenda tahunan, maka indikator keberhasilannya tentu perlu dibuat lebih terukur.

Bukan hanya berapa banyak stand yang dibuka atau seberapa meriah acara berlangsung, tetapi juga berapa banyak masyarakat yang mendapatkan pengetahuan baru, memahami layanan kepolisian, atau kemudian memanfaatkan layanan tersebut.

Di Sisi Lain, Ada Pekerjaan Rumah

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan ketika sebuah pameran publik berakhir.

Antusiasme pengunjung biasanya sangat dipengaruhi oleh kemasan acara. Kompetisi e-sport dan lomba musik, misalnya, dapat menarik kelompok masyarakat yang lebih luas.

Tetapi unsur hiburan dan edukasi memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda.

Hingga kini, belum semua dampak dari Banyuasin Police Expo 2026 dapat terlihat secara langsung. Belum ada penjelasan rinci mengenai jumlah pengunjung, tingkat interaksi masyarakat pada masing-masing stand, maupun indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan aspek edukasi publik.

Hal ini bukan berarti kegiatan tersebut tidak berhasil.

Justru, jika expo memang diarahkan menjadi agenda tahunan, data semacam itu penting untuk menjadi bahan evaluasi pada penyelenggaraan berikutnya.

Terungkap Potensi Besar Expo Tahunan

Dengan melibatkan 22 stand dari kepolisian, TNI dan OPD, Banyuasin sebenarnya memiliki modal cukup besar untuk mengembangkan konsep expo yang lebih substantif.

Baca juga  Penanganan Laporan SPH Mandek, Warga Banyuasin Keluhkan Lambatnya Respons Polres

Kegiatan berikutnya dapat diarahkan bukan sekadar memperbanyak stand, tetapi memperkuat interaksi langsung antara masyarakat dan institusi.

Misalnya, masyarakat tidak hanya melihat inovasi pelayanan, tetapi juga memperoleh informasi praktis mengenai bagaimana mengakses layanan, menyampaikan pengaduan, memahami prosedur kepolisian, hingga mengetahui inovasi digital yang tersedia.

Jika pola tersebut dibangun secara konsisten, expo berpotensi menjadi ruang komunikasi publik yang lebih kuat.

Sebaliknya, jika ukuran keberhasilan lebih banyak bertumpu pada kemeriahan acara, maka manfaat jangka panjangnya akan lebih sulit diukur.

Pertanyaan yang Belum Terjawab

Banyuasin Police Expo 2026 memang telah berakhir dengan apresiasi dari pemerintah daerah dan kepolisian.

Sejumlah pejabat menilai kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor. Harapan agar expo dapat berlangsung setiap tahun juga telah disampaikan.

Namun, pertanyaan pentingnya justru berada setelah panggung ditutup.

Apakah masyarakat benar-benar memperoleh pengetahuan dan manfaat pelayanan yang lebih besar setelah mengikuti expo ini?

Dan jika kegiatan tersebut benar-benar menjadi agenda tahunan, apakah pada tahun berikutnya akan ada ukuran yang lebih jelas untuk membuktikan dampaknya?

Pertanyaan itu masih terbuka.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah expo pelayanan publik bukan hanya tentang seberapa meriah acara berlangsung, tetapi tentang seberapa lama manfaatnya tetap dirasakan masyarakat setelah keramaian berakhir (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here